TRENGGALEK NJENGGALEK - Veda Ega Pratama akhirnya mengungkap penyebab performanya yang kurang maksimal pada seri Moto3 Hungaria 2026. Pembalap muda Indonesia itu mengakui dirinya mengalami banyak kendala sepanjang akhir pekan balapan, mulai dari kesalahan saat sesi latihan hingga karakter sirkuit yang kurang cocok dengan motor Honda yang digunakannya.
Dalam sesi wawancara bersama sejumlah media dan komunitas otomotif Indonesia, Veda Ega Pratama menjelaskan bahwa seri Hungaria menjadi salah satu balapan tersulit yang pernah dijalaninya sejak tampil di ajang Grand Prix Moto3 musim ini.
Menurut Veda Ega Pratama, kondisi sirkuit yang baru baginya ditambah karakter lintasan yang memiliki banyak tikungan sempit dan chicane membuat dirinya kesulitan menemukan ritme terbaik selama balapan berlangsung.
Veda Akui Honda Lebih Kuat di Fast Corner
Veda menjelaskan bahwa salah satu keunggulan motor Honda NSF250RW terletak pada sirkuit yang memiliki banyak tikungan cepat atau fast corner. Namun kondisi tersebut berbeda dengan sirkuit Hungaria yang lebih banyak menghadirkan tikungan lambat dan area pengereman keras.
"Memang benar kalau Honda lebih cocok di sirkuit yang banyak fast corner seperti Mugello dan beberapa trek lainnya. Kalau sirkuit yang banyak tikungan sempit dan chicane, kami masih perlu banyak peningkatan," ujar Veda.
Menurutnya, karakteristik motor Honda berbeda dengan motor para rival yang justru lebih kompetitif pada lintasan stop and go. Hal itulah yang membuat dirinya dan beberapa pembalap Honda lainnya kesulitan menemukan setelan terbaik selama akhir pekan balapan.
Kesalahan di FP2 Jadi Awal Masalah
Veda juga mengungkap bahwa dirinya melakukan kesalahan saat sesi latihan bebas kedua (FP2). Insiden tersebut membuatnya kehilangan kesempatan untuk melakukan simulasi balapan secara maksimal.
Akibatnya, tim tidak memiliki cukup data untuk mengetahui kondisi motor ketika ban mulai mengalami penurunan performa setelah beberapa lap.
Saat balapan berlangsung, Veda mengaku sebenarnya mampu bersaing di kelompok depan pada tiga lap awal. Namun setelah menjalani hukuman long lap penalty dan terjebak dalam pertarungan dengan pembalap lain di belakang, performanya mulai menurun karena grip ban berkurang.
"Saya sebenarnya cukup percaya diri sebelum balapan. Tiga lap awal masih bisa mengikuti rombongan depan. Tapi setelah long lap penalty dan ban mulai habis, saya kesulitan untuk kembali mengejar," katanya.
Hukuman Long Lap Jadi Pelajaran Berharga
Selain masalah teknis, Veda juga harus menerima hukuman long lap penalty akibat insiden saat sesi kualifikasi. Ia mengakui kesalahan tersebut terjadi ketika dirinya kembali ke racing line setelah keluar lintasan.
Meski pembalap yang terdampak tidak melakukan protes, race direction tetap menjatuhkan hukuman sesuai regulasi yang berlaku.
Veda menganggap kejadian tersebut sebagai pelajaran penting dalam musim debutnya di Moto3.
Ia menyadari bahwa kesalahan kecil bisa memberikan dampak besar terhadap hasil balapan. Karena itu, dirinya bertekad untuk lebih berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan serupa pada seri-seri berikutnya.
Target Konsisten Raih Poin di Musim Debut
Menjelang paruh kedua musim, Veda memilih untuk tidak memasang target yang terlalu tinggi. Pembalap asal Indonesia itu lebih fokus untuk terus belajar dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin.
Menurutnya, status sebagai rookie membuat proses pembelajaran menjadi haang paling penting saat ini.
Veda mengaku lebih percaya diri menghadapi rangkaian balapan di Asia seperti Motegi, Sepang, dan Mandalika karena sudah memiliki pengalaman balapan di sirkuit-sirkuit tersebut saat mengikuti Asia Talent Cup.
"Saya ingin konsisten meraih poin sebanyak mungkin. Yang paling penting tetap belajar karena ini tahun pertama saya di Grand Prix," ujarnya.
Tetap Santai Hadapi Kritik Netizen
Dalam kesempatan yang sama, Veda juga menanggapi berbagai komentar yang muncul di media sosial. Ia mengaku tidak terlalu terpengaruh oleh pujian maupun kritik dari netizen.
Pembalap berusia muda itu memilih fokus pada proses pengembangan diri dan performa di lintasan dibanding memikirkan komentar negatif.
Sikap tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Veda untuk terus berkembang di tengah ketatnya persaingan Moto3.
Dengan pengalaman berharga dari Hungaria, Veda berharap bisa tampil lebih kompetitif pada seri-seri berikutnya dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di ajang balap motor dunia.
Editor : Gita Dwi Nuraini