Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Guido Pini Buka Rahasia Kemenangan Perdana Moto3, Dapat Ucapan dari Pecco Bagnaia dan Bidik Gelar Juara Dunia MotoGP

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 17 Juni 2026 | 17:05 WIB
Guido Pini buka rahasia kemenangan Moto3 Austin, dapat ucapan Pecco Bagnaia dan mengaku bermimpi menjadi juara dunia MotoGP.(Gemini AI)
Guido Pini buka rahasia kemenangan Moto3 Austin, dapat ucapan Pecco Bagnaia dan mengaku bermimpi menjadi juara dunia MotoGP.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK – Pembalap muda Italia Guido Pini masih menikmati momen spesial setelah meraih kemenangan perdana di ajang Moto3 World Championship. Rider Leopard Racing itu mengungkapkan berbagai cerita menarik di balik suksesnya menjuarai Grand Prix Amerika Serikat, termasuk pesan spesial yang diterimanya dari bintang MotoGP, Francesco Bagnaia.

Nama Guido Pini menjadi sorotan setelah tampil impresif dan merebut kemenangan dramatis di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas. Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama dalam kariernya di kejuaraan dunia Moto3 dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Italia.

Dalam wawancara terbaru, Guido Pini mengaku masih merasakan dampak perjalanan panjang dari Amerika Serikat. Meski demikian, rasa lelah akibat jet lag langsung terbayar dengan hasil luar biasa yang diraihnya di lintasan.

"Saya masih sedikit terganggu jet lag, tetapi kemenangan ini membuat semuanya terasa lebih mudah. Itu adalah emosi yang luar biasa," ujar Pini.

Baca Juga: Alvaro Carpe Resmi Diskors Satu Balapan Usai Insiden Horor David Munoz, Veda Ega Pratama Diuntungkan di Moto3 Ceko

Sudah Prediksi Duel di Tikungan Terakhir

Pini mengungkapkan dirinya sebenarnya sudah memperkirakan dua pembalap di depannya akan melebar saat memasuki tikungan terakhir. Karena itu, ia fokus menyiapkan akselerasi keluar tikungan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Menurutnya, momen dari tikungan terakhir hingga garis finis terasa sangat panjang meski hanya berjarak sekitar 100 meter.

"Saya hanya berharap Maximo tidak bisa menyalip saya. Rasanya bagian terakhir itu tidak pernah selesai," katanya.

Strategi tersebut terbukti berhasil. Pini mampu mempertahankan posisi hingga garis finis dan memastikan kemenangan yang kemudian menjadi salah satu momen paling berkesan dalam karier balapnya.

Baca Juga: Alvaro Carpe Buka Suara Usai Duel Sengit dengan Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026, Akui Masalah Ban Gagalkan Mimpi Podium

Sempat Terkendala Kondisi Fisik

Di balik kemenangan tersebut, Pini ternyata tidak berada dalam kondisi fisik terbaik. Pembalap berusia 18 tahun itu mengaku sempat mengalami gejala flu selama akhir pekan balapan.

Perubahan cuaca dari Brasil yang panas menuju Texas yang lebih dingin disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tubuhnya.

Meski demikian, ia tetap mampu menjaga performa hingga lap terakhir dan bersaing dengan para rivalnya dalam perebutan kemenangan.

Baca Juga: Kiandra Ramadipa Alami Kecelakaan Mengerikan di Mugello, Peluang Podium Red Bull Rookies Cup Sirna di Lap Terakhir

Dapat Ucapan dari Pecco Bagnaia

Salah satu momen yang paling membekas bagi Pini setelah kemenangan perdananya adalah ketika menerima respons dari juara dunia MotoGP, Francesco Bagnaia.

Pembalap Ducati tersebut memberikan ucapan selamat melalui media sosial, sesuatu yang membuat Pini merasa bangga.

"Pecco membalas unggahan saya di Instagram dan itu sangat menyenangkan. Bagi saya, mendapat perhatian dari pembalap MotoGP yang sudah meraih gelar dunia tentu sangat berarti," ungkapnya.

Selain mengagumi Bagnaia, Pini juga mengaku sejak kecil merupakan penggemar berat Marc Marquez. Bahkan nomor balap 94 yang digunakannya disebut sebagai bentuk penghormatan kepada idolanya tersebut.

Fokus Perbaiki Gaya Balap

Meski sudah meraih kemenangan, Pini menegaskan masih banyak aspek yang harus diperbaiki. Salah satu fokus utamanya adalah menyempurnakan teknik masuk tikungan dan mempersiapkan akselerasi keluar tikungan dengan lebih baik.

Ia juga mengapresiasi peran pelatihnya, Emilio Zamora, yang terus membantu menganalisis setiap detail performa selama akhir pekan balapan.

Menurut Pini, detail kecil sering kali menjadi pembeda antara finis di podium atau sekadar masuk zona poin.

Mimpi Besar Menuju MotoGP

Kemenangan di Austin tidak membuat Guido Pini cepat puas. Pembalap muda Italia itu menegaskan target utamanya masih jauh lebih besar.

Ia mengaku ingin menembus kelas MotoGP dan suatu hari menjadi juara dunia di kategori tertinggi balap motor tersebut.

"Impian saya adalah masuk MotoGP dan memenangkan gelar juara dunia. Itu adalah tujuan terbesar saya," tegas Pini.

Saat ditanya mengenai impian di luar dunia balap, Pini bahkan mengaku belum memiliki target lain. Baginya, saat ini seluruh hidupnya masih berpusat pada sepeda motor dan dunia balap.

Dengan usia yang masih sangat muda, performa yang terus meningkat, serta kemenangan perdana yang sudah berhasil diraih, Guido Pini kini mulai disebut sebagai salah satu calon bintang masa depan Italia yang berpotensi mengikuti jejak para legenda MotoGP.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Moto3 2026 #Pecco Bagnaia #MotoGP Italia #Guido Pini #Leopard Racing