Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cedera Marc Marquez Ternyata Lebih Mengerikan dari Dugaan, Saraf Terjepit Akibat Baut Bergeser 2 Mm Bisa Berujung Kerusakan Permanen

Gita Dwi Nuraini • Selasa, 16 Juni 2026 | 16:52 WIB
Cedera Marc Marquez ternyata lebih serius. Baut bergeser 2 mm menekan saraf dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen.(Gemini AI)
Cedera Marc Marquez ternyata lebih serius. Baut bergeser 2 mm menekan saraf dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK - Kondisi cedera Marc Marquez ternyata jauh lebih serius dibanding yang selama ini diketahui publik. Di balik kabar operasi bahu dan patah tulang kaki yang dialaminya, terdapat ancaman lain yang membuat Ducati dan tim medis khawatir, yakni saraf utama yang terjepit akibat pergeseran baut di area bahu kanan.

Cedera Marc Marquez ini disebut berpotensi memengaruhi kemampuan mengendalikan motor MotoGP secara signifikan. Bahkan dalam skenario terburuk, gangguan tersebut dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen jika tekanan berlangsung terlalu lama.

Masalah ini mulai terungkap setelah Marquez mengaku merasakan keanehan pada tubuhnya sejak seri Jerez. Meski secara fisik masih mampu tampil kompetitif, pembalap Ducati itu merasa ada ketidaksesuaian antara instruksi yang dikirim otaknya dengan respons yang diterima dari tangan kanannya saat mengendarai motor.

Baca Juga: Jalan Menuju Bendungan Ngepeh Rusak, Warga Harap Perbaikan Dilanjutkan

Baut Bergeser 2 Milimeter Jadi Penyebab Utama

Berdasarkan penjelasan yang beredar dari hasil pemeriksaan medis, masalah utama berasal dari baut bekas operasi bahu yang bergeser sekitar 1 hingga 2 milimeter dari posisi semula.

Pergeseran yang terlihat kecil tersebut ternyata memiliki dampak besar karena baut menyentuh dan menekan saraf penting di area bahu.

Marquez sendiri mengaku kondisi tersebut membuat performanya menjadi tidak konsisten sepanjang musim. Ia merasa mampu tampil sangat cepat pada satu sesi, namun beberapa jam kemudian justru kehilangan kontrol dan melakukan kesalahan yang tidak biasa.

Kondisi itulah yang diyakini menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang dialaminya di Le Mans hingga mengakibatkan patah tulang metatarsal kelima pada kaki kanan.

Baca Juga: Penjaringan SD Sekolah Rakyat Tersendat dan Kuota Baru Terisi 19 dari Target 90 Siswa, Kesiapan Anak dan Orang Tua Tak Sejelan

Gangguan Saraf Membuat Tangan Sulit Merespons

Saraf yang terdampak memiliki fungsi penting dalam menghubungkan sinyal dari otak ke tangan dan jari-jari.

Akibat tekanan yang terjadi, Marquez mengalami berbagai gejala yang sangat mengganggu bagi seorang pembalap MotoGP. Mulai dari berkurangnya kekuatan tangan, kesulitan melakukan gerakan presisi, munculnya rasa kaku pada lengan, hingga menurunnya sensitivitas saat mengendalikan motor.

Situasi tersebut membuat Marquez kesulitan menerjemahkan apa yang diinginkan otaknya ke dalam gerakan yang akurat di atas motor.

Dalam balapan MotoGP yang menuntut presisi tinggi saat membuka gas, mengerem, dan menentukan racing line, gangguan sekecil apa pun dapat berujung fatal.

"Itulah yang menyebabkan saya melakukan kesalahan, tidak konsisten, dan mengalami kecelakaan yang tidak terduga," ungkap Marquez saat menjelaskan kondisi yang dialaminya.

Baca Juga: Situs Sendang Kamulyan di Desa Kamulan Jadi Kunci Sejarah, Warga dan Pemdes Kembali Gerakkan Bersih-Bersih

Ducati Khawatir Potensi Kerusakan Permanen

Hal yang paling mengkhawatirkan dari cedera Marc Marquez bukan sekadar baut yang bergeser, melainkan dampaknya terhadap saraf yang tertekan dalam waktu cukup lama.

Sejumlah penjelasan medis menyebut bahwa kompresi saraf berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen apabila tidak segera ditangani.

Jika saraf berhasil pulih setelah tekanan dihilangkan, maka fungsi tangan berpotensi kembali normal sepenuhnya. Namun jika sudah terjadi kerusakan permanen, pemulihan bisa menjadi jauh lebih sulit.

Inilah yang membuat kondisi Marquez disebut cukup kompleks oleh berbagai pihak, termasuk lingkungan Ducati.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian bahwa kerusakan permanen benar-benar terjadi. Seluruh proses masih menunggu hasil pemulihan pascaoperasi.

Operasi Dilakukan untuk Membebaskan Tekanan Saraf

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim dokter telah melakukan tindakan operasi pada bahu Marquez bersamaan dengan operasi patah tulang kaki yang dialaminya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pembalap asal Spanyol itu, prosedur operasi bahu relatif sederhana karena hanya bertujuan membuka area tersebut dan mengeluarkan baut yang menyebabkan tekanan pada saraf.

Dengan hilangnya sumber tekanan, dokter berharap fungsi saraf dapat kembali normal secara bertahap.

Marquez sendiri optimistis proses pemulihan dapat berjalan baik. Ia juga mengaku mulai memahami penyebab utama inkonsistensi performanya selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, masalah saraf membuat tubuhnya terkadang gagal merespons ketika dibutuhkan pada momen-momen penting di lintasan.

Harapan Besar untuk Comeback Marquez

Meski cedera yang dialami tergolong serius, peluang Marc Marquez untuk kembali tampil kompetitif masih terbuka lebar.

Keberhasilan operasi menjadi langkah awal yang sangat penting dalam proses pemulihannya. Kini fokus utama adalah memastikan saraf yang sebelumnya tertekan dapat pulih tanpa meninggalkan gangguan permanen.

Ducati dan para penggemar MotoGP pun berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga Marquez dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya.

Jika pemulihan berjalan sesuai rencana, pembalap berjuluk The Baby Alien itu berpotensi kembali lebih kuat setelah terbebas dari gangguan yang selama ini diam-diam membatasi kemampuannya di atas motor MotoGP.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#MotoGP 2026 #Ducati #Cedera Marc Marquez #Saraf Terjepit Marc Marquez #marc marquez