Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Moto3 2026 Diam-Diam Berlatih Sendiri di Jerez, Hasilnya Bikin Rival dan Honda Team Asia Mulai Waspada

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 15 Juni 2026 | 15:24 WIB
Veda Ega Pratama Moto3 2026 tampil mengejutkan saat tes Jerez dan mulai diperhitungkan sebagai rookie berbahaya. (PINTEREST)
Veda Ega Pratama Moto3 2026 tampil mengejutkan saat tes Jerez dan mulai diperhitungkan sebagai rookie berbahaya. (PINTEREST)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Veda Ega Pratama Moto3 2026 kembali mencuri perhatian setelah terungkap metode latihan unik yang dijalaninya menjelang debut di Kejuaraan Dunia Moto3. Di tengah sorotan publik yang semakin besar, pembalap muda Indonesia itu memilih fokus bekerja dalam senyap.

Persiapan Veda Ega Pratama Moto3 2026 dilakukan tanpa banyak publikasi. Namun data hasil pengujian di Sirkuit Jerez, Spanyol, menunjukkan perkembangan yang membuat banyak pihak mulai memperhitungkan kemampuannya.

Tidak sedikit pengamat yang menilai Veda berpotensi menjadi salah satu rookie paling menarik pada musim depan jika mampu mempertahankan konsistensinya.

Baca Juga: Veda Ega Pratama, Moto3 2026, Moto3 Ceko 2026, Brno, Klasemen Moto3 Dunia

Debut yang Tidak Datang Tepat Waktu

Veda sebenarnya harus menunggu lebih lama dibanding beberapa pembalap lain untuk masuk ke Moto3.

Faktor usia membuatnya tidak bisa langsung tampil ketika peluang itu pertama kali muncul. Namun masa tunggu tersebut justru dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan teknis dan mental bertanding.

Kesempatan emas akhirnya datang setelah Veda sukses menembus tiga besar klasemen akhir Red Bull Rookies Cup 2025. Prestasi tersebut membuka jalan baginya menuju kejuaraan dunia lebih cepat dari perkiraan.

Pilih Latihan Tanpa Slipstream

Salah satu hal yang menarik perhatian selama tes di Jerez adalah keputusan Veda menjalani simulasi balapan secara mandiri.

Biasanya pembalap muda memanfaatkan slipstream atau mengikuti rider lain untuk mendapatkan referensi kecepatan. Namun Veda memilih pendekatan berbeda.

Ia menjalani lebih dari 20 lap dengan ritme yang stabil tanpa bantuan siapa pun. Langkah tersebut bertujuan mengukur kemampuan asli sekaligus melatih konsistensi sepanjang balapan.

Hasilnya sangat positif. Catatan waktunya berada di kisaran kompetitif dan bahkan mampu menyentuh angka 1 menit 45,9 detik.

Modal Penting Hadapi Moto3 2026

Dalam balapan Moto3, konsistensi menjadi faktor yang sangat penting. Selisih waktu antar pembalap sering kali hanya beberapa persepuluh detik.

Karena itu, kemampuan menjaga pace selama banyak lap menjadi nilai tambah besar bagi seorang rookie.

Veda berhasil menunjukkan kualitas tersebut selama sesi pengujian. Bahkan hasil simulasi balapnya disebut lebih baik dibanding salah satu peserta yang finis di posisi 15 pada balapan resmi Moto3 sebelumnya.

Fakta itu menjadi modal berharga untuk menghadapi seri pembuka musim 2026.

Baca Juga: Veda Ega Pratama, Moto3 2026, Moto3 Ceko 2026, Brno, Klasemen Moto3 Dunia

Fokus Masuk 10 Besar

Meski mendapat banyak pujian, Veda tetap menunjukkan sikap rendah hati.

Ia mengaku ingin menjalani musim pertamanya dengan fokus belajar dan beradaptasi. Target yang dipasang pun tidak muluk-muluk, yakni mampu menembus 10 besar secara konsisten.

Pendekatan tersebut mendapat apresiasi dari banyak penggemar karena menunjukkan kedewasaan berpikir yang jarang dimiliki pembalap muda.

Indonesia Menaruh Harapan Besar

Kehadiran Veda di Moto3 memberikan harapan baru bagi dunia balap Indonesia.

Selama bertahun-tahun, publik menantikan munculnya pembalap yang mampu bersaing secara konsisten di level Grand Prix. Kini harapan itu mulai terlihat nyata melalui sosok Veda.

Dengan bekal hasil tes yang menjanjikan, mentalitas kuat, serta dukungan penuh dari Honda Team Asia, peluang untuk menciptakan kejutan pada musim debut bukanlah hal yang mustahil.

Moto3 2026 akan menjadi panggung pembuktian sesungguhnya. Namun satu hal sudah terlihat jelas, Veda Ega Pratama datang bukan sekadar menjadi peserta, melainkan untuk menunjukkan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing dengan talenta terbaik dunia.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Honda Team Asia #rookie Moto3 #Jerez Spanyol