TRENGGALEK NJENGGALEK - Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan pada seri Moto3 Brasil 2026. Pembalap muda Indonesia itu tampil impresif dalam sesi latihan di Sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia, dengan menempati posisi tiga besar dan menempel ketat dua kandidat kuat juara dunia musim ini.
Penampilan Veda Ega Pratama menjadi salah satu cerita terbesar pada hari pertama Moto3 Brasil. Setelah sebelumnya mencuri perhatian lewat hasil positif di Thailand, pembalap berjulukan "Rocket Boy" itu kembali membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pendatang baru yang beruntung.
Moto3 Brasil 2026 berlangsung di sirkuit yang baru kembali masuk kalender Grand Prix setelah absen selama lebih dari dua dekade. Karakter lintasan yang sempit, kasar, dan minim data historis membuat para pembalap harus beradaptasi dengan cepat.
Di tengah persaingan ketat tersebut, David Almansa dan Cormac Buchanan tampil sebagai dua pembalap tercepat. Namun, perhatian paddock justru mengarah kepada Veda Ega Pratama yang hanya terpaut tipis dari keduanya.
Veda Ega Pratama Tempel Almansa dan Buchanan
David Almansa datang ke Brasil dengan status salah satu favorit juara dunia setelah tampil impresif pada seri sebelumnya. Sementara Cormac Buchanan berhasil menunjukkan kecepatan yang mampu menyamai catatan waktu pembalap Spanyol tersebut.
Saat banyak pihak fokus pada duel Almansa dan Buchanan, Veda diam-diam mencuri perhatian dengan berada hanya beberapa persepuluh detik di belakang mereka. Pembalap Indonesia itu mengakhiri sesi latihan di posisi ketiga dengan catatan waktu yang kompetitif.
Hasil tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa performa apik Veda pada balapan sebelumnya hanya dipengaruhi karakter lintasan tertentu. Di Goiânia yang memiliki karakter lebih teknis dan menuntut kemampuan tinggi, Veda tetap mampu bersaing dengan para pembalap papan atas.
Gaya Balap Agresif Jadi Senjata Utama
Performa Veda Ega Pratama tidak lepas dari gaya balap agresif yang menjadi ciri khasnya. Dalam laporan yang beredar di paddock, pembalap Indonesia itu disebut memiliki pendekatan yang berani saat memasuki tikungan.
Teknik pengereman terlambat menjadi salah satu kekuatan utamanya. Gaya tersebut bahkan disebut mengingatkan banyak pihak pada karakter balap muda Marc Marquez yang agresif dan penuh risiko.
Menurut informasi dari lingkungan tim, Veda memberikan perhatian khusus pada sektor terakhir lintasan Goiânia yang menjadi bagian paling teknis. Fokus tersebut terbukti membantu dirinya memangkas selisih waktu dari para rival.
Sementara sejumlah pembalap memilih pendekatan yang lebih aman, Veda justru berusaha mencari jalur dan titik cengkeraman terbaik untuk mendapatkan keuntungan waktu.
Ancaman Nyata bagi Para Favorit
Keberhasilan menembus posisi tiga besar membuat Veda tidak lagi dipandang sebagai pembalap pelengkap di Moto3 musim ini. Penampilannya menunjukkan bahwa ia mampu menjadi ancaman nyata bagi para kandidat juara dunia.
Data sektor memperlihatkan Veda mampu menyamai kecepatan Almansa di beberapa bagian lintasan. Kekurangannya hanya terlihat pada lintasan lurus, di mana motor Honda yang digunakannya masih kalah dalam kecepatan puncak dibanding motor KTM milik rival-rivalnya.
Meski demikian, kemampuan Veda saat melewati tikungan mampu menutupi kekurangan tersebut. Kombinasi keberanian dan kemampuan teknis membuatnya tetap berada dalam persaingan papan atas.
Persaingan Semakin Ketat Jelang Kualifikasi
Moto3 Brasil 2026 menghadirkan persaingan yang sangat rapat. Sebanyak 12 pembalap teratas hanya dipisahkan oleh selisih waktu kurang dari satu detik, menunjukkan betapa ketatnya kompetisi di Goiânia.
Di sisi lain, sejumlah rumor mulai beredar terkait kemungkinan masalah teknis yang dialami motor David Almansa. Kabar tersebut muncul setelah sesi latihan berakhir dan menjadi perbincangan di area paddock.
Apabila situasi tersebut berkembang menjelang kualifikasi, peluang para rival termasuk Veda Ega Pratama untuk merebut posisi lebih baik akan semakin terbuka.
Dengan performa yang ditunjukkan pada sesi latihan, Veda kini menjadi salah satu nama yang paling diperhatikan menjelang kualifikasi Moto3 Brasil 2026. Pembalap muda Indonesia itu berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dunia dan berpeluang menciptakan kejutan besar di Goiânia.
Editor : Gita Dwi Nuraini