TRENGGALEK NJENGGALEK - Persaingan Moto3 2026 kembali memanas setelah hasil Grand Prix Hungaria direvisi oleh otoritas balap dunia. Keputusan tersebut tidak hanya mengubah posisi finis beberapa pembalap, tetapi juga berdampak langsung pada sistem poin Moto3 yang menjadi penentu klasemen kejuaraan dunia dan Rookie of the Year.
Nama Veda Ega Pratama menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari perubahan tersebut. Pembalap Honda Team Asia itu mendapatkan tambahan poin penting yang membuat posisinya kembali menguat dalam perburuan gelar rookie terbaik musim ini.
Perubahan klasemen terjadi setelah Brian Uriarte, yang sebelumnya finis di posisi keempat, dinyatakan melanggar regulasi terkait pelaksanaan hukuman Long Lap Penalty (LLP). Akibatnya, hasil balapannya dianulir dan statusnya berubah menjadi Did Not Finish (DNF), sehingga seluruh poin yang sempat diraih otomatis hangus sesuai aturan sistem poin Moto3 2026.
Sistem Poin Moto3 Jadi Penentu Utama Klasemen
Dalam kejuaraan Moto3, setiap posisi finis memiliki nilai poin yang berbeda. Pembalap yang finis pertama mendapatkan 25 poin, posisi kedua memperoleh 20 poin, dan posisi ketiga mendapatkan 16 poin.
Selanjutnya, posisi keempat mendapat 13 poin, posisi kelima 11 poin, posisi keenam 10 poin, posisi ketujuh 9 poin, posisi kedelapan 8 poin, posisi kesembilan 7 poin, dan posisi kesepuluh 6 poin.
Sementara itu, posisi ke-11 hingga ke-15 masing-masing memperoleh 5, 4, 3, 2, dan 1 poin. Pembalap yang finis di luar 15 besar tidak mendapatkan poin sama sekali.
Aturan ini membuat setiap posisi sangat berharga. Selisih satu posisi saja dapat memengaruhi perebutan gelar juara dunia maupun Rookie of the Year di akhir musim.
DNF Membuat Seluruh Poin Hilang
Salah satu aturan paling tegas dalam Moto3 adalah status DNF atau Did Not Finish. Ketika seorang pembalap dinyatakan DNF akibat kecelakaan, masalah teknis, atau pelanggaran regulasi, maka ia tidak berhak mendapatkan poin.
Inilah yang terjadi pada Brian Uriarte setelah investigasi GP Hungaria selesai dilakukan. Meski sebelumnya tercatat finis keempat dan berhak atas 13 poin, status DNF membuat seluruh poin tersebut dihapus dari klasemen resmi.
Keputusan itu menjadi pukulan besar karena 13 poin merupakan jumlah yang sangat signifikan dalam persaingan rookie musim ini.
Veda Ega Pratama Raih Keuntungan Besar
Hilangnya poin Uriarte secara otomatis mengubah susunan hasil akhir balapan. Berdasarkan revisi yang dilakukan steward, Veda Ega Pratama naik ke posisi keempat dan berhak memperoleh tambahan poin sesuai regulasi.
Tambahan poin tersebut membuat total koleksi Veda meningkat menjadi 81 poin. Angka itu cukup untuk mengantarkannya kembali ke posisi teratas klasemen Rookie Moto3 2026.
Dalam sistem poin Moto3, tambahan 13 poin dari posisi keempat memang sangat krusial. Bahkan dalam beberapa kasus, selisih kurang dari 10 poin sering menjadi penentu juara dunia pada akhir musim.
Mengapa Sistem Poin Moto3 Sangat Penting?
Moto3 dikenal sebagai kelas yang memiliki persaingan paling ketat di antara seluruh kategori Grand Prix. Selisih waktu antarpembalap sering kali hanya beberapa persepuluh detik, sehingga setiap posisi finis menjadi sangat bernilai.
Karena itulah sistem poin Moto3 dirancang untuk memberikan penghargaan kepada pembalap yang mampu tampil konsisten sepanjang musim. Tidak cukup hanya meraih kemenangan sesekali, seorang pembalap juga harus rutin finis di zona poin.
Keunggulan Veda musim ini justru terletak pada aspek tersebut. Meski tidak selalu menang, pembalap asal Gunungkidul itu mampu mengumpulkan poin secara konsisten hampir di setiap seri.
Peluang Veda Semakin Terbuka
Dengan masih banyaknya seri tersisa pada Moto3 2026, peluang Veda Ega Pratama untuk mempertahankan posisi puncak klasemen rookie masih sangat terbuka. Namun, setiap balapan tetap memiliki risiko tinggi karena satu kesalahan saja bisa membuat pembalap kehilangan poin penting.
Revisi hasil GP Hungaria menunjukkan betapa pentingnya memahami dan mematuhi regulasi balapan. Dalam Moto3, bukan hanya kecepatan di lintasan yang menentukan hasil akhir, tetapi juga kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Bagi Veda Ega Pratama, tambahan poin dari Hungaria menjadi modal berharga untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Jika mampu menjaga konsistensi dan terus finis di zona poin, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk mengakhiri musim sebagai Rookie of the Year akan semakin besar.
Editor : Gita Dwi Nuraini