TRENGGALEK NJENGGELEK– Kabar mengejutkan datang dari kancah Moto3 2026. Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Feda Ega Pratama, resmi naik ke posisi puncak klasemen Rookie of the Year setelah rival terdekatnya, Brian Uriarte, dijatuhi sanksi diskualifikasi dari Grand Prix Catalunya 2026. Keputusan ini menjadi titik balik krusial dalam peta persaingan balap motor dunia musim ini.
Sanksi diskualifikasi terhadap Uriarte dijatuhkan setelah otoritas balap (FIM) menemukan pelanggaran teknis serius terkait penggunaan pelumas atau oli ilegal yang menyalahi regulasi penyuplai tunggal resmi. Setelah melalui pemeriksaan laboratorium independen, hasil kualifikasi dan balapan Uriarte di Catalunya dianulir sepenuhnya. Kondisi ini menjadi "berkah regulasi" bagi Feda Ega Pratama, yang secara otomatis naik ke posisi ketujuh dalam hasil GP Catalunya, menambah pundi poin, dan melesat ke peringkat keempat klasemen dunia dengan total 67 poin.
Persiapan Ekstra Menjelang GP Hungaria
Di balik lonjakan posisinya di klasemen, Feda Ega Pratama justru menunjukkan dedikasi yang memukau menjelang seri Moto3 Hungaria di Sirkuit Balaton Park. Di saat pembalap lain memanfaatkan waktu luang untuk beristirahat, Feda justru menjalani rutinitas latihan yang sangat intensif, bahkan membuat takjub para petinggi tim Honda.
Sirkuit Balaton Park yang asing baginya memaksa Feda bekerja ekstra keras. Ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempelajari karakteristik lintasan, titik pengereman, dan racing line menggunakan simulator serta permainan balap. Rutinitas fisiknya pun tidak kalah ketat, mulai dari bersepeda dengan intensitas tinggi hingga evaluasi data teknis yang dilakukan hingga larut malam.
Kekaguman Wartawan Dorna
Dedikasi Feda bahkan membuat wartawan senior Dorna yang telah meliput MotoGP selama bertahun-tahun merasa tersentuh. Sang wartawan mengaku jarang melihat pembalap muda dengan etos kerja setinggi Feda. Di saat pembalap lain mencari kenyamanan, Feda justru terus mencari cara untuk berkembang. Tidak ada keluhan, tidak ada alasan, yang ada hanyalah semangat membara untuk mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
"Saya telah melihat banyak talenta hebat dan legenda MotoGP, namun dedikasi anak muda ini benar-benar sesuatu yang berbeda," ungkap sang wartawan. Feda tetap rendah hati menanggapi antusiasme tersebut. Baginya, belajar lebih keras adalah keharusan saat menghadapi tantangan sirkuit baru yang belum pernah ia jajal sebelumnya.
Menatap Masa Depan Moto3
Dengan status baru sebagai pemimpin klasemen rookie, beban yang dipikul Feda tentu tidaklah ringan. Namun, kombinasi antara skill individu yang mumpuni, kedisiplinan tinggi, serta dukungan moral dari penggemar di Indonesia menjadikannya salah satu aset paling berharga bagi Honda Team Asia. Seri di Balaton Park pekan ini akan menjadi bukti sahih apakah persiapan matang sang "Predator Asia" ini mampu mengunci dominasinya di kategori pembalap debutan musim 2026.
Seluruh mata kini tertuju pada aksi Feda Ega Pratama. Dukungan doa dan harapan dari tanah air menjadi bahan bakar utama bagi pembalap muda ini untuk terus memberikan performa terbaiknya di lintasan balap Eropa.