Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Adrian Fernandez Diskualifikasi dari Enam Seri Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik Podium dan Tembus Tiga Besar Klasemen

Divka Vance Yandriana • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:50 WIB
Adrian Fernandez diskualifikasi Moto3 2026 dari enam seri awal. Veda Ega Pratama naik podium dan tembus tiga besar klasemen. (Screenshot Instagram)
Adrian Fernandez diskualifikasi Moto3 2026 dari enam seri awal. Veda Ega Pratama naik podium dan tembus tiga besar klasemen. (Screenshot Instagram)

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari ajang Moto3 2026. Pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, resmi dijatuhi hukuman diskualifikasi dari enam seri awal musim setelah ditemukan adanya pelanggaran teknis terkait mesin yang digunakan selama balapan. Keputusan tersebut langsung mengguncang persaingan klasemen dan membawa dampak besar bagi sejumlah pembalap, termasuk wakil Indonesia, Veda Ega Pratama.

Kasus Adrian Fernandez diskualifikasi Moto3 2026 menjadi sorotan utama paddock setelah otoritas balap menemukan indikasi manipulasi pada dua mesin yang digunakan tim Leopard Racing. Temuan tersebut diperoleh melalui pemeriksaan teknis mendalam yang dilakukan setelah beberapa seri berlangsung.

Dengan keputusan ini, Adrian Fernandez kehilangan seluruh hasil yang diperolehnya pada enam putaran awal musim, yaitu Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Akibatnya, pembalap asal Spanyol tersebut kehilangan total 77 poin dan terlempar dari posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026.

Baca Juga: Dorna Ubah Peta Moto3 2026! Feda Ega Pratama Melonjak ke 4 Besar Dunia, Honda Dikabarkan Siapkan Kejutan di GP Ceko

Investigasi Mesin Ungkap Dugaan Manipulasi

Dalam dokumen resmi yang dipaparkan pihak penyelenggara, pemeriksaan dilakukan terhadap mesin bernomor 810 dan 811 yang digunakan oleh Adrian Fernandez.

Proses investigasi bermula ketika beberapa mesin diminta untuk diserahkan guna pemeriksaan rutin terkait kepatuhan terhadap regulasi teknis Moto3. Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan kejanggalan pada segel kawat dan stiker pengaman mesin.

Pemeriksaan lanjutan kemudian dilakukan bersama produsen mesin di bawah pengawasan direktur teknis kejuaraan. Hasilnya menunjukkan adanya indikasi bahwa kedua mesin tersebut pernah dibuka tanpa izin resmi.

Baca Juga: Moto3 Geger! Adrien Fernandez Didiskualifikasi, Feda Ega Pratama Melonjak ke Tiga Besar Dunia, Leopard Racing Terancam Kehilangan Segalanya

Temuan tersebut dianggap melanggar aturan terkait durabilitas mesin Moto3 serta pasal yang mengatur tindakan curang atau tindakan yang merugikan integritas kompetisi. Karena itu, Race Direction dan FIM menjatuhkan sanksi tegas berupa diskualifikasi hasil balapan yang menggunakan mesin terkait.

Dua Mesin Jadi Sumber Pelanggaran

Menurut kronologi yang diungkapkan, pelanggaran pertama ditemukan pada mesin nomor 811. Mesin ini diduga telah mengalami pembongkaran tanpa otorisasi setelah ditemukan bukti manipulasi pada segel pengaman.

Sementara itu, pelanggaran kedua ditemukan pada mesin nomor 810. Petugas teknis menemukan pola pemasangan segel yang tidak sesuai prosedur standar dan menunjukkan tanda-tanda telah dibuka sebelumnya.

Baca Juga: Moto3 Diguncang Skandal Besar! Adrian Fernandez Didiskualifikasi 6 Seri, Feda Ega Pratama Meroket ke Tiga Besar Dunia

Keberadaan dua mesin yang sama-sama bermasalah membuat hukuman terhadap Adrian Fernandez menjadi sangat berat. Tidak hanya kehilangan poin, seluruh hasil balapan yang terkait dengan penggunaan mesin tersebut juga dibatalkan.

Veda Ega Pratama Jadi Pihak yang Diuntungkan

Dampak terbesar dari keputusan ini dirasakan oleh pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama. Rider muda Indonesia tersebut mendapatkan tambahan posisi dalam hasil balapan yang sebelumnya dimenangkan secara sah oleh para pesaingnya.

Salah satu keuntungan terbesar terjadi pada seri Prancis, di mana Veda kini dipromosikan ke posisi podium setelah hasil Adrian Fernandez dibatalkan. Selain itu, perubahan klasemen juga membuat Veda naik ke posisi tiga besar dalam perburuan gelar Moto3 2026.

Pencapaian ini menjadi kabar positif bagi penggemar balap motor Indonesia yang sepanjang musim terus memberikan dukungan kepada pembalap asal Gunungkidul tersebut.

Pengawasan Teknis Dipastikan Semakin Ketat

Kasus Adrian Fernandez kini memunculkan diskusi luas di lingkungan Moto3. Banyak pihak menilai bahwa pengawasan teknis terhadap seluruh tim akan semakin diperketat setelah terungkapnya pelanggaran yang berlangsung selama beberapa seri.

Meski belum ada indikasi resmi terhadap tim atau pembalap lain, sejumlah pengamat mulai mendorong pemeriksaan yang lebih menyeluruh demi menjaga keadilan kompetisi.

Pihak penyelenggara juga diyakini akan meningkatkan frekuensi inspeksi terhadap komponen mesin dan perangkat teknis lainnya untuk memastikan seluruh peserta mematuhi regulasi yang berlaku.

Di tengah situasi tersebut, Veda Ega Pratama justru tampil sebagai salah satu pembalap yang paling diuntungkan. Berkat konsistensi performa dan minim kontroversi, peluangnya untuk bersaing di papan atas klasemen Moto3 2026 kini semakin terbuka lebar.

Dengan musim yang masih panjang, perhatian paddock tidak hanya tertuju pada siapa yang paling cepat di lintasan, tetapi juga siapa yang mampu meraih hasil terbaik tanpa melanggar aturan teknis yang telah ditetapkan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Adrian Fernandez