TRENGGALEK NJENGGELEK - motor latihan Veda Ega Pratama akhirnya diperlihatkan ke publik melalui sebuah sesi unboxing dan obrolan santai bersama Rudi Trijaya. Motor yang digunakan bukan motor harian yang dimodifikasi, melainkan motor balap prototype khusus yang dipakai untuk mengasah kemampuan pembalap muda Indonesia tersebut menuju level internasional.
Dalam video tersebut, motor latihan Veda Ega Pratama menjadi sorotan karena memiliki spesifikasi yang cukup mirip dengan motor yang digunakan di ajang Asia Talent Cup. Kehadiran motor ini disebut sebagai salah satu faktor penting dalam proses persiapan Veda menghadapi persaingan ketat di dunia balap Asia.
Motor yang digunakan adalah Moriwaki 250 cc, sebuah motor prototype racing yang dirancang khusus untuk lintasan balap. Bobotnya jauh lebih ringan dibanding motor harian karena sebagian besar komponennya menggunakan material aluminium.
Moriwaki 250 cc Mirip Motor Asia Talent Cup
Menurut penjelasan tim Veda, Moriwaki tersebut dipilih karena karakteristiknya sangat dekat dengan Honda NSF250R yang digunakan di Asia Talent Cup.
Mulai dari posisi berkendara, geometri motor, sistem pengereman, pelek hingga suspensi memiliki kemiripan yang cukup tinggi. Perbedaan utamanya terletak pada sektor mesin.
Mesin Moriwaki masih menggunakan sistem karburator, sementara motor NSF250R sudah memakai teknologi injeksi dan pengaturan elektronik yang lebih modern. Meski demikian, karakter berkendaranya dinilai sangat cocok untuk kebutuhan latihan.
"Engine brake, riding position, entengnya, power-nya hampir mirip sama NSF," ungkap tim Veda dalam video tersebut.
Karena kemiripan itulah, motor ini dipakai secara rutin sebagai sarana latihan sebelum turun pada kompetisi yang lebih tinggi.
Veda Ega Akui Ada Perbedaan dengan NSF250R
Veda Ega Pratama yang ikut dalam sesi wawancara menjelaskan perbedaan paling terasa antara Moriwaki dan motor Asia Talent Cup berada pada tenaga di putaran atas.
Menurutnya, motor NSF250R memiliki performa atas yang lebih kuat karena menggunakan sistem mapping elektronik yang lebih canggih.
Meski demikian, Moriwaki tetap memberikan sensasi berkendara yang sangat mendekati motor balap sebenarnya.
Veda juga mengungkapkan bahwa pembalap harus mampu menjaga putaran mesin tetap tinggi agar motor dapat mengeluarkan performa maksimal.
"Kalau RPM di bawah dia enggak maju, harus jaga RPM," kata Veda.
Karakter seperti inilah yang membuat latihan menggunakan motor prototype menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan teknis seorang pembalap.
Harga Motor Latihan Veda Bikin Kaget
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah harga motor tersebut.
Tim Veda menjelaskan bahwa saat masih baru sekitar tahun 2010 hingga 2011, Moriwaki 250 cc dibanderol di kisaran Rp120 juta.
Sementara untuk kondisi bekas saat ini, harga pasar diperkirakan berada di rentang Rp50 juta hingga Rp80 juta tergantung kondisi unit.
Nilai tersebut tentu cukup tinggi untuk sebuah motor latihan. Namun bagi pembalap yang sedang membangun karier menuju level internasional, kendaraan seperti ini dianggap sebagai investasi penting.
Apalagi motor tersebut tidak bisa digunakan di jalan raya karena memang dibuat khusus untuk lintasan balap.
Persiapan Menuju Jenjang Balap Lebih Tinggi
Selain membahas motor, video tersebut juga menyinggung perjalanan karier Veda Ega Pratama yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Tim pendukung Veda menilai salah satu kunci keberhasilan pembalap muda tersebut adalah keseriusannya dalam berlatih serta kemampuannya meminimalkan kesalahan saat berada di lintasan.
Berbeda dengan sang ayah yang mengaku cukup sering mengalami insiden ketika masih aktif membalap, Veda dikenal lebih tenang dan jarang terjatuh.
Fokus utama keluarga juga bukan soal keuntungan finansial, melainkan mengejar prestasi setinggi mungkin.
Mereka percaya bahwa rezeki akan mengikuti ketika hasil di lintasan terus meningkat.
Dengan dukungan motor prototype Moriwaki yang memiliki karakter mendekati NSF250R, Veda diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di level Asia hingga membuka peluang menuju kejuaraan dunia pada masa mendatang.