Trenggalek Njenggelek - Kabar mengejutkan datang dari ajang Moto3 2026. Pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, resmi didiskualifikasi dari hasil kualifikasi Q2 dan balapan Moto3 Catalunya setelah ditemukan pelanggaran teknis terkait penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi regulasi.
Keputusan tersebut diumumkan oleh pihak MotoGP dan FIM setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan sampel oli motor Brian Uriarte berada di luar spesifikasi yang telah ditetapkan. Akibat penalti tersebut, seluruh hasil yang diraih Uriarte di Moto3 Catalunya dibatalkan, termasuk poin yang sebelumnya berhasil dikumpulkannya.
Brian Uriarte didiskualifikasi Moto3 Catalunya menjadi kabar yang langsung berdampak pada persaingan klasemen pembalap rookie musim ini. Pembalap Indonesia, Fadillah Arbi Aditama, menjadi pihak yang paling diuntungkan karena mendapatkan tambahan poin dan mengambil alih posisi teratas klasemen Rookie of The Year.
MotoGP Temukan Oli di Luar Spesifikasi
Dalam pernyataan resminya, MotoGP menyebutkan bahwa sampel oli yang diambil dari motor Brian Uriarte menunjukkan kandungan yang berada di luar spesifikasi teknis yang diwajibkan dalam regulasi Moto3 musim 2026.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Moto3 Ceko 2026 Lengkap, Klasemen Terbaru Ungkap Peluang Veda Ega Pratama
Padahal seluruh tim peserta Moto3 diwajibkan menggunakan oli resmi dari pemasok tunggal. Regulasi tersebut dibuat untuk menjaga kesetaraan performa dan mencegah adanya keuntungan teknis melalui modifikasi kimia pada pelumas.
FIM secara rutin melakukan pengambilan sampel bahan bakar maupun oli dari motor para pembalap yang finis di posisi depan. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya ketidaksesuaian komposisi kimia pada oli yang digunakan motor Uriarte.
Meski belum ada bukti bahwa pelanggaran dilakukan secara sengaja, regulasi teknis MotoGP menganggap ketidaksesuaian spesifikasi sebagai pelanggaran berat yang otomatis berujung pada diskualifikasi.
Mengapa Hukuman Baru Diumumkan Sekarang?
Banyak penggemar mempertanyakan mengapa keputusan diskualifikasi baru diumumkan beberapa pekan setelah Moto3 Catalunya berlangsung.
Berdasarkan informasi yang beredar di paddock, indikasi pelanggaran sebenarnya sudah ditemukan sejak pemeriksaan awal usai balapan Catalunya. Namun tim Red Bull KTM Ajo menggunakan hak banding mereka dengan meminta pemeriksaan ulang menggunakan sampel cadangan atau sampel B.
Proses pengujian ulang dilakukan saat seri Mugello berlangsung. Sampel kedua tersebut diperiksa kembali untuk memastikan tidak terjadi kesalahan laboratorium pada pemeriksaan pertama.
Hasilnya ternyata tetap sama. Pemeriksaan lanjutan kembali menemukan kandungan oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi resmi. Setelah hasil kedua keluar dan dikonfirmasi, FIM akhirnya menjatuhkan hukuman resmi berupa diskualifikasi terhadap Brian Uriarte.
Dugaan Penyebab Pelanggaran
Hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai penyebab pasti ketidaksesuaian oli tersebut. Namun sejumlah analisis menyebut terdapat beberapa kemungkinan.
Pertama, adanya kontaminasi zat aditif yang mungkin bercampur ke dalam oli resmi. Penambahan zat tertentu dapat mengubah struktur kimia pelumas dan terdeteksi saat pemeriksaan laboratorium.
Kemungkinan kedua adalah adanya residu atau sisa cairan pelumas non-regulasi yang tertinggal di dalam komponen mesin atau transmisi saat proses perakitan dan perawatan motor. Residu tersebut bisa bercampur dengan oli resmi sehingga mengubah hasil pengujian.
Sementara kemungkinan ketiga adalah kesalahan prosedur teknis di dalam tim. Namun hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa KTM Ajo secara sengaja melakukan kecurangan.
Fadillah Arbi Aditama Jadi Penerima Keuntungan
Dampak terbesar dari diskualifikasi Brian Uriarte dirasakan oleh pembalap Indonesia, Fadillah Arbi Aditama. Sebelumnya Arbi finis di posisi kedelapan pada Moto3 Catalunya.
Setelah hasil Uriarte dibatalkan, Arbi naik satu posisi ke urutan ketujuh dan memperoleh tambahan satu poin. Total poin yang dikoleksi pembalap muda Indonesia itu kini bertambah menjadi 67 poin.
Perubahan tersebut membuat Arbi berhasil mengambil alih posisi pertama klasemen Rookie of The Year 2026. Sementara Uriarte yang sebelumnya memimpin harus turun ke posisi kedua akibat kehilangan poin dari seri Catalunya.
Tak hanya itu, posisi Arbi di klasemen umum Moto3 juga semakin menguat. Pembalap asal Indonesia tersebut kini berada di posisi empat besar menjelang seri Moto3 Hungaria.
Dengan persaingan musim yang masih panjang, peluang Fadillah Arbi Aditama untuk mempertahankan status rookie terbaik musim ini semakin terbuka. Namun ancaman dari para rival, termasuk Brian Uriarte yang tentu berusaha bangkit setelah hukuman berat ini, masih menjadi tantangan besar di sisa musim Moto3 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri