JAKARTA - Nama Maximo Quiles menjadi sorotan jelang seri Moto3 Amerika Serikat 2025. Pembalap muda asal Spanyol itu akhirnya akan menjalani debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3 setelah genap berusia 17 tahun pada 19 Maret lalu.
Maximo Quiles dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia balap motor. Pembalap yang berada di bawah naungan manajemen milik kakak beradik Marquez itu digadang-gadang menjadi salah satu calon bintang masa depan MotoGP.
Debut Maximo Quiles di Moto3 Amerika menjadi momen yang telah lama ditunggu. Sebab, meski telah mengamankan kontrak balap bersama tim Aspar untuk musim 2025, ia belum bisa tampil pada dua seri pembuka di Thailand dan Argentina karena terkendala aturan usia minimum.
Anak Didik Marc Marquez yang Bersinar di Kelas Junior
Maximo Quiles merupakan salah satu pembalap muda yang dibina oleh Marc Marquez melalui Vertical Management, perusahaan manajemen pembalap yang didirikan bersama sang adik, Alex Marquez.
Peran Vertical Management sering dibandingkan dengan akademi pembalap muda milik Valentino Rossi melalui VR46. Bedanya, jika VR46 menjadi wadah pengembangan pembalap Italia, Vertical Management fokus membimbing talenta muda yang berpotensi menembus level tertinggi balap motor dunia.
Bakat Quiles mulai mencuri perhatian sejak menjuarai European Talent Cup pada musim debutnya tahun 2021. Ia kembali mengulang prestasi tersebut pada 2023 dan melanjutkan performa impresif dengan finis di papan atas Red Bull Rookies Cup serta Kejuaraan Dunia Junior Moto3.
Rangkaian prestasi itu membuat tim Aspar memberikan kepercayaan kepada Quiles untuk tampil penuh di Moto3 musim 2025.
Perubahan Regulasi Buka Jalan Debut Moto3
Awalnya, debut Grand Prix Quiles diperkirakan baru bisa terjadi pada 2026 karena belum memenuhi batas usia minimum untuk tampil di Moto3.
Namun, perubahan regulasi yang diberlakukan menjelang musim 2025 membuka peluang bagi pembalap muda berprestasi untuk mendapatkan pengecualian usia. Aturan baru tersebut memungkinkan pembalap yang pernah finis tiga besar pada kompetisi junior tertentu untuk naik ke Moto3 lebih cepat.
Meski memperoleh pengecualian, Quiles tetap harus menunggu hingga genap berusia 17 tahun. Karena itulah ia absen pada seri Thailand dan Argentina sebelum akhirnya dipastikan turun pada Moto3 Amerika di Sirkuit Austin.
"Saya benar-benar menantikan untuk balapan di Austin. Saya sedikit kecewa karena tidak bisa tampil di Thailand atau Argentina, tetapi akhirnya perjalanan saya di Kejuaraan Dunia dimulai," ujar Quiles.
Ia menambahkan bahwa target utamanya adalah belajar dan beradaptasi dengan level kompetisi yang jauh lebih tinggi.
"Saya melihat level yang sangat tinggi di Moto3. Saya harus memberikan yang terbaik. Tujuan saya adalah belajar, menikmati balapan, dan tentu saja mendapatkan hasil yang bagus," katanya.
Talenta Besar yang Tak Lepas dari Kontroversi
Meski dikenal sebagai salah satu pembalap muda paling berbakat di Eropa, perjalanan Quiles tidak selalu berjalan mulus. Pada musim lalu, ia sempat mendapat hukuman larangan balapan akibat insiden yang terjadi dalam ajang Red Bull Rookies Cup di Mugello.
Namun, insiden tersebut tidak menghalangi langkahnya menuju Moto3. Tim Aspar tetap menaruh kepercayaan besar kepada pembalap muda Spanyol tersebut.
Sebelum debut resmi di Austin, Quiles juga telah menjalani sejumlah tes pramusim bersama Aspar untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan ketat di kelas Moto3.
Kehadiran Maximo Quiles diprediksi akan menambah panas persaingan Moto3 musim 2025. Dengan rekam jejak prestasi yang impresif dan dukungan langsung dari Marc Marquez melalui Vertical Management, pembalap muda Spanyol itu berpotensi menjadi salah satu nama yang paling diperhitungkan dalam perburuan gelar di masa depan.
Editor : Divka Vance Yandriana