Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Kembali Pimpin Klasemen Moto3 Rookie 2026, Brian Uriarte Kehilangan Poin Usai Didiskualifikasi di GP Hungaria

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 15 Juni 2026 | 15:12 WIB
Veda Ega Pratama kembali memimpin klasemen Moto3 Rookie 2026 setelah revisi hasil GP Hungaria dan diskualifikasi Brian Uriarte. (PINTEREST)
Veda Ega Pratama kembali memimpin klasemen Moto3 Rookie 2026 setelah revisi hasil GP Hungaria dan diskualifikasi Brian Uriarte. (PINTEREST)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah perubahan besar terjadi dalam hasil resmi GP Hungaria Moto3 2026. Pembalap muda Indonesia itu mendapatkan tambahan poin penting yang membuatnya kembali memimpin klasemen Moto3 Rookie 2026.

Drama ini bermula setelah otoritas balap melakukan evaluasi mendalam terhadap hasil balapan di Sirkuit Balaton Park, Hungaria. Keputusan yang diumumkan beberapa hari setelah balapan tersebut mengubah peta persaingan para rookie secara drastis.

Dalam keputusan terbaru, Brian Uriarte kehilangan seluruh poin yang sebelumnya diraih setelah finis di posisi keempat. Sanksi tersebut membuat Veda Ega Pratama mendapatkan keuntungan besar dan kembali menduduki puncak klasemen Moto3 Rookie 2026 dengan koleksi 81 poin.

Baca Juga: Prediksi Ekonomi Menurut Primbon Jawa 2026 Ramalkan Perubahan Besar, Benarkah Kesejahteraan Masyarakat Akan Meningkat?

Brian Uriarte Kehilangan Poin

Berdasarkan hasil investigasi pascabalapan, status finis keempat Brian Uriarte resmi dibatalkan. Otoritas balap menemukan adanya pelanggaran regulasi yang dinilai cukup serius sehingga pembalap asal Spanyol tersebut dijatuhi sanksi diskualifikasi.

Akibat keputusan itu, seluruh poin yang sempat diperoleh Uriarte di GP Hungaria langsung dihapus dari klasemen. Status hasil balapannya juga direvisi menjadi DNF atau did not finish.

Keputusan tersebut memicu reaksi besar di lingkungan tim dan paddock Moto3. Banyak pihak menilai hukuman itu menjadi pukulan berat bagi peluang Uriarte dalam persaingan rookie musim ini.

Veda Ega Pratama Dapat Kompensasi Poin

Di sisi lain, kabar baik datang untuk Veda Ega Pratama. Pembalap binaan Astra Honda Motor itu sebelumnya harus puas finis di luar zona poin setelah menjalani hukuman long lap penalty.

Namun setelah dilakukan evaluasi teknis terhadap jalur penalti di Sirkuit Balaton Park, ditemukan adanya masalah pada desain lintasan yang dinilai merugikan sejumlah pembalap.

Hasil investigasi menyebut jalur long lap penalty memiliki ukuran yang melebihi standar regulasi. Kondisi tersebut membuat pembalap kehilangan waktu lebih banyak dibandingkan ketentuan normal.

Dalam kasus Veda, kerugian waktu yang dialami disebut mencapai lebih dari empat detik. Angka tersebut sangat besar untuk kategori Moto3 yang memiliki persaingan sangat rapat.

Karena kesalahan berasal dari desain sirkuit dan bukan kesalahan pembalap, otoritas balap akhirnya memberikan koreksi hasil. Veda pun mendapatkan tambahan 10 poin yang membuat total perolehannya menjadi 81 poin.

Honda NSF250RW Masih Kompetitif

Selain kontroversi hasil balapan, performa motor Honda NSF250RW milik Veda juga menjadi perhatian.

Beberapa pengamat sempat menilai motor Honda mulai tertinggal dibanding KTM RC250GP. Namun Veda membantah anggapan tersebut.

Menurutnya, setiap motor memiliki karakteristik berbeda. Honda masih memiliki keunggulan pada sektor aerodinamika dan kestabilan saat melibas tikungan dengan kecepatan tinggi.

Tak hanya itu, Veda juga menegaskan bahwa performa top speed motornya masih sangat kompetitif ketika berada di trek lurus.

Sikap Dewasa Veda Tuai Pujian

Baca Juga: Prediksi Ekonomi Menurut Primbon Jawa 2026 Ramalkan Perubahan Besar, Benarkah Kesejahteraan Masyarakat Akan Meningkat?

Setelah kembali ke Indonesia, Veda mendapat sambutan hangat dari para penggemar dan media.

Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut juga memberikan klarifikasi terkait insiden saat sesi kualifikasi yang berujung hukuman long lap penalty.

Veda menjelaskan bahwa insiden itu terjadi karena miskomunikasi di lintasan dan tidak ada niat untuk menghalangi pembalap lain.

Sikap terbuka dan jujur yang ditunjukkan Veda mendapat apresiasi dari banyak pihak. Mentalitas tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan utama yang dimiliki pembalap muda Indonesia itu dalam menghadapi tekanan kompetisi dunia.

Dengan koleksi 81 poin, Veda kini memegang momentum penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Tantangan tentu tidak akan mudah karena para rival Eropa dipastikan akan berusaha keras mengejar ketertinggalan.

Namun revisi hasil GP Hungaria menjadi bukti bahwa konsistensi, kerja keras, dan keadilan regulasi mampu mengubah jalannya persaingan dalam sekejap.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Veda Ega Pratama #Klasemen Moto3 #GP Hungaria #Moto3 Rookie 2026 #Brian Uriarte