TRENGGALEK NJENGGALEK – Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi perbincangan di ajang Moto3 setelah sukses meraih podium pertamanya musim ini di Moto3 Brasil 2026. Namun menariknya, sorotan kali ini tidak hanya datang dari hasil balapan, melainkan juga dari pengakuan salah satu rival terkuatnya, Alvaro Carpe.
Pembalap muda Spanyol itu secara terbuka mengakui kualitas Veda usai pertarungan sengit di lap-lap terakhir. Menurut Carpe, pembalap Indonesia tersebut memiliki insting balap yang luar biasa, terutama dalam menentukan momen untuk melakukan serangan.
Pujian dari Alvaro Carpe kepada Veda Ega Pratama langsung menjadi perhatian para penggemar Moto3. Pasalnya, komentar tersebut muncul setelah Veda berhasil merebut posisi podium dari tangan Carpe pada tikungan terakhir balapan yang berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil.
Duel Sengit Warnai Moto3 Brasil 2026
Balapan Moto3 Brasil sejatinya dimulai dengan cukup baik bagi Veda. Pembalap Honda Team Asia itu mengawali lomba dari posisi keempat dan langsung merangsek ke barisan depan.
Pada lap-lap awal, Veda bahkan sempat menempati posisi ketiga dan terlihat mampu mengikuti ritme para pembalap terdepan. Namun persaingan ketat khas Moto3 membuat posisinya perlahan merosot hingga keluar dari lima besar.
Situasi semakin sulit ketika Veda turun hingga posisi ke-10 pada pertengahan balapan. Banyak pihak mulai mengira peluang podium pembalap Indonesia itu telah tertutup.
Namun jalannya lomba berubah setelah insiden yang melibatkan pemimpin balapan, David Almansa. Kecelakaan tersebut memaksa race direction mengibarkan bendera merah atau red flag dan menghentikan balapan sementara.
Bangkit Setelah Restart
Setelah balapan dilanjutkan, Veda tampil jauh lebih agresif. Ia mulai menyalip satu per satu lawannya dan perlahan kembali mendekati kelompok terdepan.
Sementara itu di depan, Maximo Quiles memimpin balapan diikuti Adrian Fernandez dan Alvaro Carpe. Ketiganya tampak akan mengamankan posisi podium hingga lap terakhir.
Namun Veda memiliki rencana berbeda.
Pembalap muda Indonesia tersebut terus menjaga jarak dengan para rivalnya sambil menunggu kesempatan terbaik untuk melakukan serangan. Strategi itu terbukti efektif ketika memasuki lap-lap penentuan.
Tikungan Terakhir yang Mengubah Segalanya
Momen paling menentukan terjadi di tikungan terakhir. Saat Alvaro Carpe berada di posisi ketiga dan terlihat aman untuk mengamankan podium, Veda tiba-tiba muncul dari belakang.
Dengan keberanian tinggi, Veda memasukkan motornya ke celah yang sangat sempit dan berhasil melakukan manuver menyalip yang mengejutkan.
Aksi tersebut membuat posisi langsung berubah. Carpe kehilangan tempat di podium, sementara Veda naik ke posisi ketiga dan mengamankan podium bersejarah bagi Indonesia.
Manuver itu menjadi salah satu aksi terbaik sepanjang balapan dan langsung mendapat pujian dari banyak pihak.
Alvaro Carpe Beri Pengakuan
Usai balapan, Alvaro Carpe mengakui bahwa dirinya tidak terlalu terkejut dengan aksi Veda.
Menurut pembalap Spanyol tersebut, Veda memiliki kemampuan membaca situasi balapan dengan sangat baik.
"Dia selalu tahu kapan harus menyerang," ujar Carpe.
Kalimat singkat tersebut kemudian menjadi sorotan besar di kalangan penggemar Moto3. Banyak yang menilai pernyataan itu merupakan bentuk pengakuan atas kecerdasan dan kematangan balap yang dimiliki Veda meski usianya masih sangat muda.
Bagi Carpe, Veda bukan hanya cepat, tetapi juga mampu menunggu momen yang tepat sebelum melancarkan serangan yang menentukan.
Bukti Perkembangan Pesat Veda
Podium di Brasil menjadi bukti nyata perkembangan Veda Ega Pratama di Moto3. Sebelumnya, pembalap Indonesia itu juga tampil impresif dengan finis kelima pada seri pembuka di Thailand.
Kini, hanya dalam dua seri, Veda berhasil naik dari posisi lima besar menjadi podium.
Pencapaian tersebut membuat banyak pengamat mulai memasukkan namanya sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini. Konsistensi performa dan keberanian saat bertarung melawan pembalap-pembalap Eropa menjadi nilai tambah yang terus mendapat perhatian.
Musim Moto3 masih panjang. Namun satu hal sudah pasti, Veda Ega Pratama bukan lagi sekadar pembalap pendatang baru. Dengan kemampuan yang diakui langsung oleh Alvaro Carpe, pembalap muda Indonesia itu mulai menunjukkan bahwa dirinya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu bintang baru Moto3 dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Gita Dwi Nuraini