Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Profil Lengkap Veda Ega Pratama: Pembalap Muda Asal Gunung Kidul Pembuat Sejarah yang Kini Kuasai Puncak Klasemen Dunia!

Cholifatun Nisak • Minggu, 14 Juni 2026 | 16:27 WIB
Profil Veda Ega Pratama, pembalap muda Gunung Kidul juara Asia Talent Cup yang kini jadi harapan besar Indonesia menuju panggung MotoGP!
Profil Veda Ega Pratama, pembalap muda Gunung Kidul juara Asia Talent Cup yang kini jadi harapan besar Indonesia menuju panggung MotoGP!

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Gelombang kejutan yang melanda kejuaraan dunia balap motor internasional belakangan ini kembali melambungkan nama Indonesia di pentas global. Di tengah ketatnya persaingan kelas junior, sosok pembalap muda andalan tanah air terus menjadi buah bibir berkat integritas, bakat alami, serta konsistensi performanya yang luar biasa. Berada di bawah bendera Astra Honda Motor dan memperkuat Honda Team Asia, pembalap belia ini sukses menapaki tangga tertinggi kompetisi berkat fondasi balap yang sangat kokoh sejak masa kecilnya.

Sosok fenomenal tersebut adalah Veda Ega Pratama, seorang rider muda berbakat yang lahir di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, pada tanggal 23 November 2008. Meski saat ini usianya baru menginjak 15 tahun, prestasi dan kematangan balap yang ditunjukkan oleh pembalap yang memeluk agama Islam ini benar-benar sudah mendunia. Darah balap Veda mengalir deras dari sang ayah, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional Indonesia. Di bawah bimbingan sang ayah, Veda sudah diperkenalkan dengan atmosfer sirkuit sejak berusia 4 tahun dan terus mengasah kemampuannya di sekolah balap Mons 54.

Untuk mengembangkan bakatnya secara profesional, rider bernomor motor 54 ini kemudian menimba ilmu di Astra Honda Racing School (AHRS). Program pembinaan terstruktur dari PT Astra Honda Motor ini terbukti sukses melejitkan karier internasionalnya. Langkah besar Veda dimulai saat ia turun di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), kompetisi prestisius besutan Dorna Sports yang menjadi jembatan utama bagi para pembalap muda potensial menuju kejuaraan dunia seperti World Superbike (WSBK) dan MotoGP.

Baca Juga: Alvaro Carpe Resmi Didiskualifikasi dari Moto3 Ceko 2026: Imbas Tabrakan Horor David Munoz, Feda Ega Pratama Untung Besar Naik ke Grid 9!

Penguasa Asia Talent Cup yang Mencetak Sejarah

Kiprah Veda di panggung internasional langsung mencuri perhatian sejak tahun 2022. Berstatus sebagai pembalap termuda di ajang IATC 2022, Veda langsung tampil menggebrak dengan mengoleksi total 6 podium juara, di mana tiga di antaranya merupakan podium pertama. Kegemilangan tersebut berlanjut secara masif pada musim balap IATC 2023. Pembalap Astra Honda ini tampil sangat dominan dan mengerikan di atas lintasan dengan Mendulang tujuh kali podium pertama dan satu podium kedua dari total 10 balapan yang diselenggarakan.

Dominasi mutlak tersebut membuat Veda Ega Pratama sukses mengunci gelar juara Asia Talent Cup 2023, bahkan sebelum seri penutup di Qatar dimulai. Keberhasilan ini menorehkan tinta emas dan sejarah manis bagi dunia otomotif tanah air. Veda resmi menjadi pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang mampu memenangkan gelar juara umum Asia Talent Cup. Gelar juara Asia ini menjadi modal dan portofolio yang sangat krusial, mengingat para alumni juara IATC terdahulu seperti Ayumu Sasaki, Somkiat Chantra, dan Deniz Oncu terbukti mampu tampil impresif di level Grand Prix saat ini.

Menembus Regulasi dan Menatap Masa Depan MotoGP

Langkah Veda menuju kelas utama MotoGP tentu membutuhkan kerja keras dan kesabaran ekstra. Sesuai dengan regulasi keselamatan terbaru dari FIM dan Dorna, batas usia minimal pembalap untuk bisa menembus kelas Moto3 adalah 18 tahun, dengan pengecualian khusus berusia 17 tahun bagi mereka yang memenangkan ajang JuniorGP. Oleh karena itu, di usianya yang masih sangat muda ini, Veda terus menempa diri secara konsisten di sirkuit-sirkuit Eropa demi mematangkan insting balapnya agar tetap kompetitif saat promosi ke ajang Grand Prix nanti.

Dengan mentalitas baja yang dibentuk sejak bocah di Gunung Kidul hingga panggung Asia, pemilik akun Instagram @veda_54 ini digadang-gadang menjadi harapan terbesar Indonesia untuk bersaing di level tertinggi balap motor dunia. Konsistensi mengumpulkan poin dan kemampuannya menjaga integritas teknis di atas sirkuit menjadi bukti nyata bahwa Veda bukan sekadar pembalap yang cepat, melainkan calon juara dunia masa depan yang matang. Publik tanah air kini menaruh harapan besar agar Veda terus berkembang dari kelas Moto3, Moto2, hingga akhirnya mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama di MotoGP.

Baca Juga: Dorna dan FIM Bongkar Skandal Mesin Ilegal Rival: Feda Ega Pratama Resmi Meroket Kembali ke Takhta Puncak Klasemen Moto3!

Editor : Cholifatun Nisak
#Veda Ega Pratama #Profil Veda Ega #Pembalap Gunung Kidul #Juara Asia Talent Cup #Astra Honda Racing