Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fadillah Arbi Aditama Naik ke Peringkat 4 Dunia Moto3 2026, Brian Uriarte Didiskualifikasi karena Oli Ilegal Jelang GP Hungaria

Maylanni Diana Fitri • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:20 WIB
Fadillah Arbi Aditama naik ke posisi 4 Moto3 2026 usai Brian Uriarte didiskualifikasi karena pelanggaran oli ilegal.(pinterest)
Fadillah Arbi Aditama naik ke posisi 4 Moto3 2026 usai Brian Uriarte didiskualifikasi karena pelanggaran oli ilegal.(pinterest)

Trenggalek Njenggelek - Kabar mengejutkan mengguncang persaingan Moto3 2026. Pembalap muda Indonesia, Fadillah Arbi Aditama, mendapat keuntungan besar setelah rival terdekatnya, Brian Uriarte, resmi didiskualifikasi dari hasil Moto3 Catalunya 2026 akibat pelanggaran regulasi teknis terkait penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi.

Keputusan tersebut diumumkan menjelang seri Moto3 Hungaria dan langsung mengubah peta persaingan klasemen. Berkat hukuman yang diterima Uriarte, Fadillah Arbi Aditama memperoleh tambahan poin yang membuat posisinya melesat ke peringkat empat klasemen dunia Moto3 2026.

Kasus Brian Uriarte didiskualifikasi Moto3 Catalunya menjadi salah satu kontroversi terbesar musim ini. Pasalnya, pembalap Red Bull KTM Ajo itu sebelumnya tampil impresif dengan finis di posisi keempat dan menjadi pesaing utama Arbi dalam perebutan gelar Rookie of The Year.

Oli Tak Sesuai Regulasi Jadi Penyebab Diskualifikasi

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis yang dilakukan Federasi Balap Motor Internasional (FIM), motor milik Brian Uriarte diketahui menggunakan pelumas yang berada di luar spesifikasi yang diwajibkan regulasi Moto3.

Baca Juga: Judul Berita: Klasemen Moto3 2026 Terbaru Jelang GP Ceko, Veda Ega Pratama Punya Peluang Tembus 3 Besar

Dalam aturan musim 2026, seluruh tim wajib menggunakan oli resmi dari pemasok tunggal yang telah ditetapkan kejuaraan. Kebijakan tersebut dibuat untuk menjaga kesetaraan performa serta mencegah adanya keuntungan teknis dari penggunaan pelumas tertentu.

Sampel oli Uriarte diambil melalui pemeriksaan acak setelah balapan Moto3 Catalunya. Hasil laboratorium kemudian menunjukkan adanya kandungan yang tidak sesuai dengan standar resmi.

Tim Red Bull KTM Ajo sempat mengajukan banding dengan meminta analisis ulang menggunakan sampel kedua atau sampel B. Namun hasil pengujian lanjutan justru menguatkan temuan awal sehingga FIM memutuskan menjatuhkan hukuman diskualifikasi.

Akibatnya, seluruh hasil Uriarte pada GP Catalunya dianulir, termasuk posisi start ketiga saat kualifikasi dan finis keempat saat balapan utama.

Arbi Dapat Tambahan Poin Berharga

Diskualifikasi Uriarte langsung berdampak pada hasil akhir balapan Catalunya. Fadillah Arbi Aditama yang semula finis di posisi kedelapan otomatis naik ke urutan ketujuh.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Rookie Moto3 Paling Fenomenal 2026, Dari Gunungkidul hingga Bikin Dunia Grand Prix Terpukau dan Masuk Radar Calon Bintang Masa Depan

Perubahan tersebut memang hanya menghasilkan tambahan satu poin. Namun poin itu sangat berarti dalam persaingan klasemen yang ketat musim ini.

Arbi kini mengoleksi total 67 poin dan berhasil naik ke posisi keempat klasemen sementara Moto3 2026. Sebaliknya, Uriarte kehilangan 13 poin dan harus turun drastis hingga posisi kedelapan dengan 54 poin.

Tak hanya di klasemen umum, perubahan tersebut juga mengubah persaingan kategori rookie. Arbi sukses merebut kembali status Rookie of The Year dan menggeser Uriarte dari puncak klasemen pembalap debutan.

Persiapan Ekstra Keras Menuju Moto3 Hungaria

Di tengah kabar menggembirakan tersebut, Arbi ternyata tidak menikmati situasi dengan bersantai. Pembalap muda Indonesia itu justru menjalani program latihan yang sangat intens menjelang Moto3 Hungaria di Sirkuit Balaton Park.

Lintasan Balaton Park menjadi tantangan tersendiri karena merupakan sirkuit baru bagi Arbi. Kondisi tersebut membuatnya harus bekerja lebih keras dibanding biasanya untuk memahami karakter trek.

Setiap hari Arbi menjalani latihan fisik dengan bersepeda jarak jauh dan intensitas tinggi. Beberapa rekan latihan bahkan disebut kewalahan mengikuti ritmenya.

Namun yang paling menarik perhatian tim Honda adalah kebiasaan Arbi saat malam hari. Ketika sebagian besar anggota tim beristirahat, Arbi masih menghabiskan waktu mempelajari layout Balaton Park menggunakan simulator dan game balap di PS5.

Ia berulang kali mempelajari racing line, titik pengereman, hingga karakter setiap tikungan demi mempercepat proses adaptasi saat tiba di Hungaria.

"Sirkuitnya baru bagi saya. Saya belum pernah balapan di sana dan semoga bisa cepat beradaptasi," ujar Arbi dalam salah satu sesi wawancara.

Jadi Sorotan Jelang Balapan

Dedikasi Arbi bahkan membuat sejumlah kru Honda dan jurnalis MotoGP terkesan. Mereka melihat langsung bagaimana pembalap asal Indonesia tersebut hampir tidak pernah berhenti belajar dan berlatih demi meningkatkan performa.

Di saat banyak pembalap memanfaatkan waktu jeda untuk beristirahat, Arbi justru memilih mengisi hari-harinya dengan latihan fisik dan mempelajari sirkuit baru.

Kini seluruh perhatian tertuju pada aksi Fadillah Arbi Aditama di Moto3 Hungaria. Dengan status rookie terbaik sementara dan posisi keempat klasemen dunia, pembalap Indonesia itu berpeluang melanjutkan tren positif sekaligus memperkuat peluang mencetak sejarah di ajang Moto3 musim 2026.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Klasemen Moto3 2026 #Moto3 Hungaria 2026 #Rookie of the Year Moto3 #Brian Uriarte #Fadillah Arbi Aditama