Trenggalek Njenggelek - Moto3 Hungaria 2026 melahirkan salah satu kontroversi terbesar musim ini. Pembalap muda Spanyol, Brian Uriarte, mengalami kecelakaan hebat di tikungan terakhir dan bahkan tidak pernah menyentuh garis finis. Namun yang membuat dunia balap geger, rider Red Bull KTM Ajo tersebut tetap dinyatakan finis posisi keempat dan berhak membawa pulang 13 poin penuh.
Keputusan resmi FIM itu langsung memicu perdebatan panjang di kalangan penggemar Moto3. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang pembalap yang terjatuh sebelum finis justru tetap mendapatkan poin dalam jumlah besar?
Drama tersebut terjadi pada balapan Moto3 GP Hungaria di Sirkuit Balaton Park yang berlangsung penuh ketegangan sejak awal hingga lap terakhir.
Duel Sengit Berujung Crash Massal
Memasuki lap ke-20 atau lap terakhir, persaingan perebutan posisi podium semakin memanas. Tiga pembalap, yakni Brian Uriarte, David Munoz, dan Valentin Perrone, terlibat duel ketat dalam perebutan posisi terdepan di grup kedua.
Ketiganya saling menempel dengan jarak sangat rapat. Situasi semakin panas ketika memasuki rangkaian tikungan terakhir sebelum trek lurus finis.
Dalam kecepatan tinggi, kontak antarpembalap akhirnya tak terhindarkan. David Munoz kehilangan kendali dan menyeret dua pembalap lain yang berada di dekatnya.
Dalam hitungan detik, ketiga rider tersebut terjatuh bersamaan. Motor berserakan di lintasan, serpihan komponen berhamburan, sementara para pembalap terguling di area gravel.
Melihat kondisi yang berbahaya, Race Direction langsung mengibarkan bendera merah atau red flag untuk menghentikan balapan.
Kenapa Brian Uriarte Tetap Dapat Poin?
Inilah bagian yang membuat banyak penggemar bingung.
Secara kasat mata, Brian Uriarte memang gagal mencapai garis finis. Bahkan motornya mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan tersebut.
Namun dalam regulasi FIM Grand Prix, terdapat aturan khusus ketika balapan dihentikan oleh red flag pada lap terakhir.
Apabila balapan tidak dapat dilanjutkan kembali, hasil resmi tidak dihitung berdasarkan posisi saat kecelakaan terjadi, melainkan menggunakan klasifikasi lap penuh terakhir yang berhasil diselesaikan seluruh pembalap sebelum red flag dikibarkan.
Dalam kasus Moto3 Hungaria, hasil akhir dihitung berdasarkan posisi pada akhir lap ke-19.
Data resmi menunjukkan Brian Uriarte berada di posisi keempat saat menyelesaikan lap tersebut. Karena itulah posisi tersebut kemudian dikunci sebagai hasil final balapan.
Dengan kata lain, insiden yang terjadi di lap ke-20 dianggap tidak memengaruhi klasifikasi resmi.
Regulasi yang Bikin Perdebatan
Keputusan tersebut langsung menimbulkan dua kubu pendapat berbeda.
Sebagian pihak menilai aturan tersebut adil karena menghargai perjuangan pembalap sepanjang balapan. Mereka beranggapan tidak masuk akal jika hasil kerja keras selama 19 lap hilang hanya karena insiden yang terjadi beberapa meter sebelum finis.
Namun kubu lain menilai regulasi tersebut perlu dievaluasi.
Mereka mempertanyakan bagaimana seorang pembalap yang gagal mencapai garis finis tetap bisa memperoleh poin penuh. Terlebih dalam beberapa ajang balap internasional lain terdapat aturan tambahan yang mengharuskan pembalap dan motor kembali ke pit lane setelah red flag dikibarkan agar tetap masuk klasifikasi.
Kontroversi inilah yang membuat nama Brian Uriarte menjadi pusat perhatian setelah Moto3 Hungaria berakhir.
Dampak Besar untuk Klasemen Rookie
Terlepas dari perdebatan yang muncul, hasil tersebut menjadi keuntungan besar bagi Uriarte.
Tambahan 13 poin membuat posisinya tetap kompetitif dalam persaingan Rookie of The Year Moto3 2026.
Bagi seorang rookie yang sedang berjuang membangun karier di level dunia, kehilangan poin dari posisi keempat bisa menjadi pukulan besar terhadap peluangnya musim ini.
Karena itu, keputusan red flag di Balaton Park menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan Brian Uriarte sepanjang musim 2026.
Di sisi lain, insiden ini juga menjadi pelajaran penting bagi seluruh pembalap Moto3. Bukan hanya soal kecepatan di atas motor, tetapi juga pentingnya memahami setiap detail regulasi yang berlaku.
Moto3 Hungaria akhirnya membuktikan satu hal. Dalam dunia balap modern, kemenangan dan poin tidak selalu ditentukan saat melewati garis finis. Terkadang, nasib seorang pembalap juga ditentukan oleh satu pasal kecil di dalam buku aturan FIM.
Editor : Maylanni Diana Fitri