Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Bikin Bangga Indonesia, Lucy Wiryono Soroti Overtake Krusial di Lap Terakhir yang Antar ke Podium Moto3 Brasil 2026

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:55 WIB
Veda Ega Pratama sukses podium Moto3 Brasil 2026. Lucy Wiryono soroti overtake krusial di lap terakhir yang bikin bangga.(Gemini AI)
Veda Ega Pratama sukses podium Moto3 Brasil 2026. Lucy Wiryono soroti overtake krusial di lap terakhir yang bikin bangga.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK - Penampilan Veda Ega Pratama pada Moto3 Brasil 2026 kembali menjadi sorotan publik Tanah Air. Pembalap muda Indonesia itu sukses merebut podium ketiga setelah menampilkan balapan penuh kesabaran dan kecerdasan dalam memanfaatkan momentum di lap-lap akhir.

Dalam ulasan yang disampaikan pengamat MotoGP sekaligus jurnalis balap Lucy Wiryono, Veda Ega Pratama dinilai menunjukkan kedewasaan luar biasa meski baru menjalani Grand Prix keduanya di ajang Moto3 musim 2026. Momen paling menentukan terjadi pada lap terakhir ketika Veda berhasil melakukan manuver overtake yang mengantarkannya naik ke posisi podium.

Menurut Lucy, aksi tersebut menjadi salah satu momen terbaik sepanjang balapan di Sirkuit Goiania, Brasil. Keberhasilan Veda Ega Pratama mengalahkan rival yang lebih berpengalaman membuktikan bahwa pembalap asal Indonesia itu memiliki mental bertanding yang kuat.

Baca Juga: Rumor Hakim Danis Makin Panas Jelang Moto3 2026, Pembalap Malaysia Ini Disebut Siap Jadi Penantang Gelar

Balapan Sempat Terganggu Red Flag

Race Moto3 Brasil berlangsung tidak mudah. Balapan sempat dihentikan akibat insiden yang melibatkan salah satu pembalap sehingga memunculkan red flag. Setelah balapan dilanjutkan dengan prosedur start ulang, posisi para pembalap mengalami perubahan sesuai urutan terakhir sebelum penghentian lomba.

Situasi tersebut membuat Veda harus memulai kembali perjuangannya dari posisi yang tidak ideal. Namun, pembalap berusia 17 tahun itu tidak kehilangan fokus.

Lucy menilai salah satu kekuatan terbesar Veda adalah kemampuannya untuk tetap tenang di tengah tekanan. Karakter itu disebut sudah terlihat sejak Veda berkompetisi di Asia Talent Cup.

"Dia tidak pernah panik. Dia selalu mencoba membangun ritme dan mencari kesempatan yang tepat," ungkap Lucy dalam analisisnya.

Baca Juga: 7 HP Baterai 7000 mAh Paling Murah Akhir 2025, Harga Mulai Rp1 Jutaan hingga Rp3 Jutaan Tanpa Takut Lowbat

Overtake di Lap Terakhir Jadi Penentu

Memasuki lap-lap akhir, persaingan semakin ketat. Veda harus menghadapi sejumlah pembalap yang memiliki pengalaman lebih banyak di level internasional.

Namun, kesabaran Veda akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil melakukan beberapa manuver penting, termasuk double overtake yang membuat posisinya semakin kompetitif dalam perebutan podium.

Puncaknya terjadi pada lap terakhir saat Veda sukses menyalip pembalap di depannya. Lucy mengaku sempat meragukan peluang tersebut karena lawan yang dihadapi memiliki pengalaman lebih panjang.

"Tadinya saya pikir Veda tidak akan bisa melakukan overtake itu, apalagi sudah last lap. Tapi ternyata dia berhasil dan itulah momen yang membuatnya naik podium," kata Lucy.

Keberhasilan tersebut membuat Veda mengamankan posisi ketiga dan menghadirkan hasil terbaik bagi Indonesia di awal musim Moto3 2026.

Baca Juga: Daftar Sementara Pembalap Moto3 2026: Veda Ega Pratama Dipastikan Tampil, Siap Tantang Maximo Quiles dan Brian Uriarte

Selebrasi Podium Jadi Perbincangan

Selain hasil balapan, selebrasi podium Veda juga menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sebagian netizen mempertanyakan sikap Veda yang terlihat menghindari semprotan sampanye saat perayaan podium berlangsung.

Lucy menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan yang melatarbelakangi sikap tersebut. Pertama, Veda masih berusia 17 tahun sehingga secara hukum di banyak negara masih tergolong di bawah umur dan tidak diperbolehkan berinteraksi dengan minuman beralkohol.

Kemungkinan kedua berkaitan dengan keyakinan agama yang dianut sang pembalap. Lucy mencontohkan sejumlah pembalap Muslim di ajang balap dunia yang juga memilih menghindari sampanye saat perayaan kemenangan.

Karena itu, ia mengingatkan publik agar tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif terhadap tindakan Veda.

Naik ke Posisi Tiga Klasemen

Hasil podium di Brasil memberikan dampak besar terhadap posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026. Pembalap Indonesia tersebut kini menempati peringkat ketiga klasemen di belakang Maximo Quiles dan Morelli.

Posisi itu semakin memperkuat peluang Veda untuk bersaing di papan atas musim ini. Meski kompetisi masih panjang, performa konsisten yang ditunjukkan sejak awal musim membuat namanya semakin diperhitungkan oleh para rival.

Lucy menilai keberhasilan podium pada Grand Prix kedua menjadi sinyal positif bagi perkembangan karier Veda di level dunia. Dengan usia yang masih sangat muda dan pengalaman yang terus bertambah, peluang pembalap Indonesia itu untuk meraih hasil lebih besar di masa depan terbuka lebar.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Klasemen Moto3 2026 #Moto3 Brasil 2026 #Podium Moto3 #Lucy Wiryono