Trenggalek Njenggelek- Hasil mengejutkan terjadi pada sesi Free Practice 2 (FP2) Moto3 Ceko 2026. Pembalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, gagal menembus papan tengah dan harus puas tercecer di posisi ke-22 pada latihan bebas kedua yang berlangsung di Sirkuit Automotodrom Brno, Sabtu (20/6).
Catatan tersebut langsung memicu kekhawatiran para pendukung Veda Ega Pratama. Pasalnya, pembalap Honda Team Asia itu tengah berjuang mempertahankan posisinya di papan atas klasemen Moto3 2026 sekaligus memburu gelar Rookie of The Year musim ini.
Di saat Veda kesulitan menemukan kecepatan terbaik, rival-rivalnya justru tampil menggila. Bahkan pembalap Malaysia, Hakim Danish, sukses menembus lima besar dan menunjukkan sinyal kuat siap menjadi ancaman serius pada race utama.
Veda Ega Pratama Kalah Cepat dari Para Rival
Sepanjang sesi FP2, Veda Ega Pratama terlihat belum menemukan setelan motor yang ideal. Rider Indonesia tersebut hanya mampu membukukan waktu terbaik 2 menit 06,585 detik.
Hasil itu membuat Veda terdampar di posisi ke-22, jauh dari kelompok pembalap tercepat yang sudah menembus waktu 2 menit 04 detik.
Situasi ini tentu menjadi perhatian besar karena Brno merupakan salah satu seri penting dalam perburuan poin musim 2026. Jika tren negatif berlanjut hingga kualifikasi dan race, posisi Veda di klasemen bisa terancam.
Meski demikian, banyak pengamat menilai sesi latihan bebas belum sepenuhnya mencerminkan performa sesungguhnya. Tim biasanya masih fokus mencari setelan terbaik sebelum memasuki sesi penentuan grid.
Hakim Danish Kirim Ancaman Serius
Saat Veda Ega Pratama berjuang di papan bawah, Hakim Danish justru tampil impresif. Rider muda Malaysia tersebut berhasil mengakhiri FP2 di posisi kelima.
Penampilan konsisten Hakim Danish semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pembalap rookie paling berbahaya musim ini. Kecepatan yang ditunjukkannya di Brno membuat peluang meraih podium semakin terbuka lebar.
Bagi penggemar Asia Tenggara, duel Veda Ega Pratama dan Hakim Danish menjadi salah satu cerita paling menarik sepanjang Moto3 2026.
Namun untuk sementara, Hakim terlihat unggul setelah mampu menembus lima besar, sedangkan Veda masih berkutat di luar 20 besar.
Alvaro Carpe Kuasai Brno
Di puncak catatan waktu FP2, Alvaro Carpe tampil dominan dengan torehan 2 menit 04,394 detik. Rider KTM tersebut menjadi pembalap tercepat pada sesi latihan bebas kedua.
Posisi kedua ditempati pemuncak klasemen dunia Maximo Quiles. Marco Morelli berada di urutan ketiga, sementara David Almansa mengisi posisi keempat.
Dominasi pembalap KTM pada sesi ini semakin menunjukkan ketatnya persaingan Moto3 musim 2026 yang dipenuhi talenta muda berbakat.
Ancaman untuk Posisi Veda di Klasemen
Meski masih berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 71 poin, posisi Veda Ega Pratama belum sepenuhnya aman.
Selisih poin dengan para rival sangat tipis. Brian Uriarte yang berada di posisi kelima hanya unggul satu angka. Sementara beberapa pembalap lain terus mendekat dan siap mengambil keuntungan jika Veda gagal meraih poin di Brno.
Kondisi tersebut membuat race Moto3 Ceko 2026 menjadi sangat krusial bagi pembalap Indonesia itu.
Bangkit atau Makin Terpuruk?
Kini seluruh perhatian tertuju pada sesi kualifikasi dan race utama. Penggemar Indonesia berharap hasil FP2 hanyalah bagian dari strategi tim untuk menyembunyikan potensi sebenarnya.
Namun jika performa tersebut berlanjut hingga balapan, Veda Ega Pratama bisa menghadapi akhir pekan yang sangat berat di Brno.
Akankah Veda membungkam kritik dengan comeback spektakuler? Atau justru Hakim Danish yang kembali mencuri panggung sebagai bintang Asia Tenggara di Moto3 Ceko 2026? Jawabannya akan segera terungkap saat lampu start mulai menyala di Brno.
Editor : Maylanni Diana Fitri