TRENGGALEK NJENGGALEK – Pembalap muda Italia Guido Pini masih menikmati momen spesial setelah meraih kemenangan perdana di ajang Moto3 World Championship. Rider Leopard Racing itu mengungkapkan berbagai cerita menarik di balik suksesnya menjuarai Grand Prix Amerika Serikat, termasuk pesan spesial yang diterimanya dari bintang MotoGP, Francesco Bagnaia.
Nama Guido Pini menjadi sorotan setelah tampil impresif dan merebut kemenangan dramatis di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas. Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama dalam kariernya di kejuaraan dunia Moto3 dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Italia.
Dalam wawancara terbaru, Guido Pini mengaku masih merasakan dampak perjalanan panjang dari Amerika Serikat. Meski demikian, rasa lelah akibat jet lag langsung terbayar dengan hasil luar biasa yang diraihnya di lintasan.
"Saya masih sedikit terganggu jet lag, tetapi kemenangan ini membuat semuanya terasa lebih mudah. Itu adalah emosi yang luar biasa," ujar Pini.
Sudah Prediksi Duel di Tikungan Terakhir
Pini mengungkapkan dirinya sebenarnya sudah memperkirakan dua pembalap di depannya akan melebar saat memasuki tikungan terakhir. Karena itu, ia fokus menyiapkan akselerasi keluar tikungan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Menurutnya, momen dari tikungan terakhir hingga garis finis terasa sangat panjang meski hanya berjarak sekitar 100 meter.
"Saya hanya berharap Maximo tidak bisa menyalip saya. Rasanya bagian terakhir itu tidak pernah selesai," katanya.
Strategi tersebut terbukti berhasil. Pini mampu mempertahankan posisi hingga garis finis dan memastikan kemenangan yang kemudian menjadi salah satu momen paling berkesan dalam karier balapnya.
Sempat Terkendala Kondisi Fisik
Di balik kemenangan tersebut, Pini ternyata tidak berada dalam kondisi fisik terbaik. Pembalap berusia 18 tahun itu mengaku sempat mengalami gejala flu selama akhir pekan balapan.
Perubahan cuaca dari Brasil yang panas menuju Texas yang lebih dingin disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tubuhnya.
Meski demikian, ia tetap mampu menjaga performa hingga lap terakhir dan bersaing dengan para rivalnya dalam perebutan kemenangan.
Dapat Ucapan dari Pecco Bagnaia
Salah satu momen yang paling membekas bagi Pini setelah kemenangan perdananya adalah ketika menerima respons dari juara dunia MotoGP, Francesco Bagnaia.
Pembalap Ducati tersebut memberikan ucapan selamat melalui media sosial, sesuatu yang membuat Pini merasa bangga.
"Pecco membalas unggahan saya di Instagram dan itu sangat menyenangkan. Bagi saya, mendapat perhatian dari pembalap MotoGP yang sudah meraih gelar dunia tentu sangat berarti," ungkapnya.
Selain mengagumi Bagnaia, Pini juga mengaku sejak kecil merupakan penggemar berat Marc Marquez. Bahkan nomor balap 94 yang digunakannya disebut sebagai bentuk penghormatan kepada idolanya tersebut.
Fokus Perbaiki Gaya Balap
Meski sudah meraih kemenangan, Pini menegaskan masih banyak aspek yang harus diperbaiki. Salah satu fokus utamanya adalah menyempurnakan teknik masuk tikungan dan mempersiapkan akselerasi keluar tikungan dengan lebih baik.
Ia juga mengapresiasi peran pelatihnya, Emilio Zamora, yang terus membantu menganalisis setiap detail performa selama akhir pekan balapan.
Menurut Pini, detail kecil sering kali menjadi pembeda antara finis di podium atau sekadar masuk zona poin.
Mimpi Besar Menuju MotoGP
Kemenangan di Austin tidak membuat Guido Pini cepat puas. Pembalap muda Italia itu menegaskan target utamanya masih jauh lebih besar.
Ia mengaku ingin menembus kelas MotoGP dan suatu hari menjadi juara dunia di kategori tertinggi balap motor tersebut.
"Impian saya adalah masuk MotoGP dan memenangkan gelar juara dunia. Itu adalah tujuan terbesar saya," tegas Pini.
Saat ditanya mengenai impian di luar dunia balap, Pini bahkan mengaku belum memiliki target lain. Baginya, saat ini seluruh hidupnya masih berpusat pada sepeda motor dan dunia balap.
Dengan usia yang masih sangat muda, performa yang terus meningkat, serta kemenangan perdana yang sudah berhasil diraih, Guido Pini kini mulai disebut sebagai salah satu calon bintang masa depan Italia yang berpotensi mengikuti jejak para legenda MotoGP.
Editor : Gita Dwi Nuraini