TRENGGALEK NJENGGALEK – Penampilan Veda Ega Pratama pada seri Moto3 Brasil 2026 sukses mencuri perhatian banyak pihak. Tidak hanya para penggemar balap motor Indonesia, tetapi juga pengamat MotoGP dan presenter balap ternama Lucy Wiryono yang mengaku terharu melihat perjuangan pembalap muda asal Gunungkidul tersebut meraih podium pertamanya musim ini.
Dalam ulasan terbaru di kanal YouTube miliknya, Lucy Wiryono menempatkan pencapaian Veda Ega Pratama sebagai sorotan utama setelah balapan Moto3 Brasil di Sirkuit Goiania Ayrton Senna. Menurut Lucy, momen paling menentukan terjadi pada lap terakhir saat Veda berhasil melakukan manuver overtake terhadap rivalnya untuk merebut posisi podium.
Keberhasilan itu semakin spesial karena merupakan Grand Prix kedua Veda pada musim 2026. Meski masih minim pengalaman dibandingkan para pesaingnya, pembalap Indonesia tersebut mampu menunjukkan kematangan dan ketenangan luar biasa sepanjang balapan.
Overtake Krusial Jadi Penentu Podium
Balapan Moto3 Brasil sempat berlangsung dramatis setelah insiden kecelakaan yang memicu red flag. Saat balapan dihentikan sementara, posisi Veda berada di luar zona podium dan harus memulai kembali dari posisi yang kurang menguntungkan.
Situasi tersebut membuat banyak penggemar khawatir peluang podium akan semakin sulit diraih. Apalagi setelah restart, balapan hanya menyisakan lima lap sehingga kesempatan untuk memperbaiki posisi menjadi sangat terbatas.
Namun Veda justru tampil tenang. Ia menjalankan strateginya dengan sabar dan tidak terburu-buru menyerang sejak awal restart. Beberapa kali pembalap berusia 17 tahun itu berhasil melakukan manuver bersih untuk menyalip rival-rival yang lebih berpengalaman.
Puncaknya terjadi pada lap terakhir ketika Veda sukses melakukan overtake krusial terhadap Carpe. Manuver tersebut langsung mengantarkannya ke posisi ketiga hingga garis finis.
“Momentumnya Veda Ega kemarin itu adalah di lap terakhir dan ketika dia overtake Carpe untuk bisa podium. Wah, itu pecah banget,” ujar Lucy Wiryono dalam ulasannya.
Lucy Wiryono Puji Mental dan Kedewasaan Veda
Menurut Lucy, salah satu kekuatan terbesar Veda adalah kemampuannya menjaga ketenangan di tengah tekanan balapan yang sangat ketat. Karakter tersebut bahkan sudah terlihat sejak Veda masih berkompetisi di ajang Asia Talent Cup.
Lucy menilai Veda tidak mudah panik ketika menghadapi situasi sulit. Ia selalu berusaha membaca kondisi balapan terlebih dahulu sebelum menentukan waktu yang tepat untuk menyerang.
Sikap tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pembalap Indonesia untuk bersaing di level dunia. Terlebih, Moto3 dikenal sebagai kelas yang memiliki persaingan sangat rapat dengan selisih waktu yang sering kali hanya sepersekian detik.
“Dia sabar banget, dewasa, dan tetap dengan karakternya. Dari dulu Veda memang tidak pernah panik,” kata Lucy.
Sorotan Saat Selebrasi Podium
Selain aksi di lintasan, Lucy juga menanggapi komentar sejumlah netizen yang mempertanyakan sikap Veda saat selebrasi podium. Beberapa penonton menilai Veda terlihat menghindari semprotan champagne dan tidak ikut meminumnya bersama pembalap lain.
Lucy menjelaskan bahwa ada kemungkinan hal tersebut berkaitan dengan usia Veda yang masih 17 tahun atau faktor keyakinan agama yang dianutnya.
Menurutnya, di banyak negara Eropa, pembalap yang masih berstatus di bawah umur memiliki aturan ketat terkait konsumsi alkohol. Selain itu, sebagai seorang Muslim, Veda juga berpotensi memilih untuk tidak terlibat dalam selebrasi menggunakan minuman beralkohol.
Karena itu, Lucy mengimbau publik untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif terhadap sikap pembalap muda tersebut.
Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil podium di Brasil memberikan dampak besar terhadap posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026. Tambahan poin penting membuatnya kini menempati peringkat ketiga klasemen pembalap.
Posisi teratas masih ditempati Maximo Quiles, disusul Morelli di urutan kedua. Sementara Veda berada di posisi ketiga dan terus menjaga peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar musim ini.
Lucy menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan balap motor Indonesia. Dengan usia yang masih sangat muda, Veda dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh di kompetisi dunia.
Podium di Brasil bukan hanya menjadi prestasi pribadi bagi Veda Ega Pratama, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing dengan talenta-talenta terbaik dunia di ajang Moto3.
Editor : Gita Dwi Nuraini