Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Bikin Heboh Le Mans, Rela Kehilangan Posisi demi Selamatkan Rival, Maximo Quiles Beri Penghormatan Tak Terduga

Divka Vance Yandriana • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:35 WIB
Feda Ega Pratama menuai pujian di Le Mans usai rela kehilangan posisi demi keselamatan rival dan menunjukkan sportivitas tinggi. (Screenshot Instagram)
Feda Ega Pratama menuai pujian di Le Mans usai rela kehilangan posisi demi keselamatan rival dan menunjukkan sportivitas tinggi. (Screenshot Instagram)

JAKARTA - Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap internasional setelah aksinya di Sirkuit Bugatti Le Mans, Prancis, menuai pujian luas. Bukan karena podium atau kemenangan, melainkan karena keputusan berani yang mengutamakan keselamatan rivalnya di tengah balapan Moto3 yang berlangsung sengit.

Aksi Feda Ega Pratama tersebut terjadi saat insiden yang melibatkan pembalap lain membuat situasi lintasan menjadi berbahaya. Dalam kondisi penuh tekanan dan kecepatan tinggi, pembalap muda asal Indonesia itu memilih menghindari potensi tabrakan meski harus kehilangan momentum dan posisi berharga.

Keputusan Feda Ega Pratama itu langsung menjadi perbincangan di kalangan penggemar Moto3. Banyak yang menilai tindakan tersebut menunjukkan sportivitas tinggi yang jarang terlihat dalam kompetisi balap yang dikenal sangat kompetitif.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Hungaria 2026 Lengkap: Feda Pratama Intip Podium Klasemen Moto3, Marc Marquez Masih Tertahan

Momen Krusial di Le Mans

Balapan Moto3 di Le Mans berlangsung ketat sejak awal. Para pembalap saling berebut posisi dengan selisih waktu yang sangat tipis. Namun situasi berubah ketika terjadi insiden yang melibatkan pembalap lain di lintasan.

Dalam kondisi tersebut, Feda sebenarnya memiliki peluang untuk tetap mempertahankan jalurnya. Namun ia memilih mengambil keputusan berbeda. Demi menghindari risiko kecelakaan yang lebih besar, ia melebar dan memberikan ruang bagi pembalap lain.

Pilihan itu membuatnya kehilangan beberapa posisi. Meski demikian, Feda tetap mampu menyelesaikan balapan di posisi keempat.

Baca Juga: Hasil Moto3 Hungaria 2026: Feda Ega Pratama Kena Long Lap Penalti, Maximo Quiles Makin Kokoh di Puncak Klasemen

"Hasil yang sangat positif bagi saya. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung dan mendoakan saya," ujar Feda usai balapan.

Hasil tersebut menjadi modal penting menjelang seri berikutnya yang akan digelar di Barcelona.

Sportivitas yang Menuai Pujian

Tindakan Feda mendapat apresiasi dari banyak pihak karena dianggap menunjukkan kedewasaan di atas lintasan. Dalam dunia balap, pembalap sering dihadapkan pada pilihan sulit antara mengejar posisi atau mengutamakan keselamatan.

Baca Juga: Dorna Ubah Peta Moto3 2026! Feda Ega Pratama Melonjak ke 4 Besar Dunia, Honda Dikabarkan Siapkan Kejutan di GP Ceko0

Feda memilih opsi kedua. Keputusan itu dinilai sebagai bukti bahwa kompetisi tidak harus mengorbankan nilai-nilai sportivitas.

Banyak pengamat menilai langkah tersebut menunjukkan kualitas mental yang matang. Di saat sebagian pembalap mungkin akan tetap memaksakan jalur demi keuntungan pribadi, Feda justru menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

Sikap itu juga memperlihatkan bahwa keberhasilan seorang pembalap tidak hanya diukur dari jumlah podium, tetapi juga dari cara mereka menghadapi situasi sulit di lintasan.

Maximo Quiles Beri Respek

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah respons dari pembalap Spanyol, Maximo Quiles. Rival Feda tersebut disebut menunjukkan rasa hormat yang besar setelah balapan berakhir.

Menurut narasi yang berkembang di paddock, Quiles memilih menunggu Feda setelah bendera finis dikibarkan. Momen itu menjadi simbol penghormatan terhadap sikap sportif yang ditunjukkan pembalap Indonesia tersebut.

Interaksi keduanya menjadi sorotan karena jarang terlihat dalam atmosfer persaingan Moto3 yang biasanya berlangsung keras dan penuh tensi.

Banyak pihak menilai hubungan antara Feda dan Quiles menunjukkan bahwa rivalitas tidak selalu harus diwarnai permusuhan. Sebaliknya, persaingan juga dapat dibangun atas dasar saling menghormati dan mengapresiasi kualitas lawan.

Membawa Nama Indonesia di Kancah Dunia

Aksi Feda di Le Mans juga dianggap membawa citra positif bagi Indonesia di ajang balap internasional. Pembalap asal Gunungkidul itu tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis di atas motor, tetapi juga karakter yang kuat saat menghadapi situasi sulit.

Keberhasilannya finis di posisi empat sekaligus menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para talenta terbaik dunia. Namun lebih dari itu, sportivitas yang diperlihatkan menjadi nilai tambah yang membuat namanya semakin diperhitungkan.

Bagi banyak penggemar, momen di Le Mans menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu tampil kompetitif sekaligus menjunjung tinggi etika olahraga.

Performa dan sikap yang ditunjukkan Feda Ega Pratama di Prancis pun menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda. Bahwa kemenangan memang penting, tetapi menjaga integritas dan keselamatan sesama pembalap adalah hal yang jauh lebih berharga.

Dengan performa yang terus meningkat dan karakter yang mendapat apresiasi dunia, perjalanan Feda Ega Pratama di Moto3 diprediksi masih akan menghadirkan banyak cerita menarik pada seri-seri berikutnya.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Veda Ega Pratama #Le Mans MotoGP #Maximo Quiles