TRENGGALEK NJENGGALEK – Perubahan besar terjadi dalam klasemen Moto3 2026 setelah pembalap Spanyol, Brian Uriarte, dikabarkan mendapat sanksi diskualifikasi terkait pelanggaran teknis pada ajang Catalunya. Keputusan tersebut memicu efek domino terhadap persaingan papan atas dan menguntungkan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.
Dalam perkembangan terbaru yang ramai dibahas penggemar balap motor, seluruh hasil yang diperoleh Brian Uriarte pada akhir pekan Catalunya disebut dibatalkan. Akibatnya, posisi pembalap-pembalap lain di klasemen Moto3 2026 ikut mengalami perubahan signifikan.
Salah satu yang paling diuntungkan adalah Veda Ega Pratama. Rider muda Indonesia itu kini naik ke posisi keempat klasemen sementara dan semakin dekat dengan persaingan perebutan gelar juara dunia Moto3 musim 2026.
Veda Ega Pratama Masuk Empat Besar
Berdasarkan klasemen terbaru yang beredar, Maximo Quiles masih memimpin persaingan dengan koleksi 145 poin. Posisi kedua ditempati Alvaro Carpe dengan 93 poin, sementara Adrian Fernandez berada di urutan ketiga dengan 90 poin.
Kabar menggembirakan datang dari Veda Ega Pratama yang berhasil menembus empat besar klasemen. Pembalap binaan Honda Team Asia tersebut kini mengumpulkan 67 poin dan berada di posisi keempat.
Sementara itu, Marco Morelli menempel ketat di posisi kelima dengan raihan 62 poin. Selisih lima poin membuat persaingan antara kedua pembalap diperkirakan akan semakin sengit pada seri-seri berikutnya.
Sistem Poin Moto3 Jadi Penentu
Perubahan posisi klasemen ini kembali menunjukkan pentingnya sistem poin dalam kejuaraan Moto3. Setiap poin yang diperoleh pembalap sangat berpengaruh terhadap posisi mereka di klasemen akhir musim.
Dalam Moto3, pemenang balapan memperoleh 25 poin, posisi kedua mendapatkan 20 poin, dan posisi ketiga menerima 16 poin. Pembalap yang finis keempat berhak atas 13 poin, sedangkan posisi kelima memperoleh 11 poin.
Karena itulah, diskualifikasi yang menimpa Brian Uriarte memberikan dampak besar terhadap perolehan angka para rivalnya. Selisih beberapa poin saja dapat mengubah posisi klasemen secara signifikan, terutama di pertengahan musim yang masih menyisakan banyak seri balapan.
Dukungan Penggemar untuk Veda
Kenaikan posisi Veda Ega Pratama juga disambut antusias oleh para penggemar MotoGP dan Moto3 Indonesia. Banyak komentar optimistis yang berharap pembalap asal Gunungkidul tersebut mampu terus mempertahankan konsistensinya.
Sebagian penggemar menilai peluang Veda untuk menembus tiga besar bahkan posisi runner-up masih sangat terbuka jika mampu terus mengumpulkan poin secara konsisten pada setiap balapan.
Ada pula yang berharap Veda bisa meraih podium pada seri berikutnya di Hungaria dan memangkas jarak dengan para pembalap yang berada di depannya.
Peluang Masih Terbuka
Meski berhasil naik ke posisi keempat, perjuangan Veda Ega Pratama masih jauh dari selesai. Selisih poin dengan Adrian Fernandez yang berada di posisi ketiga mencapai 23 poin, sementara jaraknya dengan Alvaro Carpe di posisi kedua terpaut 26 poin.
Namun dengan masih banyaknya seri tersisa pada musim 2026, peluang untuk memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka lebar. Konsistensi meraih poin dan menghindari kesalahan akan menjadi faktor penting dalam menjaga peluang tersebut.
Masuknya Veda ke empat besar klasemen Moto3 2026 menjadi bukti perkembangan positif pembalap Indonesia di level dunia. Kini perhatian publik tertuju pada penampilannya di seri berikutnya untuk melihat apakah momentum ini bisa dimanfaatkan menjadi langkah menuju podium dan persaingan gelar juara dunia.
Editor : Gita Dwi Nuraini