Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Profil Veda Ega Pratama, Juara Asia Talent Cup yang Digadang Jadi Harapan Baru Indonesia Menuju MotoGP, Perjalanan Kariernya Bikin Kagum

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 15 Juni 2026 | 15:40 WIB
Veda Ega Pratama, juara Asia Talent Cup asal Indonesia yang diproyeksikan menembus MotoGP dunia. (PINTEREST)
Veda Ega Pratama, juara Asia Talent Cup asal Indonesia yang diproyeksikan menembus MotoGP dunia. (PINTEREST)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Veda Ega Pratama semakin dikenal pecinta balap motor Indonesia setelah berhasil mencetak sejarah sebagai juara Asia Talent Cup. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut kini menjadi salah satu talenta paling menjanjikan yang diproyeksikan menembus ajang balap dunia hingga MotoGP.

Kesuksesan Veda Ega Pratama tidak diraih secara instan. Sejak usia sangat muda, ia telah menunjukkan bakat luar biasa di lintasan balap. Berkat dukungan keluarga dan pembinaan yang tepat, kariernya terus berkembang hingga mampu mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

Sebagai juara Asia Talent Cup, Veda Ega Pratama kini menjadi simbol harapan baru bagi Indonesia untuk kembali memiliki pembalap yang mampu bersaing di panggung Grand Prix dunia. Prestasi yang diraihnya bahkan membuat banyak pihak optimistis terhadap masa depannya.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 2026 Bikin Bos Honda Takjub, Latihan Balapan Sendirian Sebelum Debut dan Catat Waktu Mengejutkan

Awal Karier Sejak Usia Empat Tahun

Veda Ega Pratama lahir di Wonosari, Gunungkidul, pada 23 November 2008. Meski usianya masih sangat muda, kiprahnya di dunia balap sudah dimulai sejak kecil.

Saat berusia empat tahun, Veda mulai mengenal dunia balap motor. Bakatnya terlihat sejak dini sehingga mendapat perhatian khusus dari sang ayah, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional.

Peran sang ayah sangat penting dalam perkembangan karier Veda. Ia dibimbing dan diasah kemampuannya melalui sekolah balap Mons 54 yang menjadi tempat awal pembentukan mental serta teknik balapnya.

Bergabung dengan Astra Honda Racing School

Untuk meningkatkan kemampuan secara profesional, Veda kemudian mengikuti Astra Honda Racing School (AHRS), program pembinaan pembalap muda yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor.

Melalui AHRS, kemampuan Veda berkembang pesat. Program tersebut memang dirancang untuk mencari dan membina talenta muda Indonesia agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Dari sinilah jalan menuju kompetisi internasional mulai terbuka. Veda kemudian mendapat kesempatan tampil di ajang Idemitsu Asia Talent Cup, kompetisi yang dikenal sebagai salah satu jalur pembinaan menuju World Superbike dan MotoGP.

Dominasi di Asia Talent Cup

Performa Veda mulai mencuri perhatian pada musim 2022. Saat menjadi salah satu pembalap termuda di kompetisi tersebut, ia berhasil mengoleksi enam podium dari berbagai seri balapan yang diikutinya.

Tiga podium di antaranya berakhir dengan kemenangan. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa yang dimiliki pembalap muda Indonesia itu.

Puncak performanya terjadi pada musim 2023. Veda tampil sangat dominan dengan mengoleksi tujuh kemenangan dan satu podium kedua dari 10 balapan yang digelar.

Hasil impresif tersebut membuatnya berhasil mengunci gelar juara Asia Talent Cup sebelum musim berakhir. Bahkan saat masih tersisa satu seri di Qatar dengan dua balapan yang harus dijalani, posisi Veda sudah tidak mampu dikejar para rivalnya.

Prestasi ini menjadi sejarah baru bagi dunia balap Indonesia. Veda Ega Pratama tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil merebut gelar juara Asia Talent Cup.

Peluang Menuju MotoGP

Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 2026 Bikin Bos Honda Takjub, Latihan Balapan Sendirian Sebelum Debut dan Catat Waktu Mengejutkan

Keberhasilan menjadi juara Asia Talent Cup dianggap sebagai pondasi penting dalam perjalanan karier Veda menuju balapan Grand Prix.

Sejumlah mantan juara Asia Talent Cup seperti Ayumu Sasaki, Somkiat Chantra, hingga Dennis Foggia mampu menunjukkan performa kompetitif di level yang lebih tinggi. Jejak serupa berpeluang diikuti oleh Veda apabila mampu terus berkembang.

Meski demikian, perjalanan menuju MotoGP masih panjang. Veda harus terus meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan konsistensinya agar dapat bergabung dengan tim yang kompetitif di Moto3.

Jika mampu mempertahankan perkembangan positifnya, bukan tidak mungkin Veda akan melanjutkan langkah ke Moto2 hingga suatu hari nanti tampil di MotoGP dan membawa nama Indonesia bersaing dengan para pembalap terbaik dunia.

Saat ini, Veda Ega Pratama menjadi salah satu aset paling berharga bagi masa depan balap motor Indonesia. Dengan usia yang masih sangat muda, peluang untuk terus berkembang masih terbuka sangat lebar.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Veda Ega Pratama #Astra Honda Racing School #Asia Talent Cup #pembalap indonesia #motogp