TRENGGALEK NJENGGALEK - Nama Veda Ega Pratama semakin mencuri perhatian pecinta balap motor dunia. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu berhasil menorehkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup, sebuah kompetisi bergengsi yang menjadi pintu masuk menuju kejuaraan dunia balap motor.
Kesuksesan Veda Ega Pratama tidak diraih secara instan. Di balik prestasi gemilang tersebut terdapat perjalanan panjang yang dibangun melalui bakat, kerja keras, disiplin tinggi, serta sistem pembinaan berjenjang yang dijalankan PT Astra Honda Motor (AHM).
Kini, nama Veda Ega Pratama tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mulai diperhitungkan di lintasan balap Eropa. Banyak pengamat menilai pembalap muda ini memiliki peluang besar untuk melangkah ke Moto3 bahkan menembus MotoGP pada masa mendatang.
Awal Karier Sejak Usia Dini
Veda Ega Pratama lahir di Gunungkidul, Yogyakarta, pada 23 September 2008. Dunia balap bukanlah lingkungan yang asing baginya karena sang ayah, Sudarmono atau yang akrab disapa Momon, merupakan mantan pembalap sekaligus juara Indoprix 2012.
Sejak kecil, Veda sudah akrab dengan suara mesin motor dan suasana sirkuit. Sang ayah mulai mengenalkannya pada motor secara bertahap. Saat berusia empat tahun, ia mulai mengenal motor kecil, sementara pada usia lima tahun sudah belajar mengendarai motor sendiri.
Setahun kemudian, Veda mulai mengikuti berbagai ajang balap anak-anak. Awalnya ia mencoba mini GP dan motocross sebelum akhirnya fokus berlatih di lintasan aspal ketika berusia delapan tahun. Keputusan tersebut menjadi fondasi penting bagi karier balapnya hingga saat ini.
Didikan keras sang ayah juga berperan besar dalam membentuk mental juaranya. Latihan fisik rutin menjadi bagian dari kesehariannya setelah pulang sekolah, bahkan harus mengorbankan sebagian waktu bermain seperti anak-anak seusianya.
Dibina Astra Honda Racing School
Bakat Veda mulai menarik perhatian setelah menunjukkan prestasi di berbagai kejuaraan nasional. Pada 2019, ia bergabung dengan Astra Honda Racing School (AHRS), program pembinaan pembalap muda milik AHM.
Di lingkungan AHRS, kemampuan Veda berkembang pesat. Ia mendapatkan pelatihan profesional dan pendampingan dari pelatih serta pembalap senior Astra Honda Racing Team (AHRT).
Penampilannya yang konsisten membuat Veda berhasil meraih predikat murid terbaik AHRS. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti efektivitas sistem pembinaan berjenjang yang diterapkan AHM dalam mencetak talenta balap Indonesia.
Baca Juga: Harga United T1800 Bikin Penasaran, Motor Listrik Sport Ini Disebut Cocok untuk Mobilitas Perkotaan
Dominasi di Asia Talent Cup
Kesempatan tampil di level internasional mulai datang pada 2021 ketika Veda memperoleh wildcard untuk berlaga di ASEAN Talent Cup yang berlangsung di Sirkuit Mandalika.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting sebelum menjalani musim penuh pertamanya di Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) pada 2022. Hasilnya sangat mengesankan.
Veda berhasil menjadi juara IATC pada musim debutnya dan mencatat sejarah sebagai juara termuda di ajang tersebut. Prestasi itu melanjutkan tradisi sukses pembalap binaan AHM yang sebelumnya juga pernah diraih Andi Gilang dan almarhum Afridza Syach Munandar.
Tidak berhenti sampai di sana, Veda kembali menunjukkan konsistensi luar biasa pada musim 2023. Ia tampil dominan sepanjang musim dan sukses mempertahankan statusnya sebagai salah satu pembalap muda terbaik Asia.
Cetak Sejarah di Red Bull MotoGP Rookies Cup
Karier Veda memasuki babak baru pada 2024 saat mendapat kesempatan tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Ajang ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya calon bintang MotoGP dari berbagai negara.
Sebagai rookie, Veda mampu menunjukkan perkembangan yang sangat cepat. Ia beberapa kali bersaing di kelompok terdepan dan akhirnya meraih podium pertamanya di Sirkuit Red Bull Ring, Austria.
Puncak pencapaiannya terjadi pada musim 2025. Veda sukses mengukir sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Gelar tersebut dipastikan setelah tampil dominan di Sirkuit Mugello, Italia. Ia meraih kemenangan ganda pada dua balapan sekaligus, membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di salah satu sirkuit paling legendaris di dunia.
Menuju Moto3 dan Impian MotoGP
Setelah sukses di Rookies Cup, Veda kini menjalani musim debutnya di FIM JuniorGP. Kejuaraan ini dikenal sebagai batu loncatan utama menuju Moto3.
Tantangan baru langsung dihadapi karena harus beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW yang memiliki karakter berbeda dibanding motor KTM yang digunakan sebelumnya.
Meski demikian, pengalaman panjang di Eropa menjadi modal berharga. Kemampuan teknisnya bahkan mendapat pujian dari tim mekanik karena mampu memberikan masukan detail terkait karakter motor dan kondisi lintasan.
Di usia yang masih sangat muda, Veda dinilai memiliki kombinasi kecepatan, kecerdasan teknis, dan mental juara yang lengkap. Karena itu, banyak pihak meyakini ia berpotensi menjadi pembalap Indonesia pertama di era modern yang mampu menembus Moto3 hingga MotoGP.
Editor : Gita Dwi Nuraini