TRENGGALEK NJENGGALEK – Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dalam gelaran Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park. Pembalap muda Indonesia itu menunjukkan daya juang luar biasa setelah harus menjalani hukuman long lap penalty (LLP) dan sempat terlempar jauh dari zona poin.
Di tengah situasi sulit yang dihadapinya, Veda tetap mampu bangkit dan menuntaskan balapan dengan raihan satu poin penting. Sementara itu, rivalnya asal Spanyol, Brian Uriarte, justru mengalami nasib berbeda setelah gagal finis akibat insiden dramatis pada lap terakhir.
Veda Ega Pratama Hadapi Tantangan Berat Sejak Kualifikasi
Performa Veda sebenarnya cukup menjanjikan sejak sesi kualifikasi. Pembalap Honda Team Asia tersebut mampu menunjukkan kecepatan kompetitif dan bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3.
Namun persaingan ketat di sesi Q2 membuat posisi Veda terus berubah. Ia akhirnya harus puas mengamankan posisi start kedelapan untuk balapan utama. Hasil tersebut membuat tantangan yang dihadapinya semakin berat, terlebih karena dirinya juga harus menjalani hukuman long lap penalty saat balapan berlangsung.
Meski demikian, Veda tetap optimistis menghadapi balapan dan bertekad memberikan hasil terbaik bagi tim serta para pendukungnya.
Long Lap Penalty Bikin Posisi Veda Terjun Bebas
Saat balapan dimulai, Veda langsung menunjukkan agresivitasnya. Ia mampu memperbaiki posisi pada lap-lap awal dan bersaing dengan kelompok depan.
Sayangnya, hukuman long lap penalty yang harus dijalani membuat situasi berubah drastis. Setelah keluar dari jalur penalti, posisinya langsung merosot jauh hingga berada di luar 15 besar.
Di kelas Moto3 yang memiliki persaingan sangat rapat, kehilangan beberapa detik saja bisa membuat seorang pembalap tertinggal cukup jauh dari rombongan utama. Kondisi itulah yang dialami Veda di Balaton Park.
Namun pembalap asal Gunungkidul tersebut tidak menyerah. Ia terus berusaha memangkas jarak dan mengejar para pembalap di depannya.
Mental Baja Veda Ega Pratama Jadi Sorotan
Kemampuan bangkit setelah mengalami kesulitan menjadi salah satu aspek yang paling mendapat perhatian sepanjang balapan.
Lap demi lap, Veda mulai menunjukkan ritme yang semakin baik. Dengan manuver yang bersih dan terukur, ia berhasil menyalip sejumlah pembalap dan perlahan kembali mendekati zona poin.
Perjuangan tersebut memperlihatkan mentalitas kuat yang dimiliki pembalap berusia 17 tahun itu. Saat banyak pembalap muda mungkin kehilangan fokus setelah menjalani penalti, Veda justru mampu menjaga konsistensi hingga akhir balapan.
Performa tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena menunjukkan kedewasaan dan kemampuan mengelola tekanan di level kejuaraan dunia.
Drama Lap Terakhir, Brian Uriarte Gagal Finis
Sementara Veda berjuang dari belakang, persaingan di kelompok depan berlangsung sangat sengit. Brian Uriarte terlibat dalam perebutan posisi podium bersama beberapa pembalap lainnya menjelang akhir balapan.
Ketegangan mencapai puncaknya pada lap terakhir ketika sejumlah pembalap bertarung sangat dekat untuk memperebutkan posisi tiga besar.
Insiden pun tidak dapat dihindari. Benturan yang terjadi membuat beberapa pembalap gagal menyelesaikan balapan, termasuk Brian Uriarte. Akibat kecelakaan tersebut, pembalap Red Bull KTM Ajo itu harus menerima kenyataan pahit tidak mampu membawa pulang poin dari Hungaria.
Kegagalan Uriarte finis menjadi salah satu momen paling menentukan dalam jalannya balapan Moto3 Hungaria 2026.
Satu Poin Berharga untuk Indonesia
Di tengah kekacauan yang terjadi pada lap terakhir, Veda mampu menjaga konsentrasi dan menghindari insiden. Ia akhirnya menyentuh garis finis di posisi ke-15.
Hasil tersebut memang hanya menghasilkan satu poin tambahan. Namun poin itu terasa sangat penting mengingat perjuangan berat yang harus dilalui sejak awal balapan.
Dari posisi belakang setelah menjalani penalti, Veda mampu membuktikan bahwa dirinya tetap memiliki daya saing dan tidak mudah menyerah dalam situasi apa pun.
Satu poin tersebut juga menjadi bukti konsistensi Veda yang terus berusaha mengumpulkan angka di setiap seri musim ini.
Peluang Veda di Sisa Musim Moto3 2026
Musim Moto3 2026 masih menyisakan sejumlah balapan yang berpotensi mengubah peta persaingan klasemen. Karena itu, hasil di Hungaria dapat menjadi modal berharga bagi Veda untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
Selain mendapatkan tambahan poin, pembalap Indonesia itu juga memperoleh kepercayaan diri yang lebih besar setelah berhasil bangkit dari situasi sulit.
Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terus menunjukkan perkembangan positif, peluang Veda Ega Pratama untuk memperbaiki posisinya di klasemen akhir musim masih terbuka lebar.
Moto3 Hungaria 2026 mungkin tidak menghadirkan podium bagi Veda. Namun balapan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, ketenangan, dan mental kuat dapat membantu seorang pembalap bertahan dalam situasi tersulit sekalipun.
Editor : Gita Dwi Nuraini