TRENGGALEK NJENGGALEK – Brian Uriarte menjadi sosok yang paling dirugikan setelah revisi hasil Moto3 Grand Prix Hungaria 2026 resmi diumumkan. Pembalap muda asal Spanyol tersebut kehilangan seluruh poin yang sempat diraihnya setelah otoritas balap dunia mengubah status finisnya menjadi Did Not Finish (DNF).
Keputusan tersebut diambil setelah Dorna Sports dan Federasi Internasional Sepeda Motor (FIM) menyelesaikan investigasi pascabalapan yang berlangsung selama tiga hari. Hasil penyelidikan menemukan adanya pelanggaran terkait pelaksanaan penalti selama balapan berlangsung.
Akibat revisi tersebut, Brian Uriarte yang sebelumnya finis di posisi keempat dan mengamankan 13 poin penting kini harus rela melihat namanya dicoret dari daftar peraih poin GP Hungaria 2026. Perubahan ini sekaligus menjadi salah satu keputusan paling kontroversial dalam persaingan rookie Moto3 musim ini.
Investigasi Pascabalapan Berlangsung Tiga Hari
Drama bermula setelah Moto3 GP Hungaria selesai digelar di Sirkuit Balaton Park. Meski hasil balapan telah diumumkan, tim pengawas balapan masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah insiden yang terjadi sepanjang lomba.
Dorna dan FIM kemudian mengumpulkan berbagai bukti untuk memastikan seluruh pembalap menjalankan regulasi secara benar. Rekaman video dari berbagai sudut kamera, data telemetri motor, hingga laporan marshal menjadi bahan utama dalam proses investigasi.
Peninjauan ulang tersebut dilakukan secara menyeluruh karena hasilnya berpotensi memengaruhi klasemen kejuaraan dunia, khususnya kategori rookie Moto3 2026.
Baca Juga: Brian Uriarte Kehilangan Poin Usai Revisi Hasil Moto3 Hungaria 2026, Persaingan Rookie Makin Memanas
Status Finis Brian Uriarte Diubah Menjadi DNF
Sebelum revisi diumumkan, Brian Uriarte tampil cukup impresif di Hungaria. Pembalap muda Spanyol itu berhasil menyelesaikan balapan di posisi keempat dan membawa pulang 13 poin.
Namun hasil tersebut akhirnya dibatalkan. Dalam keputusan resmi yang dirilis otoritas balap, posisi finis Uriarte dianulir dan diganti menjadi DNF.
Perubahan status dari posisi empat besar menjadi DNF tergolong sangat jarang terjadi dalam balap motor dunia. Konsekuensinya pun sangat besar karena seluruh poin yang telah diperoleh langsung dihapus dari klasemen.
Bagi Uriarte, keputusan tersebut menjadi pukulan berat karena kehilangan poin penting saat persaingan rookie sedang berlangsung ketat.
Long Lap Penalty Jadi Sumber Masalah
Berdasarkan hasil evaluasi, akar persoalan yang menjerat Brian Uriarte berkaitan dengan pelaksanaan Long Lap Penalty (LLP).
Dalam regulasi Moto3, pembalap yang mendapat LLP wajib melewati jalur khusus yang lebih panjang sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran sebelumnya. Jalur itu harus dilalui sesuai prosedur dan batas lintasan yang telah ditentukan.
Tim pengawas menemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan penalti tersebut. Dugaan pelanggaran terjadi saat eksekusi LLP sehingga dianggap memberikan keuntungan waktu yang tidak semestinya.
Karena pelanggaran dinilai cukup serius, otoritas balap memutuskan menjatuhkan sanksi yang berujung pada perubahan hasil balapan secara total.
Rumor yang Sempat Beredar di Paddock
Sebelum keputusan resmi diumumkan, berbagai spekulasi sempat berkembang di lingkungan paddock Moto3.
Beberapa rumor menyebut adanya kemungkinan protes dari tim lain, masalah teknis pada motor, hingga dugaan pelanggaran berat terkait regulasi teknis. Bahkan muncul spekulasi mengenai ketidaksesuaian berat minimum motor dan penggunaan komponen yang tidak sesuai aturan.
Namun seluruh isu tersebut tidak terbukti. Dorna dan FIM menegaskan bahwa keputusan terhadap Brian Uriarte murni didasarkan pada pelanggaran prosedur saat menjalankan penalti di lintasan.
Dengan demikian, tidak ada kaitan antara sanksi yang diterima Uriarte dengan dugaan masalah teknis maupun faktor di luar regulasi balapan.
Dampak Besar bagi Persaingan Rookie Moto3
Hilangnya 13 poin membuat posisi Brian Uriarte dalam persaingan rookie Moto3 2026 mengalami kemunduran signifikan.
Selain kehilangan peluang memperkuat posisinya di klasemen, keputusan ini juga berpotensi memengaruhi kondisi mental pembalap muda Spanyol tersebut menjelang seri-seri berikutnya.
Meski demikian, musim 2026 masih menyisakan banyak balapan. Uriarte masih memiliki kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki posisinya melalui performa di lintasan.
Insiden di Hungaria sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam kejuaraan dunia, hasil balapan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan. Kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi faktor penting yang dapat menentukan nasib seorang pembalap.
Bagi Brian Uriarte, GP Hungaria 2026 akan menjadi salah satu akhir pekan paling pahit dalam kariernya. Dari perayaan finis empat besar, ia harus menerima kenyataan kehilangan seluruh poin hanya beberapa hari setelah balapan berakhir.
Editor : Gita Dwi Nuraini