Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Alvaro Carpe Buka Suara Usai Duel Sengit dengan Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026, Akui Masalah Ban Gagalkan Mimpi Podium

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:20 WIB
Alvaro Carpe buka suara usai duel sengit melawan Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026. Masalah ban jadi penyebab gagal podium.(Gemini AI)
Alvaro Carpe buka suara usai duel sengit melawan Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026. Masalah ban jadi penyebab gagal podium.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK – Pembalap muda Spanyol Alvaro Carpe akhirnya angkat bicara setelah menjalani balapan dramatis pada seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand. Meski berhasil finis di posisi keempat, Carpe mengakui hasil tersebut terasa pahit karena masalah teknis yang membuat peluang podium lepas di depan mata.

Nama Alvaro Carpe menjadi sorotan setelah tampil di bawah ekspektasi pada balapan perdana musim ini. Datang sebagai salah satu kandidat juara dunia Moto3 2026, pembalap berusia 18 tahun itu justru harus berjuang keras mempertahankan posisi dari tekanan para rival, termasuk pembalap Indonesia Veda Ega Pratama.

Dalam wawancara pascabalapan, Carpe mengungkapkan bahwa degradasi ban menjadi penyebab utama dirinya gagal bersaing untuk memperebutkan podium di Thailand.

Baca Juga: Kiandra Ramadipa Alami Kecelakaan Mengerikan di Mugello, Peluang Podium Red Bull Rookies Cup Sirna di Lap Terakhir

Alvaro Carpe Hadapi Masalah Tak Terduga

Sebagai juara JuniorGP dan salah satu lulusan terbaik program pembinaan pembalap Spanyol, Alvaro Carpe datang ke Buriram dengan target besar. Rekam jejak lima podium dan posisi kelima klasemen akhir Moto3 musim lalu membuatnya difavoritkan tampil dominan sejak seri pertama.

Namun kenyataan di lintasan berbeda. Carpe mengaku timnya salah memperkirakan tingkat keausan ban pada kondisi cuaca panas Thailand.

“Ban kami lebih cepat aus dibanding perkiraan,” ujar Carpe.

Masalah tersebut membuat strategi balap yang telah disusun sejak awal pekan tidak berjalan sesuai rencana. Ia yang semula berencana menyerang dan menjaga jarak dari rival justru terpaksa mengubah pendekatan menjadi lebih defensif.

Penurunan performa ban membuat Carpe kesulitan mempertahankan kecepatan saat memasuki fase-fase akhir balapan.

Tekanan Besar dari Veda Ega Pratama

Salah satu faktor yang membuat situasi semakin sulit bagi Alvaro Carpe adalah tekanan konstan dari Veda Ega Pratama.

Sepanjang balapan, pembalap Indonesia tersebut terus menempel ketat di belakang Carpe. Beberapa kali Veda bahkan mencoba mencari celah untuk melakukan manuver menyalip di area pengereman.

Kondisi ini memaksa Carpe berkonsentrasi penuh hingga lap terakhir. Kesalahan kecil saja bisa membuat posisinya langsung direbut rival.

Bagi Carpe, duel melawan Veda menjadi bukti bahwa persaingan Moto3 2026 jauh lebih ketat dibandingkan musim sebelumnya.

Kehadiran pembalap-pembalap muda berbakat dari luar Eropa mulai mengubah peta persaingan yang selama ini didominasi oleh Spanyol dan Italia.

Baca Juga: Kiandra Ramadipa Juara di Estoril! Start Posisi Ketujuh, Pembalap Indonesia Ini Taklukkan Rival dengan Overtake Gila di Lap Terakhir

Duel Sengit Perebutan Podium

Momen paling menegangkan terjadi pada lap terakhir ketika empat pembalap bertarung dalam jarak sangat dekat, yakni Alvaro Carpe, Veda Ega Pratama, Valentin Perrone, dan Adrian Fernandez.

Valentin Perrone berhasil memanfaatkan kesempatan untuk merebut posisi ketiga setelah Carpe sedikit kehilangan momentum akibat penurunan performa ban.

Sementara itu, Veda terus memberikan tekanan hingga tikungan terakhir. Namun pengalaman Carpe berbicara pada saat krusial.

Pembalap Spanyol itu mampu menutup jalur balap yang berpotensi digunakan Veda untuk menyerang. Strategi defensif tersebut berhasil mempertahankan posisinya hingga garis finis.

Carpe akhirnya finis di urutan keempat, tepat di depan Veda dan Adrian Fernandez dengan selisih waktu yang sangat tipis.

Baca Juga: Kiandra Ramadipa Juara Dramatis di Estoril, Overtake Penentu di Lap Terakhir Bawa Pembalap Indonesia ke Puncak Podium

Pahit dan Manis bagi Alvaro Carpe

Usai balapan, Carpe menggambarkan hasil di Thailand sebagai pengalaman “pahit dan manis”.

Sisi positifnya, ia tetap mampu mengamankan poin penting meski motor tidak berada dalam kondisi ideal. Kemampuannya bertahan di tengah tekanan menunjukkan kedewasaan dan pengalaman sebagai salah satu pembalap elite Moto3.

Namun di sisi lain, kegagalan meraih podium menjadi kekecewaan tersendiri.

“Kami harus puas hanya bersaing demi podium, bukan kemenangan,” kata Carpe.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa target utama tim sebenarnya adalah memperebutkan kemenangan, bukan sekadar finis di zona poin.

Fokus Bangkit di Moto3 Brasil

Setelah Thailand, perhatian Alvaro Carpe kini tertuju pada seri berikutnya di Brasil yang akan berlangsung pada 22 Maret mendatang.

Timnya dipastikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data balapan, terutama terkait pengelolaan ban dan pengaturan motor.

Carpe menegaskan bahwa hasil di Buriram harus menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi musim yang masih sangat panjang.

“Ini adalah titik awal yang baik untuk berjuang demi konsistensi,” tegasnya.

Dengan persaingan yang semakin ketat dan munculnya penantang baru seperti Veda Ega Pratama, Carpe sadar tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan jika ingin tetap berada dalam perebutan gelar juara dunia Moto3 2026

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Alvaro Carpe #Moto3 Brasil 2026 #Moto3 Thailand 2026 #Degradasi Ban Moto3