Veda Ega Pratama Ungkap Perjalanan Menuju Moto3, Dari Anak Pembalap Nasional hingga Jadi Harapan Indonesia ke MotoGP

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Senin, 15 Juni 2026 | 16:08 WIB
Veda Ega Pratama berbagi kisah perjalanan menuju Moto3, dari Astra Honda Racing School hingga runner-up Red Bull Rookies Cup. (PINTEREST)
Veda Ega Pratama berbagi kisah perjalanan menuju Moto3, dari Astra Honda Racing School hingga runner-up Red Bull Rookies Cup. (PINTEREST)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Veda Ega Pratama semakin mencuri perhatian publik otomotif Indonesia. Pembalap muda binaan Astra Honda tersebut bersiap menjalani musim debut di ajang Moto3 World Championship setelah menorehkan berbagai prestasi membanggakan sepanjang kariernya.

Perjalanan Veda Ega Pratama menuju Moto3 tidak terjadi secara instan. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu tumbuh dalam lingkungan balap karena sang ayah, Sudarmono, merupakan mantan pembalap nasional yang telah mengenalkannya pada dunia motorsport sejak kecil.

Kini, di usia yang masih sangat muda, Veda Ega Pratama menjadi salah satu talenta terbesar Indonesia yang digadang-gadang mampu mengikuti jejak pembalap dunia dan membuka jalan menuju MotoGP bagi Merah Putih.

Baca Juga: Drama GP Hungaria Moto3 2026! Poin Brian Uriarte Dicoret, Veda Ega Pratama Melonjak ke Puncak Klasemen Rookie

Terinspirasi Sang Ayah Sejak Kecil

Dalam wawancara bersama Bola.com, Veda mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap dunia balap berasal dari sang ayah. Menariknya, awal ketertarikannya bukan pada road race, melainkan motocross.

Saat kecil, Veda sering menonton balapan motocross melalui video di internet. Aksi para pembalap yang melompat di lintasan tanah membuatnya tertarik untuk menekuni olahraga tersebut.

Namun seiring waktu, ayahnya melihat bahwa jalur karier road race memiliki jenjang pembinaan yang lebih jelas. Karena itu, Veda mulai diarahkan untuk mencoba balap aspal melalui program pembinaan Astra Honda Racing School.

Seleksi Astra Honda Racing School Jadi Titik Balik

Veda mengaku tidak menyangka bisa lolos seleksi Astra Honda Racing School pada 2018 saat usianya baru 9 tahun. Kala itu, ia bahkan belum memiliki pengalaman balapan yang banyak.

Meski demikian, bakat alaminya berhasil menarik perhatian para instruktur. Dari sinilah perjalanan profesionalnya dimulai.

Menurut Veda, salah satu pelajaran paling berharga yang diperoleh dari Astra Honda Racing School adalah kedisiplinan. Para peserta diwajibkan mengikuti jadwal dengan ketat, mulai dari latihan fisik, sesi teori, hingga berbagai kegiatan pengembangan diri.

Tak hanya teknik balap, para pembalap muda juga mendapatkan pelatihan bahasa Inggris, wawancara media, hingga pemahaman aturan balap internasional.

"Yang paling penting adalah disiplin. Semua jadwal harus tepat waktu dan itu menjadi bekal yang sangat berguna sampai sekarang," ungkapnya.

Mencetak Sejarah di Asia Talent Cup

Nama Veda mulai benar-benar bersinar pada musim 2023 ketika tampil luar biasa di Idemitsu Asia Talent Cup.

Saat itu ia mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil menjadi juara umum Asia Talent Cup. Prestasi tersebut semakin istimewa karena diraih dengan catatan tujuh kemenangan dari total 12 balapan sepanjang musim.

Veda mengaku kesuksesan tersebut didukung oleh pengalaman yang sudah dimilikinya pada musim kedua di kompetisi tersebut.

Kepercayaan diri yang meningkat serta pemahaman terhadap karakter motor membuatnya tampil lebih konsisten dibanding musim sebelumnya.

"Saya tidak menyangka bisa menang tujuh kali dan menjadi juara. Tapi sepanjang musim memang merasa lebih percaya diri," ujarnya.

Runner-up Red Bull Rookies Cup dan Tiket ke Moto3

Baca Juga: Drama GP Hungaria Moto3 2026! Poin Brian Uriarte Dicoret, Veda Ega Pratama Melonjak ke Puncak Klasemen Rookie

Setelah sukses di Asia Talent Cup, Veda melanjutkan karier ke Red Bull Rookies Cup. Di kompetisi yang menjadi tempat lahir banyak bintang MotoGP itu, ia kembali mencatat sejarah.

Musim 2025 menjadi salah satu tahun terbaik dalam kariernya setelah berhasil finis sebagai runner-up klasemen akhir Red Bull Rookies Cup.

Hasil tersebut sekaligus membuka jalan menuju Moto3 World Championship bersama Honda Team Asia.

Menariknya, Veda mengaku tidak pernah menjadikan tiket Moto3 sebagai target utama saat memulai musim. Fokusnya hanya memperbaiki pencapaian dibanding tahun sebelumnya.

Namun performa konsisten membuatnya mampu mengakhiri musim di posisi dua besar dan berhak mendapatkan kesempatan tampil di kejuaraan dunia.

Fokus Menjalani Musim Debut Moto3

Menghadapi Moto3 musim depan, Veda memilih untuk tidak memasang target tinggi. Baginya, musim pertama harus dimanfaatkan untuk belajar sebanyak mungkin.

Ia menyadari persaingan di level dunia jauh lebih ketat karena seluruh pembalap terbaik dari berbagai negara berkumpul dalam satu kompetisi.

Meski demikian, hasil tes bersama Honda Team Asia memberikan kesan positif. Veda merasa nyaman dengan motor, mekanik, serta lingkungan tim yang baru.

Langkah demi langkah kini tengah dipersiapkan oleh pembalap muda Indonesia tersebut. Harapan publik pun semakin besar agar Veda Ega Pratama mampu menjadi pembalap Indonesia pertama yang suatu hari nanti tampil penuh di ajang MotoGP.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Veda Ega Pratama Red Bull Rookies Cup Astra Honda Racing School Asia Talent Cup Moto3 World Championship