TRENGGALEK NJENGGALEK - Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah baru bagi dunia balap motor Indonesia setelah berhasil meraih podium pertamanya di ajang Moto3 Brasil 2026. Pembalap Honda Team Asia itu finis di posisi ketiga dalam balapan dramatis di Sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia, sekaligus menghadirkan podium Grand Prix pertama bagi Indonesia.
Pencapaian Veda Ega Pratama menjadi sorotan utama pada balapan Moto3 Brasil. Di tengah persaingan ketat para pembalap muda dunia, rider berusia 17 tahun tersebut mampu tampil konsisten hingga akhirnya mengamankan tempat di podium.
Balapan berlangsung penuh drama sejak lampu start padam. Joel Esteban yang memulai balapan dari pole position langsung mendapat tekanan dari Valentin Perrone dan sejumlah pembalap lainnya. Sementara itu, Veda yang memulai balapan dari posisi keempat langsung menunjukkan agresivitasnya dengan naik ke posisi ketiga pada lap-lap awal.
Veda Ega Pratama Tampil Kompetitif Sejak Awal
Sejak balapan dimulai, Veda mampu menjaga ritme di kelompok depan. Meski sempat kehilangan beberapa posisi akibat sengitnya pertarungan di lap awal, pembalap Indonesia itu tetap bertahan dalam rombongan yang bersaing memperebutkan podium.
Persaingan semakin ketat ketika sejumlah pembalap saling bertukar posisi di kelompok terdepan. Nama-nama seperti David Almansa, Valentin Perrone, Marco Morelli, Adrian Fernandez, hingga Max Kielas terus terlibat duel sengit sepanjang balapan.
Di tengah situasi tersebut, Veda tetap menjaga peluangnya. Catatan waktunya menunjukkan peningkatan dari lap ke lap dan membuatnya terus berada dalam persaingan untuk posisi terbaik.
Balapan Dramatis Berubah Setelah Red Flag
Drama besar terjadi ketika balapan harus dihentikan dengan bendera merah saat menyisakan 10 lap. Keputusan tersebut membuat seluruh keunggulan yang telah dibangun para pembalap terhapus dan balapan dilanjutkan dengan format sprint lima lap.
Pada restart, Max Kielas langsung melesat memimpin balapan. Namun pertarungan sengit justru terjadi di belakangnya, termasuk perebutan posisi podium yang melibatkan Marco Morelli, Alvaro Carpe, dan Veda Ega Pratama.
Veda menunjukkan keberanian luar biasa pada fase krusial balapan. Pembalap Honda Team Asia itu beberapa kali melakukan manuver agresif untuk memperbaiki posisi dan tetap berada dalam perebutan podium.
Salah satu momen penting terjadi ketika Veda berhasil menyalip sejumlah rivalnya di tikungan cepat dan kembali masuk ke posisi empat besar. Manuver tersebut menjadi modal penting menjelang lap terakhir.
Podium Bersejarah untuk Indonesia
Memasuki lap terakhir, pertarungan podium semakin memanas. Veda terlibat duel ketat dengan Alvaro Carpe dan sejumlah pembalap lain yang juga mengincar posisi tiga besar.
Dengan ketenangan dan kemampuan menjaga ritme, Veda akhirnya mampu mempertahankan posisinya hingga garis finis. Ia berhasil mengamankan posisi ketiga dan mengungguli Alvaro Carpe dengan selisih yang sangat tipis.
Hasil tersebut langsung disambut antusias oleh tim Honda Team Asia maupun para penggemar balap motor Indonesia. Pasalnya, podium yang diraih Veda menjadi pencapaian bersejarah.
Menurut komentator balapan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Grand Prix, Indonesia berhasil menempatkan pembalapnya di podium kejuaraan dunia.
Keberhasilan itu sekaligus membuktikan alasan Honda Team Asia memberikan kesempatan kepada Veda untuk tampil di level dunia. Sepanjang akhir pekan, pembalap asal Indonesia tersebut menunjukkan kecepatan, keberanian, dan kematangan yang mampu bersaing dengan para pembalap terbaik Moto3.
Veda Ega Pratama Semakin Diperhitungkan
Moto3 Brasil 2026 menjadi titik penting dalam karier Veda Ega Pratama. Setelah sebelumnya menunjukkan potensi besar, kini ia berhasil mengubah potensi tersebut menjadi hasil nyata berupa podium Grand Prix.
Di depan, Max Kielas keluar sebagai pemenang balapan setelah mengalahkan Marco Morelli yang finis di posisi kedua. Namun perhatian publik Indonesia tertuju kepada Veda yang sukses mencetak sejarah.
Podium perdana itu menjadi bukti bahwa Indonesia kini memiliki pembalap yang mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia. Dengan usia yang masih sangat muda, Veda Ega Pratama berpeluang menjadi salah satu bintang masa depan Moto3 dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di pentas internasional.
Editor : Gita Dwi Nuraini