TRENGGALEK NJENGGALEK - Pedro Acosta tampil luar biasa pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Chang, Buriram. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu sukses mencuri perhatian setelah memenangkan Sprint Race sekaligus memimpin klasemen sementara MotoGP untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Nama Pedro Acosta menjadi perbincangan hangat sejak sesi latihan hingga balapan utama. Pembalap muda asal Spanyol tersebut kembali membuktikan dirinya sebagai ujung tombak KTM di tengah dominasi Ducati dan Aprilia yang terlihat sepanjang tes pramusim.
Sejak awal akhir pekan, Pedro Acosta menunjukkan kecepatan kompetitif. Ia berhasil menjadi pembalap KTM terbaik dan mengamankan posisi keenam di grid setelah langsung lolos ke sesi Q2. Meski tidak start dari baris depan, Acosta mampu menunjukkan daya juang tinggi saat balapan berlangsung.
Duel Sengit Pedro Acosta vs Marc Marquez
Momen paling menarik terjadi saat Sprint Race. Acosta terlibat duel panjang melawan juara dunia bertahan Marc Marquez. Keduanya saling salip berkali-kali dalam pertarungan yang berlangsung hampir sepanjang balapan.
Acosta beberapa kali mencoba menyalip Marquez di tikungan 12. Meski sempat melebar dan kehilangan posisi, pembalap berjuluk "The Shark" itu terus memberikan tekanan tanpa henti.
Pertarungan semakin memanas ketika kedua pembalap terlibat aksi side by side di beberapa tikungan. Acosta menunjukkan keberanian luar biasa dengan tetap menyerang meski berhadapan dengan salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP.
Pada lap-lap terakhir, duel keduanya menjadi tontonan yang memukau. Acosta terus mencari celah sementara Marquez bertahan dengan pengalaman dan agresivitas khasnya.
Namun keberuntungan akhirnya berpihak kepada Acosta. Setelah Marquez mendapatkan penalti harus turun satu posisi, pembalap KTM tersebut berhasil mengamankan kemenangan Sprint Race pertamanya di kelas MotoGP.
Kemenangan Bersejarah untuk KTM
Keberhasilan Acosta tidak hanya menjadi kemenangan pribadi. Hasil tersebut juga mencatatkan sejarah baru bagi KTM.
Untuk pertama kalinya, KTM berhasil memiliki pembalap yang memimpin klasemen sementara MotoGP. Prestasi ini menjadi bukti bahwa proyek jangka panjang pabrikan Austria mulai menunjukkan hasil nyata.
Kemenangan Sprint Race juga menjadi jawaban atas berbagai keraguan yang muncul selama pramusim. Sebelumnya Acosta sempat mengeluhkan masalah daya tahan ban belakang yang sering membuat performanya menurun pada akhir balapan.
Namun pada seri pembuka musim ini, KTM terlihat berhasil menemukan solusi yang membuat motor RC16 lebih kompetitif dan konsisten sepanjang balapan.
Baca Juga: Jalan Menuju Bendungan Ngepeh Rusak, Warga Harap Perbaikan Dilanjutkan
Acosta Lanjutkan Tren Positif di Grand Prix
Performa impresif Acosta tidak berhenti di Sprint Race. Pada balapan Grand Prix, ia kembali tampil kompetitif dan terlibat pertarungan sengit dengan Marc Marquez serta Jorge Martin.
Beberapa kali Acosta berhasil menyalip kedua rivalnya meski harus menghadapi kesulitan saat pengereman dan keluar tikungan. Gaya balap agresifnya membuat dirinya terus menjadi ancaman sepanjang lomba.
Meski belum mampu meraih kemenangan di balapan utama, Acosta berhasil finis di posisi kedua. Hasil tersebut cukup untuk membuatnya mempertahankan posisi puncak klasemen dunia.
Pencapaian ini menjadi awal musim yang sangat ideal bagi pembalap berusia 21 tahun tersebut. Setelah dua musim menunjukkan potensi besar, Acosta kini mulai membuktikan dirinya sebagai kandidat serius perebut gelar juara dunia MotoGP 2026.
Dengan kecepatan, keberanian, dan mental bertarung yang ditunjukkan di Thailand, Acosta mengirim pesan jelas kepada para rivalnya, termasuk Marc Marquez. KTM kini memiliki pembalap yang siap menantang dominasi para juara dan membawa pabrikan Austria bersaing dalam perebutan gelar hingga akhir musim.
MotoGP 2026 baru saja dimulai, tetapi Pedro Acosta sudah menunjukkan bahwa dirinya layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan terbesar di grid musim ini.
Editor : Gita Dwi Nuraini