Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026, Bangkit dari Kegagalan Austin, Siap Tantang Pembalap Eropa di Jerez

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 12 Juni 2026 | 17:56 WIB
Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026, Bangkit dari Kegagalan Austin, Siap Tantang Pembalap Eropa di Jerez
Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026, Bangkit dari Kegagalan Austin, Siap Tantang Pembalap Eropa di Jerez

TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan jelang gelaran Moto3 Spanyol 2026.

Pembalap muda asal Indonesia itu kini berada di bawah tekanan besar setelah gagal meraih hasil maksimal pada seri sebelumnya di Amerika Serikat.

Namun, balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, justru dipandang sebagai kesempatan emas bagi Veda untuk membuktikan kualitasnya di hadapan para rival Eropa.

Performa Veda Ega Pratama sepanjang musim ini berhasil menarik perhatian dunia balap.

Pembalap Honda Team Asia tersebut tampil mengejutkan saat meraih podium di Brasil dan mencatatkan sejarah sebagai salah satu pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level Grand Prix.

Hasil itu membuat ekspektasi publik terhadap kiprahnya di Moto3 Spanyol 2026 semakin tinggi.

Namun perjalanan menuju Jerez tidak sepenuhnya mulus. Pada seri Austin, Texas, Veda mengalami kecelakaan saat sedang berada dalam posisi kompetitif untuk kembali merebut podium.

Insiden itu menjadi pelajaran berharga bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut dalam menghadapi kerasnya persaingan di kelas Moto3.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 Hari Ini: Meksiko dan Korea Selatan Menang, Klasemen Grup A Berubah, Top Skor Sementara Dipimpin Julian Quiñones

Jerez Jadi Arena Pembuktian

Sirkuit Jerez memiliki arti penting bagi Veda Ega Pratama. Lintasan sepanjang 4,42 kilometer tersebut bukanlah tempat yang asing baginya. Sebelum tampil di Grand Prix, Veda telah beberapa kali membalap di Jerez melalui ajang Red Bull Rookies Cup dan FIM JuniorGP.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi balapan akhir pekan ini. Veda memahami karakter tikungan, titik pengereman, hingga area yang memungkinkan untuk melakukan manuver menyalip. Faktor itu memberikan keuntungan tersendiri dibanding sejumlah pembalap Asia lainnya yang masih minim pengalaman di Jerez.

Pada musim 2025, Veda bahkan sempat mencatatkan hasil podium di lintasan yang sama dalam ajang Rookies Cup. Rekam jejak tersebut menjadi bukti bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk tampil kompetitif di salah satu sirkuit paling legendaris di dunia balap motor.

Rival Berat Menanti

Meski memiliki pengalaman di Jerez, perjuangan Veda dipastikan tidak mudah. Salah satu lawan terberat yang akan dihadapi adalah pembalap tuan rumah, Brian Uriarte. Rider Spanyol tersebut dikenal sangat kuat saat tampil di depan pendukung sendiri dan pernah menjadi penghalang Veda meraih kemenangan.

Selain Uriarte, perhatian juga tertuju pada persaingan dengan Hakim Danish dari Malaysia. Rivalitas keduanya telah berlangsung sejak masih berlaga di Asia Talent Cup. Pertemuan mereka di Moto3 kerap menjadi sorotan karena dianggap mewakili persaingan dua talenta terbaik Asia Tenggara di level internasional.

Pertarungan antara Veda, Uriarte, dan Hakim Danish diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik sepanjang akhir pekan Moto3 Spanyol 2026. Jika mampu mengungguli para rival tersebut, posisi Veda di klasemen sekaligus reputasinya di kancah internasional akan semakin kuat.

Honda Siapkan Senjata Baru

Dari sisi teknis, Honda Team Asia disebut telah melakukan sejumlah pengembangan pada motor Honda NSF250RW yang digunakan Veda Ega Pratama. Tim teknis dikabarkan fokus meningkatkan karakter torsi saat keluar tikungan lambat, salah satu area yang menjadi perhatian sejak beberapa seri terakhir.

Selain itu, setup suspensi baru juga disiapkan guna meningkatkan stabilitas saat pengereman keras. Karakteristik motor Honda yang lincah dalam perubahan arah dinilai sangat cocok dengan layout Jerez yang dipenuhi tikungan teknis.

Kemampuan Veda dalam menjaga performa ban juga menjadi nilai tambah. Pembalap asal Yogyakarta tersebut dikenal memiliki gaya balap yang halus sehingga mampu mempertahankan daya cengkeram ban hingga lap-lap akhir, saat banyak rival mulai mengalami penurunan performa.

Momentum Menuju Masa Depan

Bagi Veda Ega Pratama, balapan di Moto3 Spanyol 2026 bukan sekadar mengejar podium. Ajang ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjang menuju kelas yang lebih tinggi. Penampilan impresif di Jerez berpotensi membuka peluang besar menuju Moto2 pada musim berikutnya.

Dukungan dari Astra Honda Motor serta kepercayaan yang diberikan Honda Team Asia menjadi modal penting bagi perkembangan kariernya. Namun pada akhirnya, hasil di lintasan tetap menjadi ukuran utama dalam dunia balap profesional.

Jika mampu mengendalikan emosi dan menghindari kesalahan seperti yang terjadi di Austin, peluang Veda untuk kembali naik podium bahkan meraih kemenangan perdana di Moto3 terbuka lebar. Jerez kini menjadi panggung pembuktian bagi sang pembalap muda Indonesia yang tengah mencuri perhatian dunia.

Saat lampu start padam dan balapan dimulai, seluruh mata akan tertuju pada Veda Ega Pratama. Akankah ia bangkit dari kegagalan di Amerika dan kembali mengukir sejarah di Moto3 Spanyol 2026? Jawabannya akan terungkap di lintasan Jerez.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 Hari Ini: Meksiko dan Korea Selatan Menang, Klasemen Grup A Berubah, Top Skor Sementara Dipimpin Julian Quiñones

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Sirkuit Jerez #Brian Uriarte #Moto3 Spanyol 2026