Trenggalek Njenggelek - Nama Feda Ega Pratama terus menjadi perbincangan hangat menjelang Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Pembalap muda Indonesia itu disebut-sebut menjadi salah satu fenomena terbesar musim ini setelah tampil konsisten dalam musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3.
Performa impresif Feda Ega Pratama membuat perhatian publik balap Eropa tertuju kepadanya. Bahkan sejumlah media dan pengamat mulai membandingkan pencapaiannya dengan awal karier dua legenda MotoGP, Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Meski perbandingan tersebut masih menjadi bahan diskusi, tidak bisa dimungkiri bahwa kiprah Feda pada musim perdananya berhasil mencuri perhatian banyak pihak. Pembalap asal Gunungkidul itu kini menjadi salah satu rookie paling menjanjikan di paddock Moto3 2026.
Awal Musim yang Mengesankan
Hingga pertengahan musim, Feda mampu mengumpulkan poin secara konsisten dan bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.
Sejumlah hasil positif yang diraih membuat posisinya terus merangkak naik di klasemen sementara. Keberhasilannya menembus papan atas menjadi pencapaian penting mengingat dirinya baru menjalani musim pertama di level Grand Prix.
Konsistensi tersebut membuat nama Feda semakin dikenal di kalangan penggemar balap Eropa, khususnya menjelang balapan di Mugello yang merupakan salah satu seri paling prestisius dalam kalender Moto3.
Gaya Balap Agresif Jadi Sorotan
Salah satu faktor yang membuat Feda mendapat perhatian besar adalah gaya balapnya yang agresif namun efektif. Pembalap Honda Team Asia itu beberapa kali menunjukkan kemampuan menyalip yang berani saat balapan.
Penampilan di Catalunya menjadi salah satu contoh paling menonjol. Meski memulai balapan dari posisi belakang, Feda mampu menembus barisan depan dan mengamankan poin penting.
Kemampuan melakukan pengereman terlambat serta menjaga kecepatan saat memasuki tikungan membuatnya kerap menjadi ancaman bagi para rival.
Karakter balap seperti itu membuat banyak pengamat menilai Feda memiliki naluri balap alami yang sulit ditemukan pada pembalap muda seusianya.
Tantangan Besar di Mugello
Meski tampil menjanjikan, tantangan besar sudah menanti di Moto3 Italia 2026. Sirkuit Mugello dikenal memiliki lintasan lurus panjang yang sangat menguntungkan motor dengan kecepatan puncak tinggi.
Di sisi lain, motor Honda NSF250RW yang digunakan Honda Team Asia kerap dianggap masih kalah dalam aspek top speed dibanding beberapa rivalnya.
Kondisi tersebut membuat Feda harus memaksimalkan keunggulannya pada sektor pengereman dan tikungan cepat untuk menutup kekurangan di lintasan lurus.
Beruntung, Mugello bukan sirkuit yang sepenuhnya asing bagi Feda. Ia pernah membalap di trek tersebut saat tampil dalam ajang junior internasional sehingga sudah memiliki pengalaman dasar mengenai karakter lintasan.
Peluang Tembus Tiga Besar Dunia
Saat ini peluang Feda untuk menembus tiga besar klasemen dunia masih terbuka lebar. Selisih poin dengan para pembalap di atasnya masih memungkinkan untuk dikejar dalam beberapa seri ke depan.
Konsistensi menjadi kunci utama bagi pembalap Indonesia tersebut. Jika mampu terus finis di posisi poin dan memanfaatkan setiap peluang podium, Feda berpotensi mencetak sejarah baru bagi Indonesia di ajang Grand Prix.
Keberhasilannya bersaing dengan pembalap-pembalap binaan akademi besar Eropa juga menjadi bukti bahwa talenta Asia mampu berbicara banyak di level tertinggi balap motor dunia.
Harapan Besar Pecinta Balap Indonesia
Performa Feda Ega Pratama sepanjang musim 2026 telah memunculkan optimisme baru bagi pecinta balap Tanah Air. Kehadirannya di Moto3 membuka peluang Indonesia untuk memiliki pembalap yang mampu bersaing secara reguler di kejuaraan dunia.
Kini perhatian tertuju pada Moto3 Italia 2026 di Mugello. Jika mampu tampil kompetitif di kandang para pembalap Italia dan Spanyol, Feda akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu rookie terbaik musim ini sekaligus calon penantang serius dalam perebutan gelar pada masa mendatang.
Editor : M. Helmi Nurhisam