TRENGGALEK NJENGGALEK – Pengamat MotoGP sekaligus kreator konten balap, Lucy Wiryono, memberikan perhatian khusus terhadap penampilan Veda Ega Pratama pada seri Moto3 Brasil 2026. Menurutnya, podium yang diraih pembalap muda Indonesia tersebut bukan sekadar hasil balapan biasa, melainkan bukti kedewasaan dan kematangan mental yang luar biasa.
Dalam ulasannya, Lucy Wiryono mengaku terharu melihat perjuangan Veda Ega Pratama yang berhasil finis di posisi ketiga meski harus menghadapi situasi balapan yang tidak mudah setelah adanya red flag yang mengubah jalannya lomba.
Menurut Lucy, momen paling menentukan terjadi pada lap terakhir ketika Veda berhasil melakukan manuver menyalip rivalnya untuk merebut posisi podium. Aksi tersebut menjadi salah satu sorotan utama dari penampilan pembalap berusia 17 tahun itu di Moto3 Brasil 2026.
Red Flag Ubah Jalannya Balapan
Lucy menjelaskan bahwa balapan sempat dihentikan akibat insiden yang melibatkan salah satu pembalap. Setelah lomba dihentikan dengan red flag, prosedur quick restart diterapkan dan posisi grid ditentukan berdasarkan urutan terakhir sebelum balapan dihentikan.
Situasi itu membuat Veda harus memulai kembali dari posisi yang kurang menguntungkan. Dengan sisa balapan yang hanya beberapa lap, peluang untuk menembus podium dinilai cukup sulit karena persaingan di kelas Moto3 sangat ketat.
Namun, Lucy melihat Veda tetap tampil tenang dan tidak terburu-buru. Ia menyebut karakter pembalap asal Indonesia tersebut memang dikenal sabar sejak masih berkompetisi di ajang Asia Talent Cup.
“Veda tidak panik. Dia pelan-pelan membangun ritme, menunggu momentum yang tepat, lalu menyerang ketika kesempatan datang,” ungkap Lucy dalam analisisnya.
Overtake Krusial Jadi Penentu Podium
Momen yang paling membekas bagi Lucy terjadi pada lap terakhir ketika Veda berhasil melakukan manuver overtake penting untuk mengamankan posisi ketiga.
Awalnya, Lucy mengaku sempat ragu Veda mampu melewati rival yang memiliki pengalaman lebih banyak di kejuaraan dunia. Namun, pembalap muda Indonesia itu mampu menunjukkan keberanian sekaligus kecerdasan dalam membaca situasi balapan.
Manuver tersebut akhirnya menjadi kunci keberhasilan Veda meraih podium pada seri keduanya di Moto3 musim 2026.
Bagi Lucy, pencapaian tersebut sangat spesial karena membuktikan bahwa Veda tidak hanya memiliki kecepatan, tetapi juga kemampuan mengelola tekanan dalam situasi krusial.
Soroti Sikap Veda Saat Selebrasi Podium
Selain performa di lintasan, Lucy juga menyoroti sikap Veda saat perayaan podium. Ia memperhatikan bahwa Veda tidak ikut menyemprotkan maupun meminum sampanye seperti pembalap lainnya.
Menurut Lucy, ada kemungkinan hal tersebut berkaitan dengan usia Veda yang masih di bawah 18 tahun atau karena keyakinan agama yang dianutnya.
Ia mengingatkan publik agar tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif terhadap sikap tersebut.
Lucy mencontohkan sejumlah pembalap muslim di kejuaraan dunia yang juga memilih menghindari kontak dengan minuman beralkohol saat perayaan podium.
“Jangan langsung menghakimi tanpa memahami latar belakangnya terlebih dahulu,” ujarnya.
Posisi Klasemen Semakin Menjanjikan
Podium di Brasil membuat posisi Veda semakin kuat dalam persaingan klasemen Moto3 musim 2026. Pembalap Indonesia itu kini menempati peringkat ketiga dan mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar musim ini.
Lucy menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan karier Veda di level dunia. Meski musim masih panjang, hasil yang diraih dalam dua seri awal menunjukkan bahwa Veda mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dari Eropa.
Ia berharap konsistensi performa dapat terus dijaga sehingga Veda semakin dekat dengan target meraih kemenangan perdana di Moto3.
“Ini baru awal perjalanan. Tapi yang ditunjukkan Veda sejauh ini sudah sangat luar biasa dan layak membuat Indonesia bangga,” tutup Lucy.
Editor : Gita Dwi Nuraini