TRENGGALEK NJENGGALEK - Veda Ega Pratama menorehkan sejarah baru bagi dunia balap motor Indonesia setelah berhasil meraih podium Moto3 Brasil 2026. Pembalap Honda Team Asia itu finis di posisi ketiga dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Grand Prix.
Prestasi Veda Ega Pratama menjadi sorotan utama usai balapan Moto3 Brasil yang berlangsung dramatis di Sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia. Lebih istimewa lagi, pencapaian tersebut diraih Veda hanya dalam penampilan Grand Prix keduanya di Kejuaraan Dunia Moto3.
Keberhasilan Veda Ega Pratama langsung mendapat perhatian besar dari komentator dan pelaku paddock MotoGP. Banyak pihak menilai pembalap muda Indonesia tersebut sebagai salah satu talenta paling menjanjikan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Podium Bersejarah untuk Indonesia
Moto3 Brasil berlangsung penuh drama sejak awal hingga akhir. Balapan sempat dihentikan akibat bendera merah ketika menyisakan 10 lap sehingga keunggulan besar yang telah dibangun sejumlah pembalap harus terhapus.
Setelah restart dengan format sprint lima lap, persaingan memperebutkan podium semakin sengit. Veda yang berada di kelompok depan harus menghadapi tekanan dari sejumlah rival seperti Alvaro Carpe, Rico Salmela, dan Marco Morelli.
Meski mendapat tekanan hingga lap terakhir, pembalap berusia 17 tahun itu mampu mempertahankan posisinya di tiga besar. Veda akhirnya menyentuh garis finis di posisi ketiga dan mengamankan podium bersejarah bagi Indonesia.
Menurut komentator balapan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Grand Prix, Indonesia memiliki pembalap yang berhasil naik podium di kejuaraan dunia balap motor.
Veda Akui Sulit Mengelola Ban
Usai balapan, Veda mengaku sempat mengalami kesulitan mengelola kondisi ban belakang selama balapan utama sebelum red flag dikibarkan.
Meski demikian, ia berhasil beradaptasi dan mempertahankan performanya hingga akhir lomba.
"Saya melakukan pekerjaan yang sangat baik hari ini. Sebelum red flag saya kesulitan mengatur ban belakang, tetapi akhirnya bisa finis tiga besar pada Grand Prix kedua saya," ujar Veda setelah balapan.
Ia juga menyebut podium tersebut sebagai pencapaian terbesar dalam kariernya sejauh ini.
Veda kemudian menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, keluarga, sponsor, serta seluruh pihak yang terus mendukung perjalanan kariernya hingga mampu bersaing di level dunia.
Diprediksi Jadi Bintang Masa Depan Moto3
Keberhasilan Veda langsung memunculkan banyak pujian dari pengamat dan komentator MotoGP. Mereka menilai pembalap Indonesia tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu bintang masa depan Moto3.
Sepanjang balapan, Veda menunjukkan keberanian saat melakukan manuver menyalip rival-rivalnya. Salah satu momen penting terjadi ketika ia berhasil merebut posisi penting dalam perebutan podium melalui manuver agresif di tikungan.
Penampilannya juga menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki pembalap debutan. Meski baru menjalani balapan kedua di Grand Prix, Veda mampu bersaing dengan pembalap yang lebih berpengalaman.
Bahkan, sejumlah komentator menyebut pencapaian tersebut kemungkinan hanya menjadi awal dari banyak podium yang akan diraih Veda pada masa mendatang.
Bukti Keberhasilan Program Pembinaan
Podium Veda juga menjadi bukti keberhasilan jalur pembinaan pembalap muda Asia menuju MotoGP. Sebelum tampil di Moto3, Veda merupakan salah satu lulusan program pengembangan bakat yang menjadi bagian dari Road to MotoGP.
Kesempatan yang diberikan Honda Team Asia berhasil dijawab dengan performa gemilang. Dalam waktu singkat, Veda mampu menunjukkan bahwa dirinya layak bersaing di level tertinggi balap motor dunia.
Moto3 Brasil 2026 akhirnya menjadi balapan yang akan selalu dikenang dalam sejarah olahraga Indonesia. Bukan hanya karena podium pertama Veda Ega Pratama, tetapi juga karena lahirnya harapan baru bagi Indonesia di panggung Grand Prix dunia.
Dengan usia yang masih 17 tahun dan baru menjalani dua balapan, perjalanan Veda masih sangat panjang. Namun satu hal yang sudah pasti, namanya kini resmi tercatat dalam sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium Grand Prix.
Editor : Gita Dwi Nuraini