TRENGGALEK NJENGGALEK – Nama Veda Ega Pratama terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta balap motor Indonesia. Penampilan impresif rider muda asal Gunungkidul itu pada awal musim Moto3 2026 membuat banyak pihak optimistis Indonesia akhirnya memiliki pembalap yang mampu bersaing di level dunia.
Dalam sebuah ulasan di kanal YouTube Pedok Talk bersama Lucy Wiryono dan Joni Lono Mulia, performa Veda Ega Pratama dinilai layak mendapat perhatian besar. Namun, keduanya menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukan sekadar euforia sesaat, melainkan berdasarkan kemampuan yang sudah terlihat sejak Veda tampil di Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup.
Pada debutnya di Moto3 di Buriram, Thailand, Veda tampil mengesankan. Meski baru pertama kali merasakan atmosfer balap Moto3, ia mampu bersaing di barisan depan dan mengamankan hasil yang membuat banyak pengamat terpukau.
Debut Moto3 yang Mencuri Perhatian
Lucy Wiryono menilai penampilan Veda di Buriram sangat impresif karena ia tidak hanya sekadar mengikuti balapan.
Start dari posisi kelima, Veda sempat naik ke posisi ketiga, kemudian turun beberapa posisi sebelum kembali melakukan perlawanan. Kemampuan bertarung yang konsisten menjadi salah satu keunggulan yang paling menonjol dari pembalap muda tersebut.
Menurut Lucy, gaya balap Veda berbeda dibandingkan banyak rider lainnya. Ia dikenal memiliki racing line yang rapi, agresif saat menyalip, tetapi tetap bersih dan minim risiko.
"Dia tidak gampang menyerah. Kalau serangan pertama gagal, dia akan mencoba lagi di kesempatan berikutnya," ungkap Lucy dalam pembahasannya.
Penampilan itu bahkan mendapat pujian dari komentator MotoGP, Matthew Birt. Dalam siaran internasional, Matthew menyebut Indonesia memiliki calon bintang besar masa depan yang patut diperhatikan.
Pujian tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa Veda memiliki potensi besar untuk berkembang di kejuaraan dunia.
Hasil dari Pembinaan Jangka Panjang
Kesuksesan Veda juga dianggap sebagai bukti bahwa jalur pembinaan pembalap muda mulai menunjukkan hasil nyata.
Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup disebut menjadi fondasi penting yang membantu pembalap Indonesia beradaptasi dengan standar balap internasional. Melalui kompetisi tersebut, para rider mendapatkan pengalaman menghadapi pembalap terbaik dari berbagai negara sejak usia muda.
Selain itu, program pelatihan yang melibatkan akademi pembalap internasional juga membuka peluang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk berkembang.
Lucy menilai kesempatan yang kini tersedia jauh lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu. Karena itu, kemunculan Veda menjadi simbol bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing jika mendapatkan jalur pembinaan yang tepat.
Hakim Danish dan Zen Mitani Jadi Tolok Ukur
Meski tampil menjanjikan, perjalanan Veda menuju papan atas Moto3 masih panjang. Sejumlah nama diprediksi menjadi rival sekaligus tolok ukur perkembangan pembalap Indonesia tersebut.
Salah satunya adalah pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang selama ini sering dibandingkan dengan Veda karena sama-sama berasal dari Asia Tenggara dan memiliki performa kompetitif.
Selain itu, ada pula Zen Mitani, rekan setim Veda yang dikenal sebagai salah satu talenta kuat di kelas junior. Kehadiran Mitani diyakini dapat membantu sekaligus menjadi tantangan bagi Veda dalam meningkatkan performanya sepanjang musim.
Beberapa pembalap lain seperti Quiles, Almansa, dan Carpe juga disebut sebagai kandidat kuat yang akan menjadi pesaing utama dalam perebutan hasil terbaik di Moto3 musim ini.
Pengamat Optimistis Veda Bersinar
Joni Lono Mulia mengaku sangat optimistis terhadap masa depan Veda Ega Pratama. Menurutnya, pembalap muda tersebut memiliki mentalitas profesional yang jarang dimiliki rider seusianya.
Ia mencontohkan bagaimana Veda mampu memisahkan hubungan pertemanan di luar lintasan dengan persaingan sengit saat balapan.
Selain itu, Veda juga dikenal rendah hati dan fokus pada proses pengembangan diri. Dalam sesi latihan resmi Moto3 sebelumnya, ia menunjukkan peningkatan performa yang konsisten dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Joni menilai pendekatan yang dilakukan Veda dan timnya lebih berorientasi pada pengumpulan data serta pembangunan fondasi jangka panjang dibanding sekadar mengejar hasil instan.
"Dia punya potensi besar dan masih bisa berkembang jauh lebih baik lagi," kata Joni.
Dengan usia yang masih muda, pengalaman internasional yang terus bertambah, serta dukungan pembinaan yang semakin baik, harapan publik Indonesia terhadap Veda Ega Pratama kini semakin besar. Banyak pihak berharap pembalap muda tersebut mampu mengikuti jejak rider Asia yang sukses menembus level tertinggi balap motor dunia dan suatu saat membawa Merah Putih berkibar di podium Grand Prix.
Editor : Gita Dwi Nuraini