TRENGGALEK NJENGGELEK - Veda Ega Pratama menjadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan dalam dunia balap motor Indonesia. Setelah sukses menorehkan sejarah di Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup, pembalap muda tersebut kini bersiap menghadapi tantangan baru di Moto3 World Championship.
Karier Veda Ega Pratama berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Berbekal bakat, kerja keras, dan dukungan keluarga, ia berhasil menembus jalur pembinaan internasional yang selama ini menjadi impian banyak pembalap muda Indonesia.
Tak heran jika Veda Ega Pratama kini dianggap sebagai salah satu calon penerus yang berpotensi mengharumkan nama Indonesia hingga level MotoGP pada masa mendatang.
Berawal dari Motocross
Tidak banyak yang mengetahui bahwa Veda sebenarnya mengawali perjalanan balapnya dari motocross.
Saat masih kecil, ia sangat menyukai aksi-aksi ekstrem para pembalap motocross yang sering ditontonnya melalui berbagai video. Kecintaan itu kemudian membuatnya belajar mengendarai motor sejak dini.
Namun, melihat prospek karier yang lebih jelas di road race, sang ayah Sudarmono mulai mengarahkan putranya untuk beralih ke balapan aspal.
Keputusan tersebut menjadi titik penting yang mengubah arah karier Veda hingga akhirnya bisa bersaing di level internasional.
Didikan Keras Astra Honda Racing School
Veda mengaku Astra Honda Racing School menjadi sekolah kehidupan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan dirinya sebagai atlet.
Selain belajar teknik membalap, para peserta juga dibiasakan menjalani pola hidup disiplin. Keterlambatan sekecil apa pun bisa berujung hukuman fisik yang bertujuan membangun karakter.
Di tempat itu pula Veda mendapatkan berbagai bekal penting seperti latihan kebugaran, pemahaman regulasi balap, hingga kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Seluruh materi tersebut menjadi fondasi yang membantunya ketika harus berkompetisi di luar negeri.
Dominasi di Asia Talent Cup
Puncak kesuksesan pertama Veda terjadi pada musim 2023 saat tampil di Idemitsu Asia Talent Cup.
Dengan performa yang sangat konsisten, ia sukses menjadi pembalap Indonesia pertama yang merebut gelar juara umum kompetisi tersebut.
Sepanjang musim, Veda mencatat tujuh kemenangan dan beberapa podium penting yang membuatnya unggul atas para rivalnya.
Keberhasilan itu tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga membuat namanya mulai diperhitungkan oleh berbagai tim dan pengamat balap internasional.
Menembus Kompetisi Eropa
Setelah menaklukkan Asia Talent Cup, Veda melanjutkan perjalanan ke Eropa melalui Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP.
Persaingan yang jauh lebih ketat tidak membuatnya gentar. Bahkan, ia mampu mencatatkan sejumlah hasil impresif meski sempat mengalami cedera yang memaksanya melewatkan beberapa balapan penting.
Di Red Bull Rookies Cup 2025, Veda berhasil finis sebagai runner-up klasemen akhir. Sementara di JuniorGP, ia menjadi pembalap binaan Astra Honda dengan pencapaian terbaik berkat finis di posisi 10 besar.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pembalap Indonesia mampu bersaing dengan talenta terbaik dunia.
Tantangan Baru Bersama Honda Team Asia
Musim depan, Veda akan memulai petualangan baru bersama Honda Team Asia di Moto3 World Championship.
Meski telah mengantongi banyak pengalaman internasional, ia menyadari tantangan yang akan dihadapi jauh lebih berat. Adaptasi dengan tim baru, persaingan yang semakin sengit, serta tuntutan konsistensi menjadi fokus utama.
Namun Veda memilih untuk menikmati proses tersebut tanpa membebani diri dengan target berlebihan.
Baginya, musim debut adalah kesempatan untuk belajar sebanyak mungkin dan mengumpulkan pengalaman di level tertinggi sebelum melangkah lebih jauh.
Jika perkembangan positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan menjadi nama berikutnya yang membawa Indonesia semakin dekat dengan impian memiliki pembalap tetap di MotoGP.