Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 Brasil 2026, Podium Perdana Indonesia Lahir dari Aksi Heroik dan Comeback Spektakuler

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB
Veda Ega Pratama cetak sejarah dengan podium perdana Indonesia di Moto3 Brasil 2026 usai melakukan comeback luar biasa.(Gemini AI)
Veda Ega Pratama cetak sejarah dengan podium perdana Indonesia di Moto3 Brasil 2026 usai melakukan comeback luar biasa.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK - Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali mengharumkan nama bangsa di kancah balap dunia. Rider Honda Team Asia tersebut sukses meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 yang berlangsung di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia. Hasil tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru karena menjadi podium pertama pembalap Indonesia di ajang Grand Prix Moto3.

Prestasi gemilang Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil 2026 semakin istimewa karena diraih melalui perjuangan yang tidak mudah. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu harus menghadapi berbagai kendala sepanjang balapan sebelum akhirnya berhasil finis di posisi ketiga.

Podium bersejarah tersebut menjadi bukti bahwa Veda Ega Pratama mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dunia meski baru menjalani musim debutnya di Moto3. Bahkan, Brasil baru menjadi seri kedua dalam karier Grand Prix yang dijalaninya bersama Honda Team Asia.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Dipuji Bos Honda Team Asia Usai Podium Moto3, Dijuluki ‘Travis Pastrana Moto3’ karena Aksi Beraninya di Lintasan

Start Gemilang, Sempat Terlempar ke Posisi 10

Veda memulai balapan dari baris kedua setelah mengamankan posisi start keempat. Saat lampu start padam, ia langsung menunjukkan refleks luar biasa dan berhasil merebut posisi ketiga ketika memasuki tikungan pertama.

Namun ketatnya persaingan Moto3 membuat situasi berubah dengan cepat. Dalam pertarungan sengit di grup depan, Veda terdorong keluar lintasan dan kehilangan banyak posisi.

Insiden tersebut membuat pembalap berusia 17 tahun itu tercecer hingga posisi ke-10. Kondisi semakin sulit karena grip ban belakang mulai menurun akibat tingginya temperatur lintasan di Goiânia.

Baca Juga: Kapan Veda Ega Pratama Bisa Debut di Moto3? Ini Penjelasan Lengkap Soal Wild Card, Batas Usia, dan Peluang Tampil di MotoGP

Red Flag Jadi Titik Balik

Ketika balapan memasuki lap ke-15, insiden besar yang melibatkan pembalap lain memaksa race director mengibarkan bendera merah atau red flag.

Penghentian balapan tersebut memberikan kesempatan bagi seluruh tim untuk melakukan evaluasi strategi sebelum balapan dilanjutkan dalam format sprint singkat sebanyak lima lap.

Bagi Veda, momen tersebut menjadi titik balik penting. Bersama tim Honda Team Asia, ia melakukan sejumlah penyesuaian pada motor yang membuat performanya meningkat drastis saat restart.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Ukir Sejarah di Moto3 GP Brasil, Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Naik Podium di Kelas Dunia

Bangkit Lewat Aksi Menyalip Berani

Memulai restart dari posisi ke-10, Veda langsung menunjukkan agresivitas sejak tikungan pertama. Ia berhasil naik ke posisi kedelapan hanya dalam beberapa tikungan awal.

Dengan kondisi motor yang lebih ideal, kecepatan Veda meningkat signifikan. Ia mulai memangkas jarak dengan grup depan dan melakukan sejumlah manuver overtaking yang memukau.

Keberaniannya melakukan late braking di beberapa sektor membuat komentator internasional memberikan pujian. Veda tampil tanpa rasa takut menghadapi pembalap-pembalap yang lebih berpengalaman.

Setiap lap dimanfaatkan secara maksimal untuk memperbaiki posisi. Perlahan tetapi pasti, rider Indonesia itu terus merangsek ke barisan depan.

Duel Dramatis di Lap Terakhir

Memasuki dua lap terakhir, Veda sudah berada di posisi keempat dan mulai menempel ketat kelompok podium.

Momen paling menentukan terjadi pada lap terakhir ketika ia melakukan manuver berani di tikungan keempat untuk menyalip rivalnya dalam perebutan posisi ketiga.

Aksi tersebut berhasil dieksekusi dengan sempurna. Veda kemudian mempertahankan posisinya hingga garis finis meski mendapat tekanan besar dari pembalap lain.

Keberhasilannya finis di posisi ketiga langsung disambut meriah oleh tim Honda Team Asia dan para pendukung Indonesia yang mengikuti jalannya balapan.

Podium Bersejarah untuk Indonesia

Podium di Brasil menjadi tonggak sejarah baru bagi motorsport Indonesia. Sebelumnya, hasil terbaik pembalap Indonesia di ajang Grand Prix adalah finis kelima yang juga pernah dicatatkan Veda pada seri sebelumnya.

Tambahan 16 poin dari Brasil membuat Veda kini menempati posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026 dengan total 27 poin.

Posisinya hanya berada di belakang para kandidat juara yang sejak awal musim diprediksi mendominasi persaingan.

Modal Besar Menuju Seri Berikutnya

Usai balapan, suasana penuh kebanggaan menyelimuti paddock Honda Team Asia. Veda mengaku sangat bersyukur atas pencapaian bersejarah tersebut.

Menurutnya, balapan di Brasil menjadi salah satu race paling berat sepanjang kariernya karena menguras fisik dan mental sejak awal hingga akhir lomba.

Keberhasilan meraih podium perdana di Moto3 juga menjadi modal berharga menjelang seri berikutnya di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat.

Dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi dan performa yang terus berkembang, Veda kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 2026. Jika tren positif ini terus berlanjut, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk kembali mencetak sejarah baru di level dunia semakin terbuka lebar.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Honda Team Asia #Moto3 Brasil 2026 #Podium Indonesia