Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kontroversi Moto3 Hungaria 2026 Makin Panas, Posisi Brian Uriarte Dipertanyakan, Feda Ega Pratama Jadi Korban Satu Poin

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:00 WIB
Kontroversi Moto3 Hungaria 2026 memanas. Posisi Brian Uriarte dipertanyakan dan Feda Ega Pratama kehilangan puncak klasemen rookie. (Pinterest)
Kontroversi Moto3 Hungaria 2026 memanas. Posisi Brian Uriarte dipertanyakan dan Feda Ega Pratama kehilangan puncak klasemen rookie. (Pinterest)

Trenggalek Njenggelek - Polemik hasil balapan Moto3 Hungaria 2026 ternyata belum berakhir. Keputusan Race Direction yang tetap menempatkan Brian Uriarte di posisi keempat setelah insiden red flag pada lap terakhir memicu perdebatan panjang di paddock. Sejumlah tim mempertanyakan dasar klasifikasi tersebut karena dinilai merugikan pembalap lain yang berhasil menyelesaikan balapan tanpa mengalami kecelakaan.

Kontroversi Moto3 Hungaria 2026 bermula dari kecelakaan besar yang melibatkan Brian Uriarte, David Munoz, dan Valentin Perrone pada lap terakhir. Akibat insiden tersebut, balapan langsung dihentikan dengan bendera merah. Sesuai regulasi FIM, hasil akhir ditetapkan berdasarkan lap penuh terakhir yang berhasil diselesaikan, yakni lap ke-19.

Dalam klasifikasi resmi, Brian Uriarte tetap dinyatakan finis di posisi keempat. Sementara David Munoz dan Valentin Perrone tidak masuk dalam klasifikasi karena gagal memenuhi persyaratan pasca-balapan. Keputusan inilah yang kemudian memunculkan perdebatan di kalangan tim dan pengamat.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Hungaria 2026 Lengkap: Race Minggu Malam, Feda Pratama Masuk 4 Besar Klasemen Moto3

Chip Green Power dan CFMoto Merasa Dirugikan

Salah satu tim yang disebut paling dirugikan adalah Chip Green Power. Pembalap mereka, Adrian Cruces, sebenarnya berpeluang naik satu posisi apabila Uriarte tidak berada di urutan keempat. Dalam hasil resmi, Cruces harus puas finis keenam.

Situasi serupa dialami CFMoto melalui Marco Morelli. Pembalap asal Argentina tersebut finis ketujuh, tetapi berpotensi naik satu tingkat apabila posisi Uriarte berubah.

Selain mereka, sejumlah pembalap lain seperti Rico Salmela, Jesus Rios, dan Casey O'Gorman juga dianggap kehilangan peluang memperbaiki posisi. Pasalnya, mereka mampu menjaga motor tetap tegak dan menyelesaikan balapan tanpa terlibat kecelakaan.

Baca Juga: Adrien Fernandez Didiskualifikasi Moto3 2026, Feda Ega Pratama Naik ke Tiga Besar Klasemen Dunia? Ini Fakta Lengkap Keputusan FIM

Perdebatan Soal Regulasi Red Flag

Sebagian tim mengakui bahwa penggunaan lap ke-19 sebagai dasar klasifikasi memang sesuai regulasi FIM. Namun, mereka mempertanyakan apakah hasil tersebut benar-benar mencerminkan kondisi di lintasan pada saat kecelakaan terjadi.

Argumen yang berkembang cukup sederhana. Jika posisi ditentukan berdasarkan lap ke-19, maka Brian Uriarte memang sah berada di urutan keempat.

Namun, apabila faktor utama yang membuat Uriarte masuk klasifikasi adalah keberhasilannya membawa motor kembali ke pit lane setelah terjatuh, beberapa pihak menilai posisi tersebut seharusnya berada di belakang pembalap lain yang tetap melanjutkan balapan tanpa mengalami crash.

Perdebatan ini semakin rumit karena Brian Uriarte memang berhasil kembali ke pit setelah kecelakaan, meskipun proses tersebut terjadi beberapa menit setelah red flag dikibarkan.

Feda Ega Pratama Ikut Terdampak

Kontroversi tersebut ternyata juga berdampak pada pembalap Indonesia, Feda Ega Pratama. Tambahan poin yang didapat Brian Uriarte membuat pembalap Red Bull KTM Ajo itu kini unggul tipis dalam klasemen rookie.

Feda yang sebelumnya bersaing ketat harus rela turun ke posisi kedua klasemen Rookie of The Year dengan selisih hanya satu poin dari Uriarte.

Selisih yang sangat tipis tersebut menjadi bukti bahwa setiap poin memiliki nilai sangat penting di Moto3. Satu posisi saja dapat memengaruhi klasemen pembalap, klasemen tim, hingga bonus dari sponsor.

Peluang Feda Masih Terbuka

Meski kehilangan posisi teratas klasemen rookie, peluang Feda Ega Pratama untuk merebut kembali posisi tersebut masih sangat terbuka. Musim 2026 masih menyisakan banyak seri dan pembalap Honda Team Asia itu tetap menjadi salah satu kandidat terkuat Rookie of The Year.

Insiden GP Hungaria sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam persaingan Moto3 yang sangat ketat, satu poin mampu mengubah segalanya. Bagi Feda Ega Pratama, mahalnya nilai satu poin kini benar-benar dirasakan secara langsung dalam pertarungan menuju puncak klasemen rookie musim ini.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Feda Ega Pratama #Brian Uriarte #Klasemen Rookie Moto3 #Red Flag Moto3 #Kontroversi Moto3 Hungaria 2026