Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Klasemen Veda Ega Pratama 2026 Terbaru: Rookie Indonesia Duduk di Posisi 6 Dunia, Peluang Tembus Top 5 Moto3 Masih Terbuka Lebar

Muhammad Rusdian Nuzula • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:20 WIB
Klasemen Veda Ega Pratama 2026 terbaru, posisi 6 dunia dengan 71 poin. Peluang masuk top 5 Moto3 masih terbuka. (PINTEREST)
Klasemen Veda Ega Pratama 2026 terbaru, posisi 6 dunia dengan 71 poin. Peluang masuk top 5 Moto3 masih terbuka. (PINTEREST)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Perjalanan klasemen Veda Ega Pratama 2026 menjadi salah satu cerita paling menarik dalam ajang Moto3 musim ini. Pembalap muda Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para talenta terbaik dunia meski baru menjalani musim debut.

Sejak awal musim, klasemen Veda Ega Pratama 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Banyak pengamat awalnya memperkirakan target realistis Veda hanyalah mengumpulkan poin dan belajar beradaptasi dengan atmosfer Kejuaraan Dunia Moto3.

Namun, klasemen Veda Ega Pratama 2026 justru memperlihatkan kejutan besar. Pada seri pembuka di Thailand, pembalap asal Gunungkidul tersebut langsung finis di posisi kelima dan mengirim pesan kuat kepada para rivalnya.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau, Monitoring Sumber Air

Podium Bersejarah di Brasil

Momentum terbesar Veda terjadi saat Moto3 Brasil.

Di Sirkuit Goiania, Veda tampil sangat kompetitif dan berhasil mengamankan podium ketiga. Hasil itu menjadi tonggak penting dalam kariernya sekaligus menempatkan namanya dalam radar media internasional.

Podium tersebut membuat perolehan poin Veda meningkat drastis dan membawanya semakin dekat dengan kelompok elite klasemen Moto3.

Sejak saat itu, targetnya berubah. Bukan lagi sekadar mengumpulkan pengalaman, tetapi mulai bersaing memperebutkan posisi terbaik di klasemen dunia.

Konsisten Saat Rival Kehilangan Poin

Salah satu kelebihan terbesar Veda musim ini adalah konsistensi.

Moto3 dikenal sebagai kelas yang penuh kejutan. Banyak pembalap mampu meraih hasil bagus dalam satu seri, tetapi kesulitan mempertahankan performa sepanjang musim.

Veda justru menunjukkan pola berbeda. Ketika tidak naik podium, ia tetap mampu finis di zona poin.

GP Prancis menjadi contoh nyata. Dalam balapan yang berlangsung ketat, Veda berhasil mengamankan posisi keempat dan menambah poin berharga untuk klasemen.

Konsistensi tersebut membuatnya terus bertahan di kelompok depan saat beberapa rival mengalami kecelakaan atau gagal finis.

Sempat Menghuni Tiga Besar Dunia

Performa stabil sepanjang awal musim membuat Veda sempat menembus posisi tiga besar klasemen sementara.

Pencapaian itu menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing dengan para talenta Eropa yang telah lama berkiprah di jalur pembinaan Grand Prix.

Keberhasilan tersebut juga mengubah pandangan banyak pengamat yang sebelumnya tidak memasukkan nama Veda dalam daftar kandidat penghuni papan atas.

Kendala di Balaton Park

Namun perjalanan musim tidak selalu berjalan mulus.

Pada GP Hungaria di Balaton Park, Veda menghadapi tantangan berat setelah mendapatkan hukuman Long Lap Penalty saat kualifikasi.

Akibatnya, ia kesulitan bersaing di grup depan dan harus puas finis di posisi ke-16. Hasil tersebut membuatnya gagal menambah poin.

Dampaknya langsung terasa pada klasemen sementara yang membuat Veda turun ke posisi keenam.

Selisih Tipis dengan Lima Besar

Meski turun ke posisi keenam, peluang Veda untuk bangkit masih sangat besar.

Saat ini Veda mengoleksi 71 poin dan hanya terpaut satu angka dari Brian Uriarte yang berada di posisi kelima. Bahkan jaraknya dengan posisi ketiga yang ditempati Marco Morelli juga masih relatif dekat.

Kondisi ini membuat GP Ceko dan beberapa seri berikutnya menjadi sangat penting dalam menentukan arah klasemen musim ini.

Jika mampu kembali finis di lima besar, Veda berpeluang besar merebut posisi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau, Monitoring Sumber Air

Musim Bersejarah bagi Indonesia

Terlepas dari hasil akhir nanti, musim 2026 sudah menjadi catatan penting bagi dunia balap Indonesia.

Seorang rookie asal Indonesia mampu bersaing secara konsisten di papan atas Moto3 dan mengumpulkan poin lebih banyak dibanding banyak pembalap berpengalaman.

Dengan satu podium bersejarah, sejumlah finis lima besar, dan posisi keenam klasemen dunia, Veda telah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di paddock Grand Prix.

Kini publik Indonesia menunggu apakah Veda mampu mewujudkan target besar berikutnya: menembus lima besar dunia dan menutup musim debutnya dengan prestasi yang lebih membanggakan.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Klasemen Veda Ega Pratama 2026 #Moto3 Dunia #Top 5 Moto3