TRENGGALEK NJENGGALEK - Brian Uriarte kembali menjadi sorotan utama di Moto3 2026 setelah Dorna Sports dan FIM resmi menolak banding yang diajukan timnya terkait sanksi yang dijatuhkan pasca balapan. Keputusan tersebut membuat pembalap muda asal Spanyol itu kehilangan seluruh poin yang sebelumnya berhasil diraih, sekaligus mengubah peta persaingan klasemen musim ini.
Kasus Brian Uriarte menjadi salah satu kontroversi terbesar yang terjadi sepanjang musim Moto3 2026. Setelah melalui investigasi dan proses evaluasi yang berlangsung selama beberapa hari, otoritas balap dunia memutuskan untuk tetap memberlakukan sanksi yang berdampak langsung terhadap perolehan poin pembalap Spanyol tersebut.
Keputusan mengenai Brian Uriarte itu langsung memicu reaksi luas di kalangan penggemar, media balap, hingga tim-tim peserta Moto3. Sebab, hilangnya poin dalam jumlah besar membuat persaingan menuju gelar rookie maupun klasemen utama kembali terbuka lebar.
Banding Brian Uriarte Resmi Ditolak
Berdasarkan hasil keputusan yang telah diumumkan, tim yang menaungi Brian Uriarte sempat mengajukan banding kepada FIM dan Dorna untuk membatalkan sanksi yang diberikan. Namun setelah seluruh dokumen dan bukti ditinjau ulang, banding tersebut resmi ditolak.
Penolakan itu membuat keputusan sebelumnya tetap berlaku. Seluruh poin yang diperoleh Uriarte pada balapan terkait tidak lagi dihitung dalam klasemen resmi kejuaraan.
Bagi pembalap muda Spanyol tersebut, keputusan ini menjadi pukulan besar. Pasalnya, poin yang hilang sangat berpengaruh terhadap peluangnya dalam persaingan musim 2026 yang masih berlangsung ketat.
Otoritas balap menegaskan bahwa keputusan diambil berdasarkan hasil investigasi dan evaluasi terhadap kepatuhan regulasi yang berlaku. Karena itu, hasil akhir yang telah ditetapkan dianggap bersifat final.
Klasemen Moto3 Berubah Total
Hilangnya poin Brian Uriarte menciptakan perubahan signifikan pada papan klasemen. Sejumlah pembalap yang sebelumnya berada di bawahnya otomatis memperoleh keuntungan dalam perebutan posisi.
Perubahan tersebut membuat persaingan semakin terbuka karena jarak poin antar pembalap kini menjadi lebih rapat. Situasi ini juga meningkatkan tekanan kepada seluruh tim untuk memastikan tidak ada pelanggaran regulasi yang berpotensi menimbulkan sanksi serupa.
Di lingkungan paddock, keputusan tersebut menjadi peringatan keras bahwa setiap aspek teknis maupun prosedural akan diawasi secara ketat oleh steward dan otoritas kejuaraan.
Baca Juga: Brian Uriarte Kena DNF di Moto3 Hungaria 2026, 13 Poin Hangus Usai Investigasi FIM dan Dorna
Veda Ega Pratama Turun ke Posisi Keenam
Di tengah polemik yang melibatkan Brian Uriarte, perhatian publik Indonesia juga tertuju kepada Veda Ega Pratama. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu harus menerima kenyataan turun ke posisi keenam klasemen sementara.
Hasil kurang maksimal yang diperoleh pada seri Hungaria membuat Veda gagal menambah poin penting. Kondisi tersebut dimanfaatkan rival-rivalnya untuk naik ke posisi yang lebih baik dalam klasemen.
Meski demikian, peluang Veda untuk kembali bersaing masih sangat terbuka. Musim Moto3 2026 masih menyisakan sejumlah seri yang dapat dimanfaatkan untuk mengejar ketertinggalan.
Rumor Honda Kalah dari KTM
Selain persoalan klasemen, muncul pula perdebatan mengenai performa motor Honda NSF250RW yang digunakan Veda. Sejumlah pengamat menilai motor KTM masih memiliki keunggulan pada sektor kecepatan puncak di lintasan lurus.
Namun hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi yang menyebut Honda berada dalam kondisi kalah kompetitif secara keseluruhan. Sebaliknya, Honda masih dinilai memiliki keunggulan pada aspek kelincahan dan stabilitas saat melintasi tikungan.
Veda sendiri mengakui terdapat perbedaan karakter antara Honda dan KTM. Menurutnya, setiap motor memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dimaksimalkan oleh pembalap di lintasan.
Persaingan Semakin Ketat
Terlepas dari kontroversi yang terjadi, Moto3 2026 dipastikan memasuki fase yang semakin menarik. Hilangnya poin Brian Uriarte telah mengubah keseimbangan persaingan dan membuka peluang bagi banyak pembalap untuk meraih posisi lebih baik.
Bagi Uriarte, tantangan terbesarnya kini adalah bangkit dari tekanan dan kembali mengumpulkan poin pada seri-seri berikutnya. Sementara bagi Veda Ega Pratama, hasil kurang memuaskan di Hungaria harus dijadikan pelajaran untuk kembali menemukan performa terbaiknya.
Dengan masih banyak balapan tersisa, persaingan Moto3 musim ini diprediksi akan berlangsung semakin sengit. Setiap poin menjadi sangat berharga dan setiap kesalahan berpotensi mengubah arah perebutan gelar hingga akhir musim.
Editor : Gita Dwi Nuraini