Trenggalek Njenggelek - Moto3 Hungaria 2026 berubah menjadi salah satu balapan paling kontroversial musim ini. Bukan karena aksi saling salip di lap terakhir, melainkan karena keputusan Race Direction yang membuat ribuan penggemar kebingungan dan memicu perdebatan panas di media sosial.
Bagaimana tidak? Brian Uriarte terlihat jelas terjatuh dalam kecelakaan besar menjelang finis. Motor KTM miliknya rusak, dirinya terseret ke area run-off, dan tidak pernah melewati garis finis. Namun saat hasil resmi diumumkan, nama pembalap Spanyol itu justru tercatat finis di posisi keempat dan membawa pulang poin penting.
Di saat bersamaan, Feda Ega Pratama yang berjuang mati-matian sepanjang balapan justru harus pulang tanpa tambahan poin. Situasi ini membuat banyak penggemar Indonesia geram dan mempertanyakan regulasi yang diterapkan FIM.
Long Lap Penalty Jadi Awal Bencana
Sejak awal balapan, Feda sebenarnya tampil cukup menjanjikan. Start dari posisi kompetitif membuat pembalap Honda Team Asia itu mampu berada dalam rombongan yang masih memiliki peluang meraih poin.
Namun petaka datang ketika steward menjatuhkan hukuman long lap penalty akibat pelanggaran track limits.
Di kelas Moto3 yang terkenal brutal dan rapat, hukuman tersebut ibarat mimpi buruk. Dalam hitungan detik, Feda kehilangan banyak posisi dan langsung tercecer ke belakang.
Meski demikian, pembalap asal Gunungkidul itu tidak menyerah. Lap demi lap dijalani dengan penuh perjuangan untuk memangkas jarak dari para rival di depannya.
Crash Massal Bikin Balapan Kacau
Drama sesungguhnya terjadi saat balapan memasuki lap terakhir.
Di rombongan depan, perebutan posisi berlangsung sangat agresif. David Munoz, Valentin Perrone, dan Brian Uriarte terlibat duel sengit sebelum akhirnya bencana terjadi.
Munoz kehilangan kendali dan memicu kecelakaan beruntun. Dalam sekejap, beberapa motor berserakan di lintasan dan serpihan komponen memenuhi area balap.
Melihat kondisi yang berbahaya, Race Direction langsung mengibarkan red flag.
Balapan dihentikan.
Seluruh paddock menunggu keputusan resmi.
Namun tak ada yang menyangka hasil akhirnya akan memicu kontroversi sebesar ini.
Uriarte Crash, Tapi Tetap Finis P4
Saat daftar hasil resmi dirilis, banyak penggemar dibuat tidak percaya.
Nama Brian Uriarte tetap berada di posisi keempat.
Padahal jutaan penonton melihat sendiri pembalap tersebut terjatuh sebelum mencapai garis finis.
Menurut regulasi FIM, ketika red flag muncul pada situasi tertentu dan balapan tidak dapat dilanjutkan, klasifikasi akhir dapat diambil dari lap terakhir yang dianggap sah sebelum insiden terjadi.
Dalam kasus Hungaria, hasil dihitung berdasarkan posisi sebelum kecelakaan lap terakhir berlangsung.
Saat itulah Uriarte masih berada di posisi keempat.
Karena alasan tersebut, hasil P4 tetap disahkan dan poin tetap diberikan.
Keputusan inilah yang kemudian memicu gelombang kritik dari banyak penggemar yang menganggap hasil balapan tidak mencerminkan apa yang terjadi di lintasan.
Feda Kehilangan Kesempatan Emas
Kontroversi tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan Feda Ega Pratama musim ini.
Setelah berjuang keras mengejar posisi akibat long lap penalty, pembalap Indonesia itu akhirnya hanya diklasifikasikan finis di posisi ke-16.
Artinya tidak ada poin yang dibawa pulang.
Lebih menyakitkan lagi, tambahan poin milik Uriarte membuat persaingan Rookie of The Year kembali berubah.
Padahal sebelum seri Hungaria, peluang Feda untuk terus menekan rival-rivalnya masih terbuka lebar.
Kini situasinya menjadi lebih sulit.
Pelajaran Mahal untuk Feda
Hungaria mungkin menjadi salah satu akhir pekan paling menyakitkan bagi Feda musim ini. Namun dari balapan inilah ia mendapatkan pelajaran penting bahwa Moto3 bukan hanya soal kecepatan.
Kesalahan kecil, penalti, hingga regulasi yang rumit bisa mengubah nasib pembalap dalam hitungan detik.
Meski gagal meraih poin, performa Feda sepanjang akhir pekan tetap menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dunia.
Musim masih panjang dan peluang belum tertutup.
Namun satu hal yang pasti, drama Moto3 Hungaria akan terus dikenang sebagai balapan yang membuat banyak penggemar bertanya-tanya: bagaimana mungkin pembalap yang crash sebelum finis justru pulang membawa poin, sementara yang berjuang hingga akhir harus gigit jari?
Editor : Maylanni Diana Fitri