Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hakim Danish Didiskualifikasi dari Moto3 Mugello 2026, Kehilangan 13 Poin dan Buka Peluang Veda Ega Pratama Naik ke Papan Atas

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:10 WIB
Hakim Danish didiskualifikasi dari Moto3 Mugello 2026. Veda Ega Pratama kini menembus empat besar klasemen dunia.(Gemini AI)
Hakim Danish didiskualifikasi dari Moto3 Mugello 2026. Veda Ega Pratama kini menembus empat besar klasemen dunia.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK - Persaingan Moto3 2026 kembali memanas setelah muncul kabar mengejutkan yang melibatkan pembalap Malaysia, Hakim Danish. Rider muda yang selama ini menjadi salah satu pesaing kuat di papan tengah hingga atas klasemen itu dikabarkan harus menerima sanksi diskualifikasi dari hasil balapan Moto3 Mugello 2026 akibat pelanggaran teknis pada motornya.

Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan paddock, investigasi teknis pasca-balapan menemukan adanya ketidaksesuaian pada bahan bakar dan oli mesin yang digunakan motor Hakim Danish. Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, hasil balapan pembalap tersebut di Mugello dinyatakan tidak sah sehingga poin yang diperolehnya dari seri tersebut dicabut.

Kabar mengenai Hakim Danish didiskualifikasi langsung menjadi perhatian penggemar Moto3, terutama di kawasan Asia Tenggara. Selain berdampak pada klasemen sementara, keputusan tersebut juga membuka peluang bagi sejumlah pembalap lain untuk memperbaiki posisi mereka dalam perburuan poin musim ini.

Baca Juga: 10 HP Snapdragon Terbaik di Harga Rp3 Jutaan, Performa Gaming Kencang, Kamera OIS dan Baterai Jumbo

Kehilangan 13 Poin Penting

Sanksi yang diterima Danish tidak bisa dianggap sepele. Pembalap Malaysia itu harus kehilangan 13 poin yang sebelumnya berhasil diraih di Mugello. Dalam kejuaraan seketat Moto3, selisih beberapa poin saja dapat menentukan posisi akhir klasemen pada penghujung musim.

Reaksi penggemar pun beragam. Sebagian menilai hukuman tersebut terlalu berat, sementara yang lain beranggapan bahwa regulasi teknis harus ditegakkan secara adil tanpa memandang status maupun asal negara pembalap.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa seluruh tim wajib mematuhi aturan yang ditetapkan federasi. Pelanggaran teknis sekecil apa pun dapat berujung pada konsekuensi besar yang memengaruhi perjalanan musim sebuah tim maupun pembalap.

Baca Juga: 8 HP 3 Jutaan Terbaik, Spek Makin Gahar dengan Layar 144 Hz dan Baterai 7.000 mAh

Veda Ega Pratama Tembus Empat Besar

Di tengah kabar kurang menyenangkan bagi Danish, publik Indonesia justru mendapat kabar menggembirakan. Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, kini berhasil menembus posisi empat besar klasemen sementara Moto3 2026.

Dengan koleksi 71 poin, Veda semakin mendekati kelompok terdepan yang selama ini mendominasi perebutan gelar juara dunia. Capaian tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan yang ditunjukkan pembalap asal Gunungkidul itu sepanjang musim debutnya.

Posisi empat besar tidak diraih secara instan. Veda menunjukkan konsistensi dalam mengumpulkan poin meski beberapa kali menghadapi tantangan saat sesi kualifikasi. Kemampuannya membaca jalannya balapan menjadi salah satu keunggulan yang membuatnya mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.

Selain itu, Veda dikenal mampu menjaga kondisi ban dengan baik serta menghindari kesalahan yang tidak perlu saat balapan berlangsung. Faktor tersebut membuatnya kerap tampil lebih kompetitif pada lap-lap akhir.

Baca Juga: 8 HP 3 Jutaan Terbaik, Performa Kencang, Layar 144 Hz, dan Baterai Jumbo Jadi Andalan

Honda Siapkan Pengembangan Motor

Performa impresif Veda ternyata mulai mendapat perhatian lebih dari Honda Racing Corporation (HRC). Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Honda tengah mempersiapkan pengembangan untuk motor Honda NSF250RW yang digunakan pembalap Indonesia tersebut.

Fokus utama pengembangan dikabarkan berada pada sektor akselerasi, terutama ketika motor keluar dari tikungan lambat dan menengah. Area ini selama beberapa seri terakhir dianggap masih menjadi salah satu kelemahan motor Honda dibanding beberapa rivalnya.

Para teknisi disebut tengah menyempurnakan engine mapping atau perangkat lunak mesin agar distribusi tenaga menjadi lebih efektif. Pengembangan ini tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku dan bertujuan mengoptimalkan performa motor tanpa melanggar aturan teknis.

Jika proses pengembangan berjalan sesuai rencana, Veda berpotensi mendapatkan peningkatan performa yang signifikan pada seri-seri berikutnya.

Brno Jadi Ujian Berikutnya

Perhatian kini mengarah ke seri berikutnya di Brno, Republik Ceko. Sirkuit tersebut dikenal memiliki karakter yang menuntut keseimbangan antara kecepatan, akselerasi, dan kemampuan pengereman.

Karakter lintasan Brno dinilai cocok untuk menguji hasil pengembangan yang tengah disiapkan Honda. Beberapa pengamat bahkan menilai seri ini dapat menjadi kesempatan bagi Veda untuk kembali bersaing di barisan depan dan menambah koleksi poin penting.

Tak hanya itu, Veda juga semakin diperhitungkan dalam perebutan gelar Rookie of the Year 2026. Status tersebut menunjukkan bahwa pembalap Indonesia ini bukan sekadar penggembira di Moto3, melainkan salah satu talenta muda yang mampu memberikan persaingan serius.

Dengan posisi klasemen yang semakin kuat dan peluang pengembangan motor yang menjanjikan, paruh kedua musim Moto3 2026 diprediksi akan menjadi momen penting bagi Veda Ega Pratama. Sementara itu, kasus diskualifikasi Hakim Danish menjadi bukti bahwa persaingan di Moto3 tidak hanya ditentukan oleh kecepatan di lintasan, tetapi juga oleh kepatuhan terhadap regulasi teknis yang berlaku.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Honda Team Asia #Hakim Danish #Moto3 Mugello