Trenggalek Njenggelek - Polemik mengenai keputusan red flag Moto3 Hungaria 2026 terus memanas. Sejumlah tim dikabarkan mempertanyakan klasifikasi akhir balapan yang tetap menempatkan Brian Uriarte di posisi keempat, meski pembalap asal Spanyol tersebut terlibat kecelakaan pada lap terakhir bersama David Munoz dan Valentin Perrone.
Kontroversi keputusan red flag Moto3 Hungaria 2026 muncul setelah Race Direction menetapkan hasil balapan berdasarkan lap ke-19, yaitu lap penuh terakhir sebelum bendera merah dikibarkan. Berdasarkan hasil resmi tersebut, Brian Uriarte tetap berhak atas posisi keempat dan tambahan poin yang sangat berharga dalam perebutan klasemen pembalap maupun rookie terbaik.
Keputusan itu ternyata memunculkan perdebatan di paddock. Beberapa tim merasa hasil akhir tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi yang terjadi di lintasan ketika insiden besar berlangsung pada lap terakhir.
Adrian Cruces dan Marco Morelli Merasa Dirugikan
Salah satu pihak yang disebut kehilangan keuntungan adalah tim Chip Green Power. Pembalap mereka, Adrian Cruces, harus puas mengakhiri balapan di posisi keenam.
Padahal, apabila Brian Uriarte tidak diklasifikasikan di posisi keempat, Cruces berpeluang naik satu tingkat dalam hasil akhir.
Hal serupa dirasakan Marco Morelli dari CFMoto Gaviota Aspar Team. Pembalap asal Argentina tersebut finis ketujuh, namun berpotensi naik satu posisi apabila posisi Uriarte berubah.
Selain itu, Rico Salmela, Jesus Rios, hingga Casey O'Gorman juga dianggap kehilangan kesempatan memperbaiki posisi karena mereka berhasil menghindari kecelakaan dan menyelesaikan balapan dengan normal.
Perdebatan Soal Arti "Finis" Setelah Crash
Sebagian tim mengakui regulasi FIM memang menyatakan hasil akhir ditentukan berdasarkan lap penuh terakhir sebelum red flag. Namun, mereka mempertanyakan apakah seorang pembalap yang terjatuh seharusnya tetap mempertahankan posisinya apabila pembalap lain masih melaju di lintasan.
Menurut pandangan beberapa pihak, jika Brian Uriarte masuk klasifikasi karena berhasil membawa motor kembali ke pit lane setelah kecelakaan, maka posisinya semestinya berada di belakang para pembalap yang tetap melanjutkan balapan tanpa terjatuh.
Argumen tersebut muncul karena saat insiden terjadi, secara alami pembalap yang masih berada di lintasan sebenarnya telah melewati Uriarte yang terjatuh.
Meski demikian, hingga kini hasil resmi Moto3 GP Hungaria 2026 masih belum berubah.
Satu Poin yang Sangat Mahal untuk Feda Ega Pratama
Dampak dari keputusan tersebut ternyata turut dirasakan pembalap Indonesia, Feda Ega Pratama.
Tambahan poin yang diraih Brian Uriarte membuat pembalap Red Bull KTM Ajo itu unggul tipis dalam klasemen Rookie of The Year. Uriarte kini mengoleksi 72 poin, sementara Feda berada tepat di belakangnya dengan 71 poin.
Selisih satu poin itu mungkin terlihat kecil, namun dalam persaingan Moto3 yang sangat ketat, satu angka bisa menjadi pembeda besar dalam perebutan gelar pembalap rookie terbaik musim ini.
Peluang Feda Masih Sangat Terbuka
Meski kehilangan posisi teratas klasemen rookie, Feda Ega Pratama masih memiliki peluang besar untuk merebutnya kembali. Seri berikutnya di Automotodrom Brno, Republik Ceko, bisa menjadi momen kebangkitan pembalap Honda Team Asia tersebut.
Konsistensi yang diperlihatkan sepanjang musim membuat Feda tetap menjadi salah satu kandidat terkuat Rookie of The Year Moto3 2026.
Kontroversi GP Hungaria pun menjadi bukti bahwa dalam balapan Moto3, satu poin ternyata bisa mengubah peta persaingan, memengaruhi klasemen, bahkan memunculkan perdebatan panjang mengenai penerapan regulasi.
Editor : M. Helmi Nurhisam