Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kiandra Ramadipa Alami Kecelakaan Mengerikan di Mugello, Peluang Podium Red Bull Rookies Cup Sirna di Lap Terakhir

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:15 WIB
Kiandra Ramadipa alami kecelakaan keras di Mugello saat berebut podium Red Bull Rookies Cup pada lap terakhir balapan.(Gemini AI)
Kiandra Ramadipa alami kecelakaan keras di Mugello saat berebut podium Red Bull Rookies Cup pada lap terakhir balapan.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK – Harapan Indonesia untuk kembali meraih podium di ajang Red Bull Rookies Cup harus berakhir dengan cara yang menyakitkan. Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadipa, mengalami kecelakaan keras pada lap terakhir Race 2 di Sirkuit Mugello, Italia, saat masih terlibat dalam pertarungan sengit di barisan depan.

Insiden Kiandra Ramadipa di Mugello langsung menjadi perhatian para penggemar balap motor karena terjadi di area berkecepatan tinggi dan melibatkan situasi yang sangat berbahaya. Beruntung, pembalap Astra Honda Racing Team tersebut terhindar dari tabrakan langsung dengan rider lain yang melaju di belakangnya.

Sejak awal balapan, Kiandra Ramadipa tampil kompetitif dan mampu bertahan di kelompok terdepan. Seperti biasa, balapan Red Bull Rookies Cup di Mugello berlangsung sangat ketat dengan banyak pembalap saling bertukar posisi dari satu tikungan ke tikungan berikutnya.

Baca Juga: Brian Uriarte Kena Diskualifikasi Moto3, Hasil Balapan Dihapus Akibat Oli Tak Sesuai Regulasi, Karier Rookie Spanyol Terancam

Pertarungan Ketat Hingga Lap Penentuan

Memasuki lap-lap akhir, peluang podium masih terbuka bagi sejumlah pembalap yang berada di rombongan depan, termasuk Ramadipa. Karakter Mugello yang memiliki trek lurus panjang membuat slipstream menjadi faktor penting, sehingga posisi pembalap bisa berubah hanya dalam hitungan detik.

Ketika balapan memasuki lap terakhir, intensitas pertarungan meningkat drastis. Seluruh pembalap mulai mengambil risiko lebih besar demi mengamankan posisi terbaik sebelum garis finis.

Dalam situasi yang sangat padat tersebut, sebuah insiden terjadi di depan rombongan. Kejadian itu memaksa para pembalap melakukan manuver menghindar secara mendadak untuk menghindari tabrakan beruntun.

Ramadipa yang masih berada dalam perebutan podium menunjukkan refleks cepat. Ia berhasil menghindari benturan langsung dengan pembalap lain. Namun dalam kondisi kecepatan tinggi dan ruang gerak yang sangat terbatas, motornya kehilangan kestabilan dan melebar ke area gravel.

Baca Juga: Brian Uriarte Didiskualifikasi Moto3, Poin Hangus Gara-Gara Oli Tak Sesuai Spesifikasi, Fadillah Arbi Aditama Naik Posisi dan Pimpin Rookie of The Year

Berusaha Kembali ke Lintasan

Meski keluar lintasan, Ramadipa tidak langsung menyerah. Dengan naluri seorang pembalap, ia berusaha membawa motornya kembali ke aspal agar tetap bisa melanjutkan balapan hingga garis finis.

Namun kondisi ban yang telah melewati area gravel menjadi masalah besar. Debu dan kerikil yang menempel membuat daya cengkeram ban menurun drastis.

Saat kembali menyentuh aspal dan mencoba masuk ke racing line, motor yang dikendarainya tiba-tiba kehilangan traksi. Dalam sekejap, terjadi highside yang cukup keras hingga Ramadipa terlempar dari motornya dan jatuh ke lintasan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Jadi Sorotan Moto3 2026, Rumor Motor Baru Honda hingga Minat Tim Eropa Ramai Dibicarakan

Momen Paling Mengkhawatirkan

Yang membuat kecelakaan ini sangat mengkhawatirkan adalah lokasi insiden yang berada di area dengan kecepatan tinggi. Pada saat yang sama, sejumlah pembalap lain masih melaju dalam kondisi gas penuh menuju garis finis.

Situasi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan yang lebih besar. Dalam balap motor, insiden di area top speed selalu memiliki risiko tinggi karena pembalap di belakang hanya memiliki waktu sangat singkat untuk bereaksi.

Beruntung, para rider yang berada di belakang menunjukkan refleks luar biasa. Mereka berhasil mengubah jalur dan menghindari tubuh Ramadipa yang berada di sekitar lintasan.

Laporan balapan menyebutkan hanya satu pembalap yang sempat menabrak motor yang sudah terlepas dari kendali. Namun tidak ada rider yang menghantam langsung Ramadipa.

Fakta tersebut menjadi kabar yang sangat melegakan bagi para penggemar balap Indonesia yang menyaksikan insiden tersebut.

Gagal Podium, Tetapi Tunjukkan Mental Petarung

Meski gagal meraih podium, performa Ramadipa sepanjang balapan tetap mendapat apresiasi. Sebelum kecelakaan terjadi, pembalap muda Indonesia itu menunjukkan kecepatan kompetitif dan mampu bertahan dalam kelompok yang memiliki peluang besar meraih podium.

Insiden ini juga memperlihatkan mentalitas pantang menyerah yang dimiliki Ramadipa. Saat peluang podium masih terbuka, ia tetap berusaha kembali ke lintasan dan melanjutkan balapan meski situasi yang dihadapi sangat sulit.

Mugello memang dikenal sebagai salah satu sirkuit paling sulit diprediksi di kalender Red Bull Rookies Cup. Efek slipstream yang sangat kuat membuat posisi pembalap bisa berubah berkali-kali hanya dalam beberapa ratus meter menjelang finis.

Karena itu, peluang podium Ramadipa sebenarnya masih sangat terbuka sebelum kecelakaan terjadi. Sayangnya, keberuntungan kali ini belum berpihak kepada wakil Indonesia tersebut.

Kini perhatian utama tertuju pada kondisi fisik Ramadipa setelah mengalami highside keras di lap terakhir. Bagi para pendukungnya, kesehatan dan keselamatan sang pembalap tentu jauh lebih penting dibanding hasil balapan maupun perolehan poin kejuaraan.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Red Bull Rookies Cup #Kiandra Ramadipa #Astra Honda Racing Team #Mugello Italia #Kecelakaan Ramadipa