TRENGGALEK NJENGGELEK– Di tengah ramainya spekulasi mengenai masa depan pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, di ajang Moto3 2026, muncul klarifikasi penting yang meluruskan berbagai narasi di media sosial. Berdasarkan informasi langsung dari ring satu atau sumber tepercaya di dalam tim, dipastikan bahwa tidak ada indikasi Feda akan pindah ke CFMOTO Aspar Team.
Fokus pada Pembelajaran Tahun Pertama
Rumor yang menyebutkan Feda akan "dibajak" oleh tim Aspar Team musim depan ditepis oleh fakta lapangan. Saat ini, Feda tetap berkomitmen untuk menjalani musim debutnya (rookie season) bersama Honda Team Asia.
-
Proses Pembelajaran: Tahun 2026 ini dijadikan sebagai tahun pembelajaran bagi Feda untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya di level kejuaraan dunia.
-
Stabilitas Karier: Feda merasa sangat nyaman dengan ekosistem yang dibangun oleh Astra Honda Racing Team (AHRT) dan Honda Team Asia. Lingkungan ini dianggap sebagai "rumah" yang mendukung perkembangannya, baik secara teknis maupun mental.
Karakteristik Motor dan Tantangan Teknis
Menanggapi keluhan mengenai performa motor Honda di beberapa seri, perlu dipahami bahwa terdapat perbedaan karakteristik mendasar antara motor Honda dan KTM.
-
Karakteristik Honda: Motor Honda dikenal sangat lincah (agile) dan kuat di tikungan cepat (fast corner). Namun, Honda memiliki tantangan pada stop and go dan hard braking dibandingkan dengan KTM yang menggunakan rangka tubular.
-
Masalah Ban: Feda sempat menjelaskan bahwa ban tipe medium (depan) dan soft (belakang) tidak bekerja maksimal pada karakteristik motor Honda saat ini. Mengganti tipe ban tidak semudah membalik telapak tangan karena harus sesuai dengan behavior motor tersebut.
-
Evaluasi: Tim terus melakukan perbaikan teknis untuk mencari setup yang tepat guna mengatasi masalah manajemen ban agar Feda tidak cepat kehabisan daya cengkeram di putaran akhir balapan.
Target: Bangkit di Seri Asia
Meski hasil di beberapa seri Eropa kurang maksimal, Feda tetap optimistis menatap sisa musim. Fokus terdekatnya adalah menghadapi seri Ceko, sebelum nantinya ia akan tampil di seri Asia.
-
Target Mandalika: Feda menargetkan performa terbaik di sirkuit-sirkuit Asia yang lebih ia pahami karakteristiknya. Secara khusus, ia menaruh harapan besar untuk meraih hasil maksimal, bahkan kemenangan, di Mandalika.
-
Mentalitas: Feda kini menunjukkan kedewasaan dan ketenangan yang lebih besar, baik dalam berkomunikasi dengan tim maupun saat berinteraksi dengan media. Ia tidak lagi terburu-buru, melainkan fokus pada pengumpulan data dan pengalaman tahun ini untuk melakukan serangan balik (attacking) yang lebih kuat di musim depan.
Kesimpulan untuk Penggemar
Para pecinta balap tanah air diimbau untuk tidak mudah percaya pada isu kepindahan yang tidak bersumber dari rilis resmi. Keakraban Feda dengan pembalap lain—seperti momen latihan bersama—adalah bentuk sportivitas dan pertemanan profesional, bukan indikasi perpindahan tim.
Dukungan nyata bagi Feda saat ini adalah dengan terus mengawal perkembangannya sebagai pembalap muda yang sedang berproses menuju level dunia. Feda Ega Pratama adalah aset masa depan Indonesia yang masih membutuhkan waktu dan kepercayaan penuh dalam meniti karier di panggung MotoGP.