Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kiandra Ramadipa Juara di Estoril, Manuver Gila Lap Terakhir Bikin Pembalap Indonesia Kibarkan Merah Putih di Portugal

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 17 Juni 2026 | 15:55 WIB
Kiandra Ramadipa juara di Estoril usai manuver berani lap terakhir. Pembalap Indonesia kibarkan Merah Putih di Portugal.(Gemini AI)
Kiandra Ramadipa juara di Estoril usai manuver berani lap terakhir. Pembalap Indonesia kibarkan Merah Putih di Portugal.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK - Kiandra Ramadipa kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah balap internasional. Pembalap muda binaan Honda Asia Dream Racing Junior Team itu sukses meraih kemenangan dramatis pada seri ketiga Moto3 Junior FIM World Championship 2026 di Sirkuit Estoril, Portugal.

Kemenangan Kiandra Ramadipa menjadi sorotan karena diraih lewat pertarungan sengit sejak awal hingga lap terakhir. Start dari posisi ketujuh, pembalap muda Indonesia tersebut harus menghadapi persaingan ketat dengan sejumlah rider terbaik dunia sebelum akhirnya mengamankan posisi terdepan tepat menjelang garis finis.

Keberhasilan Kiandra Ramadipa di Estoril sekaligus menjadi bukti perkembangan pesat talenta balap Indonesia di level internasional. Penampilan impresifnya sepanjang balapan membuat bendera Merah Putih berkibar di Portugal dan lagu Indonesia Raya berkumandang di podium tertinggi.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Jadi Sorotan Jelang Moto3 GP Ceko, Rumor Honda Boikot Balapan hingga Regulasi Siluman Dipastikan Hoaks

Tampil Meyakinkan Sejak Kualifikasi

Sebelum balapan dimulai, Kiandra Ramadipa sebenarnya sudah menunjukkan potensi besar. Dalam sesi kualifikasi, ia mencatatkan waktu 1 menit 43,818 detik yang menempatkannya di posisi ketujuh grid start.

Meski hanya menempati baris ketiga, selisih waktunya dengan peraih pole position hanya 0,582 detik. Catatan tersebut menunjukkan bahwa pembalap Indonesia itu memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing di kelompok terdepan.

Saat lampu start padam, Ramadipa langsung tampil agresif. Ia berhasil menembus posisi lima besar hanya dalam beberapa tikungan pertama. Namun, karakter Sirkuit Estoril yang terkenal sulit membuat pertarungan berlangsung sangat ketat.

Posisi demi posisi terus berubah. Ramadipa sempat naik ke posisi keempat, lalu turun kembali ke posisi kelima dan keenam akibat duel sengit dengan para rivalnya.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 GP Ceko, Jorge Martinez Sebut Kemenangan Tinggal Soal Waktu

Duel Sengit dengan Grup Terdepan

Memasuki pertengahan balapan, enam hingga sembilan pembalap terus terlibat pertarungan ketat di grup depan. Jarak antarmotor sangat rapat sehingga setiap tikungan menjadi peluang untuk menyalip sekaligus ancaman kehilangan posisi.

Ramadipa menunjukkan kematangan luar biasa sebagai rookie. Ketika beberapa rival memaksakan serangan, ia memilih menjaga ritme dan tetap berada dalam rombongan pemburu kemenangan.

Strategi tersebut terbukti efektif. Secara perlahan ia kembali merangsek ke depan. Pada lap kedelapan, Ramadipa berhasil naik ke posisi ketiga dan mulai menempel ketat dua pembalap yang berada di depannya.

Momentum penting datang beberapa lap kemudian. Memanfaatkan trek lurus Estoril, Ramadipa berhasil menyalip dua pembalap sekaligus dan mengambil alih pimpinan lomba.

Namun memimpin balapan di Estoril bukanlah tugas mudah. Slipstream yang kuat membuat posisi terdepan berkali-kali berpindah tangan. Ramadipa sempat kehilangan posisi pertama sebelum berhasil merebutnya kembali.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Kesulitan di Moto3 Hungaria, Akui Honda Masih Lemah di Tikungan Sempit dan Banyak Chicane

Manuver Penentu di Lap Terakhir

Drama terbesar terjadi pada lap terakhir. Saat memasuki trek lurus utama, Ramadipa yang memimpin balapan kembali disalip dua rivalnya. Dalam hitungan detik, ia turun dari posisi pertama ke posisi ketiga.

Situasi tersebut membuat peluang kemenangan tampak semakin sulit. Namun Ramadipa menolak menyerah.

Memasuki tikungan keenam, salah satu titik pengereman paling berat di Estoril, pembalap Indonesia itu melakukan manuver berani. Ia mengerem lebih dalam dan lebih terlambat dibanding dua rival di depannya.

Hasilnya luar biasa. Satu pembalap berhasil dilewati saat masuk tikungan. Ketika keluar tikungan dan membuka gas penuh, Ramadipa kembali menyalip satu pembalap lainnya.

Dalam satu manuver spektakuler, ia langsung melompat dari posisi ketiga ke posisi pertama.

Setelah itu tidak ada lagi kesempatan bagi rival-rivalnya untuk membalas. Ramadipa menjaga racing line dengan sempurna hingga melewati garis finis di posisi terdepan.

Kibarkan Merah Putih di Portugal

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama Kiandra Ramadipa pada musim debutnya di Moto3 Junior FIM World Championship.

Lebih dari sekadar tambahan poin, hasil ini menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing dan menang di level internasional.

Bendera Merah Putih pun berkibar di podium Estoril, sementara lagu Indonesia Raya menggema di langit Portugal. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan perjuangan panjang seorang pembalap muda yang tidak pernah menyerah meski berkali-kali kehilangan posisi sepanjang balapan.

Penampilan Ramadipa di Estoril menunjukkan bahwa keberanian, konsistensi, dan mental pantang menyerah masih menjadi senjata utama untuk meraih kemenangan. Di tengah persaingan ketat Moto3 Junior World Championship, pembalap Indonesia itu berhasil membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan sebagai salah satu talenta masa depan balap motor dunia.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Kiandra Ramadipa #Moto3 Junior World Championship #Estoril Portugal #Honda Asia Dream Racing Junior Team #Kemenangan Kiandra Ramadipa