Trenggalek Njenggelek - Nama Feda Ega Pratama mendadak menjadi sorotan dalam gelaran Moto3 Thailand 2026. Pembalap muda asal Indonesia itu sukses mencuri perhatian setelah tampil impresif pada sesi Final Practice dan mengamankan posisi keenam menjelang balapan perdana musim ini. Hasil tersebut membuat Feda Ega Pratama menjadi rookie terbaik sekaligus membuka harapan besar bagi pecinta balap Tanah Air.
Penampilan Feda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026 terbilang mengejutkan. Meski baru menjalani musim debut di Kejuaraan Dunia Moto3, pembalap binaan Honda Team Asia itu mampu bersaing dengan para rider yang lebih berpengalaman dari Spanyol dan Italia.
Pada sesi penentuan posisi start, Feda mencatatkan waktu terbaik 1 menit 41,856 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi keenam dari total 26 pembalap yang turun di Sirkuit Chang International, Buriram. Ia hanya terpaut sekitar 0,6 detik dari Adrian Fernandez yang berhasil menjadi pembalap tercepat.
Keberhasilan start dari baris kedua tentu menjadi modal berharga bagi Feda untuk menghadapi balapan utama. Terlebih, Moto3 dikenal sebagai kelas yang sangat kompetitif dengan pertarungan rapat sejak lap pertama hingga garis finis.
Debut yang Melampaui Ekspektasi
Banyak pengamat menilai performa Feda jauh melampaui target awal yang diberikan Honda Team Asia. Sebelum musim dimulai, tim hanya menargetkan sang pembalap mampu beradaptasi dan secara bertahap mengumpulkan poin.
Namun kenyataannya, Feda langsung menunjukkan kapasitas sebagai pembalap yang siap bertarung di grup depan. Keberaniannya melakukan pengereman terlambat atau late braking serta kemampuannya memanfaatkan slipstream menjadi salah satu faktor penting di balik pencapaian tersebut.
Tidak sedikit yang menilai gaya balap Feda terlihat jauh lebih matang dibandingkan usianya yang masih 17 tahun. Ia mampu menjaga ritme lap secara konsisten dan tidak menunjukkan tanda-tanda gugup menghadapi atmosfer kompetisi dunia.
Tantangan Besar Membongkar Dominasi Eropa
Moto3 selama bertahun-tahun dikenal sebagai wilayah kekuasaan pembalap Spanyol dan Italia. Banyak juara dunia lahir dari dua negara tersebut, sehingga sulit bagi rider dari kawasan Asia untuk menembus papan atas secara konsisten.
Namun hasil yang diraih Feda di Buriram memberikan sinyal bahwa kesenjangan tersebut mulai mengecil. Selisih waktu yang tidak terlalu jauh dari para pembalap unggulan menunjukkan bahwa talenta Indonesia kini mampu bersaing di level tertinggi.
Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan agar ekspektasi kepada Feda tetap dijaga. Musim masih sangat panjang dan tantangan terbesar bukan hanya soal kecepatan satu lap, melainkan konsistensi sepanjang balapan.
Di Moto3, kemampuan mengikuti ritme grup terdepan menjadi faktor penentu. Pembalap yang tertinggal dari rombongan depan biasanya akan kesulitan mengejar karena efek slipstream sangat berpengaruh terhadap kecepatan motor.
Peluang Besar pada Race Day
Balapan Moto3 Thailand 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026. Race akan menempuh total 19 lap di Sirkuit Chang International yang memiliki panjang lintasan sekitar 4,5 kilometer.
Posisi start keenam memberikan keuntungan strategis bagi Feda. Ia memiliki peluang besar untuk langsung bergabung dengan kelompok terdepan sejak lap pembuka.
Tim Honda Asia juga dikabarkan telah menyiapkan strategi khusus agar Feda bisa memanfaatkan slipstream dari para pembalap senior seperti Adrian Fernandez maupun David Munoz. Strategi tersebut diyakini dapat membantu menjaga kecepatan maksimum sekaligus menghemat performa motor sepanjang balapan.
Kini seluruh perhatian pecinta balap Indonesia tertuju ke Buriram. Apakah Feda Ega Pratama mampu mempertahankan performa impresifnya dan menciptakan kejutan pada balapan debut Moto3? Yang pasti, pembalap muda asal Gunungkidul tersebut telah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar peserta pelengkap.
Dengan keberanian, talenta, dan mentalitas yang ditunjukkan sejak awal musim, Feda Ega Pratama membawa harapan baru bagi Indonesia untuk bersaing di panggung balap motor dunia.
Editor : Maylanni Diana Fitri