Trenggalek Njenggelek - Balapan Moto3 Grand Prix Hungaria 2026 menyajikan drama besar yang memicu perdebatan di kalangan penggemar balap motor dunia. Insiden kecelakaan massal yang terjadi menjelang finis membuat pengawas balapan mengibarkan bendera merah atau red flag dan menghentikan lomba lebih awal.
Keputusan tersebut memunculkan banyak pertanyaan, terutama terkait status Brian Uriarte yang tetap mendapatkan poin meski terlibat kecelakaan. Di sisi lain, pembalap Indonesia Feda Ega Pratama harus puas mengakhiri balapan di posisi ke-16 dan gagal menambah koleksi poinnya di klasemen Moto3 2026.
Sorotan terhadap Moto3 Hungaria 2026 tidak hanya tertuju pada hasil balapan, tetapi juga penerapan regulasi FIM yang menentukan siapa yang berhak masuk klasifikasi akhir setelah red flag dikibarkan.
Long Lap Penalty Bikin Feda Kehilangan Momentum
Feda Ega Pratama memulai balapan dari posisi yang cukup menjanjikan. Namun situasi berubah ketika pembalap Honda Team Asia tersebut harus menjalani hukuman long lap penalty akibat pelanggaran track limits.
Hukuman tersebut membuat Feda kehilangan banyak waktu dan posisi. Setelah melewati jalur long lap penalty, pembalap asal Indonesia itu terlempar hingga posisi ke-19.
Meski demikian, Feda tidak menyerah. Ia berusaha memperbaiki ritme balapan dan perlahan mengejar para pembalap di depannya. Sayangnya, kesempatan untuk meraih poin akhirnya sirna akibat rangkaian peristiwa yang terjadi di lap-lap terakhir.
Crash Massal Picu Red Flag
Drama terbesar terjadi menjelang akhir balapan ketika tiga pembalap terlibat kecelakaan hebat, yakni Brian Uriarte, Valentin Perrone, dan David Munoz.
Insiden tersebut menyebabkan motor dan serpihan kecelakaan berserakan di lintasan sehingga membahayakan keselamatan para pembalap lain. Steward akhirnya memutuskan menghentikan balapan dengan mengibarkan red flag.
Karena balapan tidak dapat dilanjutkan, hasil lomba kemudian ditentukan berdasarkan regulasi yang berlaku dalam kejuaraan dunia Moto3.
Mengapa Brian Uriarte Tetap Mendapat Poin?
Inilah pertanyaan yang paling banyak dibahas setelah balapan berakhir.
Sesuai regulasi FIM, ketika balapan dihentikan akibat red flag, hasil akhir ditentukan berdasarkan lap penuh terakhir yang berhasil diselesaikan pemimpin balapan sebelum insiden terjadi. Dalam kasus Moto3 Hungaria, acuan yang digunakan adalah posisi pada lap ke-19.
Pada lap tersebut, Brian Uriarte masih berada di zona peraih poin. Namun ada syarat tambahan yang harus dipenuhi pembalap yang mengalami kecelakaan.
Pembalap wajib membawa kembali motornya ke pit lane dalam waktu maksimal lima menit setelah red flag dikibarkan agar tetap masuk klasifikasi resmi.
Brian Uriarte berhasil memenuhi syarat tersebut. Setelah terjatuh, ia langsung bangkit, menyalakan kembali motornya, lalu mengendarainya menuju pit lane.
Sebaliknya, Valentin Perrone dan David Munoz tidak mampu menghidupkan motor mereka. Keduanya harus meninggalkan lintasan tanpa membawa motor kembali ke pit lane sehingga otomatis gagal masuk klasifikasi akhir.
Karena itulah Uriarte tetap dinyatakan finis dan berhak mendapatkan poin, sementara dua pembalap lainnya kehilangan hasil balapan mereka.
Klasemen Moto3 2026 Berubah
Hasil Moto3 Hungaria membawa dampak langsung terhadap klasemen sementara kejuaraan dunia.
Maximo Quiles masih kokoh di puncak klasemen dengan total 170 poin. Sementara Alvaro Carpe berada di posisi kedua dengan koleksi 111 poin.
Feda Ega Pratama tetap bertahan di papan atas meski gagal meraih poin tambahan. Pembalap Indonesia tersebut kini menempati posisi keenam klasemen dunia dengan total 71 poin.
Menariknya, jarak Feda dengan Brian Uriarte yang berada di posisi kelima hanya terpaut satu poin saja. Uriarte mengoleksi 72 poin berkat tambahan angka yang didapat dari hasil kontroversial Moto3 Hungaria.
Meski gagal masuk zona poin, posisi Feda masih cukup kompetitif untuk bersaing di papan atas. Dengan musim yang masih panjang, peluang pembalap muda Indonesia itu untuk kembali menembus lima besar klasemen dunia tetap terbuka lebar.
Balapan Hungaria menjadi pelajaran penting bagi Feda dan Honda Team Asia, terutama dalam mengelola track limits dan memaksimalkan posisi sejak awal lomba. Seri berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Feda untuk bangkit dan kembali berburu poin penting dalam persaingan Moto3 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri