Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gaji Veda Ega Pratama di Moto3 Diprediksi Tembus Rp2 Miliar, Gabung Tim Honda dan Punya Posisi Istimewa Berkat Prestasi di Red Bull Rookies Cup

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Minggu, 21 Juni 2026 | 17:35 WIB
Gaji Veda Ega Pratama di Moto3 diprediksi mencapai Rp2 miliar usai dikaitkan dengan tim Honda berkat prestasi di Rookies Cup. (Youtube. com)
Gaji Veda Ega Pratama di Moto3 diprediksi mencapai Rp2 miliar usai dikaitkan dengan tim Honda berkat prestasi di Rookies Cup. (Youtube. com)

 

JAKARTA - Gaji Veda Ega Pratama di Moto3 menjadi topik yang banyak diperbincangkan pecinta balap motor setelah pembalap muda Indonesia tersebut dikabarkan semakin dekat bergabung dengan tim di bawah naungan Honda pada musim mendatang.

Performa gemilang Veda Ega Pratama di Red Bull Rookies Cup 2025 membuat peluangnya tampil di Moto3 semakin terbuka. Status sebagai runner-up kompetisi pembinaan pembalap muda tersebut menjadi modal penting bagi rider asal Indonesia itu untuk menapaki jenjang menuju MotoGP.

Kabar mengenai gaji Veda Ega Pratama di Moto3 pun memunculkan rasa penasaran publik. Banyak yang ingin mengetahui seberapa besar penghasilan pembalap muda yang digadang-gadang menjadi masa depan balap motor Indonesia tersebut.

Baca Juga: Rumor Hakim Danish Crash di Brno Makin Panas, Veda Ega Pratama Tampil Gemilang dan Rebut P2 Jelang Moto3 Ceko 2026

Sistem Gaji Pembalap Moto3 Berbeda dengan MotoGP

Jika dibandingkan dengan MotoGP, pendapatan pembalap Moto3 memang jauh lebih kecil. Namun, kelas yang menjadi pintu masuk menuju level dunia itu tetap menjanjikan penghasilan yang cukup besar bagi rider yang mampu menunjukkan performa terbaik.

Secara umum, terdapat dua kategori pembalap Moto3 dari sisi finansial. Pertama adalah pembalap bergaji yang mendapatkan bayaran langsung dari tim. Kelompok ini biasanya diisi oleh rider yang memiliki prestasi dan mampu bersaing secara konsisten.

Pembalap kategori tersebut dapat memperoleh penghasilan mulai puluhan ribu euro hingga sekitar 150 ribu euro per tahun. Nominal tersebut setara dengan miliaran rupiah dan biasanya diberikan kepada pembalap yang rutin meraih podium.

Baca Juga: Rumor Hakim Danish Crash di Brno Makin Panas, Veda Ega Pratama Tampil Gemilang dan Rebut P2 Jelang Moto3 Ceko 2026

Kategori kedua adalah paid rider atau pembalap berbayar. Dalam sistem ini, pembalap justru membawa sponsor pribadi untuk membantu operasional tim. Fenomena tersebut cukup banyak ditemukan di Moto3 sehingga persaingan di kelas ini sangat ketat.

Bonus dan Sponsor Jadi Sumber Pendapatan Utama

Selain gaji pokok, penghasilan pembalap Moto3 juga berasal dari bonus prestasi dan dukungan sponsor pribadi.

Setiap pembalap yang mampu finis di posisi terdepan atau meraih podium biasanya mendapatkan bonus tambahan dari tim. Bahkan, sejumlah penghargaan khusus juga dapat diberikan oleh penyelenggara kejuaraan.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pembalap Moto3 2026: Veda Ega Pratama Siap Bersaing dengan Brian Uriarte, Maximo Quiles hingga Hakim Danis

Sponsor pribadi juga mempunyai peran yang sangat penting. Nilai kerja sama dengan berbagai merek perlengkapan balap, apparel, hingga perusahaan dari negara asal pembalap bisa menjadi sumber pemasukan yang sangat besar.

Tak jarang, pendapatan dari sponsor justru lebih tinggi dibandingkan gaji pokok yang diterima pembalap.

Media Sosial Turut Menambah Penghasilan

Perkembangan era digital turut membuka peluang baru bagi para pembalap. Popularitas di media sosial kini menjadi salah satu aspek yang diperhatikan sponsor.

Semakin tinggi jumlah pengikut dan interaksi yang dimiliki seorang pembalap, semakin besar pula peluang memperoleh kontrak endorsement.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pembalap Moto3 2026: Veda Ega Pratama Siap Bersaing dengan Brian Uriarte, Maximo Quiles hingga Hakim Danis

Karena itu, para rider muda tidak hanya dituntut tampil kompetitif di lintasan, tetapi juga mampu membangun citra positif di dunia digital.

Faktor Kontrak dan Perlindungan Cedera

Pendapatan pembalap juga dipengaruhi oleh isi kontrak yang mereka tandatangani dengan tim.

Seorang rookie biasanya mendapatkan bayaran awal yang lebih kecil. Namun, berbagai bonus akan diberikan apabila berhasil meraih podium atau kemenangan.

Kontrak profesional juga mencakup perlindungan ketika pembalap mengalami cedera. Hal tersebut menjadi bagian penting mengingat risiko balapan yang sangat tinggi.

Baca Juga: Daftar Sementara Pembalap Moto3 2026: Veda Ega Pratama Dipastikan Tampil, Siap Tantang Maximo Quiles dan Brian Uriarte

Meski demikian, sejumlah biaya pribadi seperti transportasi, pelatih, hingga kebutuhan pendukung lainnya terkadang masih harus ditanggung sendiri oleh pembalap.

Berapa Gaji Veda Ega Pratama di Moto3?

Dengan status runner-up Red Bull Rookies Cup 2025, posisi tawar Veda Ega Pratama dinilai cukup tinggi dibandingkan pembalap debutan lainnya.

Kedekatannya dengan tim pabrikan Honda juga menjadi keuntungan tersendiri. Dukungan finansial yang lebih kuat membuat peluang Veda menjadi pembalap bergaji semakin besar.

Baca Juga: Daftar Rider Moto3 2026 Terbaru: Veda Ega Pratama, Hakim Danis hingga Brian Uriarte Siap Ramaikan Persaingan Musim Ini

Sejumlah perkiraan menyebutkan bahwa gaji Veda Ega Pratama di Moto3 pada musim perdananya dapat mencapai 70 ribu hingga 100 ribu euro per tahun.

Jika dikonversikan ke mata uang Indonesia, nominal tersebut berkisar antara Rp1,4 miliar hingga Rp2 miliar. Jumlah tersebut belum termasuk bonus podium maupun kontrak sponsor pribadi yang berpotensi meningkatkan pendapatannya.

Apabila mampu tampil kompetitif sejak musim pertama, nilai kontrak Veda diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Bukan tidak mungkin, pembalap muda Indonesia itu akan menjadi salah satu rider dengan pendapatan terbesar di kelas Moto3.

Baca Juga: Rumor Hakim Danish Digaji Tim Moto3 2026 Tanpa Bawa Sponsor Besar Jadi Sorotan, Benarkah Nilainya Kalah dari Veda Ega Pratama?

Kesuksesan Veda Ega Pratama nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa prestasi dan kerja keras dapat membuka jalan menuju karier gemilang di dunia balap internasional.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#moto3 #Red Bull Rookies Cup #Gaji Veda Ega Pratama #honda #motogp