Trenggalek Njenggelek - Polemik hasil Moto3 Hungaria 2026 masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta balap motor dunia. Setelah kontroversi insiden red flag yang melibatkan Brian Uriarte, David Munoz, dan Valentin Perrone, kini muncul kabar yang menyebut adanya perubahan hasil balapan yang berdampak besar terhadap persaingan klasemen Rookie of The Year.
Isu yang beredar menyebutkan bahwa Moto3 Hungaria 2026 kembali mengalami evaluasi oleh pihak penyelenggara. Dalam kabar yang ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah kanal penggemar Moto3, Brian Uriarte dikabarkan kehilangan poin hasil GP Hungaria, sementara pembalap Indonesia Feda Ega Pratama disebut memperoleh tambahan poin yang membuatnya kembali ke puncak klasemen rookie.
Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi yang dapat mengonfirmasi perubahan tersebut. Meski demikian, kabar tersebut sudah memancing antusiasme para penggemar balap Tanah Air yang berharap Feda kembali memimpin persaingan pembalap debutan musim 2026.
Kontroversi Sejak GP Hungaria Berakhir
Balapan Moto3 GP Hungaria beberapa hari lalu memang menyisakan banyak pertanyaan. Insiden besar yang terjadi menjelang finis membuat Race Direction mengibarkan bendera merah.
Dalam hasil awal, Brian Uriarte tetap masuk klasifikasi dan mendapatkan poin penting setelah dinyatakan finis di posisi keempat. Sementara Feda Ega Pratama harus puas mengakhiri balapan di luar zona poin akibat hukuman long lap penalty.
Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan panjang karena sejumlah tim merasa hasil klasifikasi tidak sepenuhnya mencerminkan situasi yang terjadi di lintasan pada saat kecelakaan berlangsung.
Muncul Isu Evaluasi Ulang
Belakangan, beredar kabar bahwa Dorna dan FIM melakukan peninjauan ulang terhadap berbagai data balapan, mulai dari rekaman video, laporan marshal, hingga data elektronik dari lintasan.
Dalam kabar yang beredar di kalangan penggemar, Brian Uriarte disebut mengalami revisi hasil dan statusnya berubah menjadi DNF atau gagal finis. Di sisi lain, Feda Ega Pratama dikabarkan memperoleh koreksi hasil yang membuat pembalap Honda Team Asia tersebut naik ke posisi keempat.
Jika skenario tersebut benar terjadi, Feda akan memperoleh tambahan poin yang cukup signifikan dan kembali memimpin klasemen Rookie of The Year.
Namun, hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi yang mengonfirmasi perubahan klasifikasi tersebut.
Feda Tetap Menjadi Harapan Indonesia
Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, performa Feda Ega Pratama sepanjang musim 2026 memang patut mendapat apresiasi.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu tampil konsisten dalam musim debutnya di Moto3. Kemampuannya bersaing dengan para pembalap muda terbaik dunia membuat namanya semakin diperhitungkan dalam perebutan gelar rookie terbaik.
Konsistensi dalam mengumpulkan poin menjadi salah satu kekuatan terbesar Feda musim ini. Meskipun belum selalu naik podium, pembalap berjuluk The Dream itu mampu menjaga persaingan tetap terbuka hingga memasuki pertengahan musim.
Persaingan Rookie Makin Sengit
Musim Moto3 2026 masih menyisakan banyak seri. Persaingan antara Feda Ega Pratama dan Brian Uriarte diprediksi akan semakin ketat pada balapan-balapan berikutnya.
Setiap poin memiliki arti penting dalam perebutan gelar Rookie of The Year. Karena itu, para penggemar masih menantikan kepastian resmi terkait berbagai isu yang berkembang setelah GP Hungaria.
Yang jelas, satu hal sudah terbukti. Moto3 musim 2026 menghadirkan persaingan yang semakin menarik dan nama Feda Ega Pratama tetap menjadi salah satu harapan terbesar Indonesia di pentas balap dunia.
Editor : M. Helmi Nurhisam