Trenggalek Njenggelek- Veda Ega Pratama berhasil menunjukkan perkembangan positif menjelang balapan Moto3 Brno 2026 setelah mencatatkan hasil impresif pada sesi kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Pembalap muda Indonesia tersebut sukses mengamankan posisi start kedelapan dan akan memulai balapan dari barisan ketiga pada race yang digelar Minggu pukul 16.00 WIB.
Hasil kualifikasi Moto3 Brno 2026 ini menjadi kabar menggembirakan bagi para penggemar balap Tanah Air. Pasalnya, Veda Ega Pratama mampu bangkit setelah sebelumnya mengalami kesulitan pada sesi latihan bebas kedua atau Free Practice 2.
Pada sesi latihan tersebut, Veda hanya mampu menempati posisi ke-22. Namun, pembalap muda Indonesia itu berhasil melakukan perbaikan signifikan saat sesi kualifikasi berlangsung dan mampu bersaing dengan para pembalap terbaik di kelas Moto3.
Dengan raihan posisi kedelapan, peluang Veda Ega Pratama untuk bertarung di grup depan pada race Moto3 Brno 2026 terbuka cukup lebar. Start dari barisan ketiga dinilai masih sangat ideal untuk mengejar hasil maksimal dan bahkan bersaing memperebutkan podium.
Veda Ega Pratama Bangkit di Sesi Kualifikasi
Performa Veda Ega Pratama pada sesi kualifikasi patut mendapat apresiasi. Setelah mengalami hasil kurang memuaskan pada sesi sebelumnya, pembalap Indonesia tersebut mampu menunjukkan mental kuat dengan memperbaiki catatan waktunya.
Veda berhasil membukukan waktu terbaik atau best lap sebesar 2 menit 05,270 detik. Catatan tersebut mengantarkannya finis di posisi kedelapan dan memastikan tempat di barisan depan untuk menghadapi balapan utama.
Perbaikan performa ini menjadi sinyal positif bahwa Veda memiliki kecepatan yang cukup kompetitif untuk bersaing dengan para rivalnya di Moto3 musim 2026. Apalagi karakter balapan Moto3 yang sering menghadirkan persaingan ketat dalam grup besar membuat peluang selalu terbuka hingga lap terakhir.
Hakim Danish Jadi Penantang Terkuat
Selain Veda Ega Pratama, perhatian publik Asia Tenggara juga tertuju kepada pembalap Malaysia, Hakim Danish. Rider muda tersebut tampil impresif sepanjang sesi kualifikasi dan berhasil mengamankan posisi kedua.
Hasil itu membuat Hakim Danish akan memulai balapan dari barisan terdepan. Posisi start yang sangat strategis tersebut berpotensi memberikan keuntungan besar saat balapan berlangsung.
Duel antara Veda Ega Pratama dan Hakim Danish diprediksi menjadi salah satu cerita menarik dalam Moto3 Brno 2026. Keduanya merupakan talenta muda terbaik Asia Tenggara yang tengah berusaha membuktikan kemampuan mereka di level dunia.
Persaingan dua pembalap tersebut bukan hanya soal perebutan posisi di lintasan, tetapi juga menjadi representasi kebangkitan pembalap Asia Tenggara di ajang balap internasional. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembalap dari kawasan ini mampu bersaing dengan rider-rider kuat asal Eropa maupun negara lainnya.
Peluang Podium untuk Asia Tenggara
Moto3 dikenal sebagai kelas yang penuh kejutan. Perbedaan waktu antarpembalap yang sangat tipis membuat perubahan posisi dapat terjadi kapan saja selama balapan berlangsung.
Karena itu, posisi kedelapan yang diraih Veda Ega Pratama masih memberikan peluang besar untuk merangsek ke grup terdepan. Jika mampu menjaga ritme balapan sejak awal dan memanfaatkan momentum dengan baik, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia tersebut dapat bersaing dalam perebutan podium.
Menariknya, para penggemar balap Asia Tenggara memiliki harapan besar untuk melihat Veda Ega Pratama dan Hakim Danish kembali mencetak prestasi bersama. Keduanya pernah sama-sama naik podium dalam ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, sebuah pencapaian yang sempat menjadi sorotan dunia balap motor.
Kini, kesempatan untuk mengulang momen bersejarah tersebut kembali terbuka di Moto3 Brno 2026. Jika keduanya mampu tampil konsisten dan terhindar dari insiden, bukan tidak mungkin podium ganda Asia Tenggara kembali tercipta.
Seluruh perhatian kini tertuju pada balapan yang akan berlangsung Minggu sore. Para pendukung Veda Ega Pratama tentu berharap pembalap muda Indonesia itu mampu memberikan kejutan dan meraih hasil terbaik di Sirkuit Brno.
Editor : Maylanni Diana Fitri